DI KARO, HARGA TEMBAKAU TURUN

Share it:
TIGANDERKET, CENTRAL

Harga pasar tembakau jenis Virginia di pajak Tiganderket mengalami penurunan dari harga sebelumnya. Tembakau yang biasa digunakan untuk pelengkap untuk makan sirih bagi kaum ibu-ibu sempat mahal. Jenis kualitas baik mencapai 135/kg, sedang 100/kg,dan keretek(kualitas kurang baik) 50/kg.

Harga ini tidak dapat bertahan lama, sepekan kemudian harganya kembali turun kualitas baik 100/kg, sedang 80/kg,dan keretek hanya 35/kg.

Rosmaini br Bangun(63) pembeli tembakau pada Kamis(4/8) kepada M24 mengatakan, pekan ini harga tembakau mengalami penurunan. Penyebabnya, mungkin karena produksi hasil tembakau semakin banyak dan daerah penghasilnya semakin meluas selama erupsi Sinabung.

Karena sejak erupsi Sinabung, daerah pengahsil tembakau tidak lagi hanya Kecamatan Tiganderket dan Kecamatan Payung. Bahkan, di Kecamatan Munte dan Tigabinaga sudah mulai menanam tembakau dengan hanya untuk dicoba saja. Ternyata setelah ditanam didaerah tersebut tembakau tampak kelihatan tumbuh baik, sehat, dan para petani terus meningkatkan penanaman.

Selama ini, daerah penghasil tembakau dikenal hanya di Kecamatan Payung desa Batukarang, Rimokayu dan Kecamatan Tiganderket desa Tiganderket. Sejak erupsi Sinabung, di kedua Kecamatan ini tembakau petumbuhannya tidak begitu baik akibat gangguan abu vulkanik Sinabung. Dimana tembakau mengalami penyakit keriting daun dan tumbuh kerdil.

Menurutnya, tanaman tembakau memang modalnya tidak begitu besar dibanding tanaman lainnya.Pasca erupsi Sinabung, tembakau di Batukarang dan Tiganderket selalu diganggu abu vulkanik sehingga produksinya tidak maksimal dan kualitas juga kurang baik.

Untuk itu,para petani tembakau yang ada disini memilih melakukan penanaman di daerah lain seperti di Munte, Tigabinanga. Ternyata tanaman tembakau yang mereka tanam begitu baik, tumbuh subur,hasilnya memuaskan serta kualitasnya juga baik untuk dipasarkan.

Beru Sembiring(45) petani tembakau di Tiganderket menjelaskan, turunnya harga tembakau membuat para petani tidak bisa meraih keuntungan. Kalau dilihat dari cara perawatannya hingga panen, harga sedemikian hanya kembali modal saja dan rugi akan tenaga kerja kita sehari-hari merawatnya. Tembakau saat ini sedang dihantui penyakit keriting daun,obat untuk mengatasinya sampai saat ini belum ada ditemukan. Kami para petani sedang mengeluh akibat hama keriting daun yang menyerang tanaman tembakau,”tuturnya.(rudi singarimbun).



Ket.gambar : Tembakau di pajak Tiganderket.(fhoto : central/rudi singarimbun)
Share it:

Post A Comment:

0 comments: