Skip to main content

Akibat Kelalaian Panitia Penjaringan Balon Kades Negeri Jahe Hampir Ricuh

TANAH KARO, Centralonline
    Gara gara nila setitik rusak susu sebelanga, akibat kekeliruan dan kesalahan yang di buat panitia pemilihan Kepala Desa bisa terjadi salah paham antara pendukung masing-masing calon, sehingga terjadilah kekeliruan masyarakat dan panitia penjaringan calon Kepala Desa.
   Oleh sebap itu tim dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten harus turun ke Desa Negeri Jahe guna memberikan penjelasan terhadap masyarakat Desa Negeri Jahe, turut hadir Kepala BPMPD Kabupaten Karo SUSI Iswara Br Bangun, Bidang program Elsa Maria Br Surbakti, Camat Kuta Buluh Simole Jepta Tarigan S Sos Danramil Kutabuluh,  Arh Erlaba Perangin-angin  Kapolsek Kutabuluh AKP Erlongena Sembiring Kamis (23/8)di los Desa Negeri Jahe.
   Adapun maksud kedatangan BPMPD guna memberikan penjelasan kepada masyarakat juga panitia agar konflik akibat salah paham dapat segera diselesaikan sebelum warga Desa Negeri Jahe terjadi perpecahan, namun pada kesempata itu Ketua panitia penrimaan Kepala Desa bersama anggotanya telah minta maaf kepada masyarakat.
   Jika tadinya panitia tegas dan tidak lalai maka kejadiannya takkan begini kata TS salah seorang warga Desa Negeri Jahe. Menurut pantaun wartawan Harian Central ditempat ,terjadinya salah pahaman masyarakat bahwa balon Kades yang pertama mendaftar Rudi Ginting berkasnya sudah lengkap, namun dihari berikutnya si B mendaftarkan berkasnya, tapi tak ada meterai hingga diujung penutupan waktu pendaftaran, 
   Setelah waktu ditutup berselang 7 menit kemudian balon yang satu lagi mendaftar si C  oleh sebab itu terjadilah salah paham, karena si B berkasnya belum memenuhi syarat akibat tak bermeterai begitu juga dengan balon si C. 
   Ketika waktu sudah habis baru mendaftar maka menurut keterangan BPMPD Kabupaten Karo penerimaan bakal calon Kepaa Desa akan diperpanjang sesua dengan peraturan yang berlaku. 
   Menurut BPMPD  calon yang sudah sah mendaftar masih 1 peserta atas nama Rudi Ginting, oleh karena itu panitia masih meperpanjang pendaftaran. Jika calon masih satu orang yang mendaftar waktu penerimaan balon Kades harus di perpanjang, tegasSusi. (srs)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Pj Kepala Desa bersama BPMPD saat memberi penjelasan
 
 
 
 
 

                                                                  
                                                                              Masyarakat Desa Negeri Jahe saat dengarkan  penjelasan dari BPMPD

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…