Ruhut Sitompul Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Medan

Share it:
Perlu Ketegasan untuk Kenyamanan Investor di Sumut

MEDAN | CENTRAL

            Anggota MPR/DPR RI Ruhut Sitompul menegaskan, bahwa perlu ketegasan pihak-pihak terkait, termasuk pemprov, pemkab, dan aparat keamanan, untuk menciptakan suasana kondusif di sumatera Utara, demi kenyamanan para investor. Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan terkait banyaknya keluhan para pengusaha soal keamanan berusaha di Sumut.

            Saat itu Ruhut Sitompul diwawancara wartawan, usai menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Bernegara, di Asean Internasional Hotel Jalan H Adam Malik Medan, Jumat (3/6).


            Dalam wawancara, disampaikan informasi, bahwa banyak sekali keluhan para pengusaha sekarang ini, di Sumut. Misalnya soal keamanan peralatan di lapangan atau lingkungan kerja, keluhan para pengusaha alat berat soal pencurian, tindakan pencurian di kebun sawit, belum lagi keresahan pengusaha karena harus mengeluarkan biaya-biaya keamanan ilegal, sehingga menambah ongkos produkdi, dan permaslahan lainnya.

            "Ini tentu tak bisa dibiarkan. Hal-hal seperti ini yang akan mengancam kelangsungan investasi di Sumatera Utara. Semua pihak terkait harus bertindak tegas. Termasuk juga soal kamtibmas, jangan ada kompromi. Harus tegas," katanya.

            Sosialisasi itu sendiri diikuti para mahasiswa dari berbagai universitas di Medan, dengan moderator Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut Drs Tahan M Panggabean MM, yang pada kata pembukaannya menyampaikan, bahwa empat pilar adalah aset besar dan perekat bangsa sehingga bisa kokoh berdiri sampai saat ini.
            "Maka Pancasila yang pada tanggal 1 Juni lalu ditandatangani Presiden sebagai hari lahir Pancasila setelah 70 tahun, hendaklah menjadi pandangan hidup seluruh elemen bangsa. Dan pada malam ini, sosialisasi akan disampaikan agar secara berantai bisa disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat," kata Tahan Panggabean.

            Di awal pemaparan, Ruhut Sitompul mengingatkan, bahwa siapa pun presiden adalah kehendak Tuhan. "Siapa pun dia, kalau Tuhan berkehendak, maka dia bisa jadi presiden. Bahkan adek-adek mahasiswa juga bisa, kalau Tuhan berkehendak," katanya.

            Ruhut pun memberi contoh, bagaimana seorang tukang meubel bisa menjadi walikota, lalu gubernur di pusat pemerintahan Indonesia, dan akhirnya bisa menjadi presiden. "Aduh Bang Ruhut, saya sendiri kadang tidak mengerti bisa seperti ini. Tapi inilah kebesaran Tuhan," kata Jokowi sebagaimana ditirukan Ruhut Sitompul, saat mereka berbincang-bincang secara santai beberapa waktu lalu.

            Menurut Ruhut, itu jugalah dampak positif dari reformasi, yaitu berkembangnya demokrasi, sehingga rakyat bisa memilih sendiri siapa pemimpinnya. Tapi sayangnya, kata dia, selain positif, reformasi juga membawa dampak negatif, karena menjadi kebablasan. Yang miris, apa yang buruk dari Orde Baru malah semakin berkembang.

            "Bayangkan, koruptor sudah seperti kebanggan. Sudah ketangkap di KPK, pakai rompi tahanan, malah senyum-senyum sambil lampai tangan di depan kamera," kata anggota Komisi II DPR RI ini.

            "Bahkan sampai bisa dikatakan telah terjadi missing link atas keberlangsungan 4 pilar, yang pada masa Orde Baru dikenal dengan nama P4. Untunglah ada tokoh nasional, Taufik Kiemas, yang mengingatkan bahwa Indonesia punya aset besar yang bisa mempersatukan bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, dan muncullah sosialisasinya seperti yang kita laksanakan malam ini," paparnya.

            Bicara HAM, kata Ruhut, orang-orang yang ribut soal hak azasi jangan hanya memikirkan HAM hanya karena kepentingan, sehingga terkesan malah membela para pelaku kejahatan. "Bayangkan bagaimana sadisnya pelaku kejahatan seksual akhir-akhir ini. Sudah melebihi batas kemanusiaan. Sehingga akhirnya Presiden pun mengeluarkan Perppu Kebiri. Lalu ada pro kontra dan ada teriak HAM. Lalu bagaimana HAM korban?" paparnya.

            Ruhut juga memotivasi para mahasiswa, agar tetap mengutamakan kuliah. "Silahkan jadi aktifis, ikuti organisasi, tetapi selesaikan kuliah. Sehingga ke depan anggota legislatif mulai DPR RI hingga DPRD, bisa diisi orang-orang muda yang profesional," katanya.

            Di akhir sosialisasi, juga dibuka dialog antara mahasiswa dengan Ruhut Sitompul. Para mahasiswa pun antusias memberi pertanyaan, di antaranya soal pendidikan, keadilan kesenjangan sosial, dan lainnya. "Intinya, para mahasiwa, persiapkanlah diri kalian menjadi pemimpin atau wakil rakyat masa depan, yang harus lebih baik dari pemimpin dan wakil rakyat sekarang. Sehingga apa yang sama-sama kita harapkan malam ini, bisa tercapai saat kalian menjadi pemimpin atau wakil rakyat," kata Ruhut menutup dialog. (GOH)

TeksFoto:
Moderator Tahan M Panggabean MM dan anggota MPR/DPR RI Ruhut Sitompul sedang menjawab pertanyaan para mahasiwa. CENTRAL | GOHTIEN

editor : raymond simbolon
sumber : harian central
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

1 comments:

  1. Hi, you are looking extra cash? I recommend Clixsense. Join free and start earn money

    http://www.clixsense.com/?8172285

    http://www.extramoneyforyounow.blogspot.cz/

    ReplyDelete