Usut Tuntas Korupsi PONED di Dinkes Tebingtinggi

Share it:


TEBINGTINGGI | CENTRAL
               Setelah mendapat desakan dari berbagai elemen terkait kasus tindak pidana korupsi pembangunan gedung Pelayanan Obstetric Neonatal Emergency Dasar (PONED) di Dinas Kesehatan Tebingtinggi, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi melalui Seksi Pidana Khusus (Si Pidsus) akhirnya melakukan penahanan terhadap mantan Kadis Kesehatan Tebingtinggi, Ramses Siregar SKM baru-baru ini.

Kini RS ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Tebingtinggi,


              Ketua LSM INTRA-WIN Kota Tebingtinggi LFD Tarigan ketika dimintai tanggapan soal penahanan RS oleh Kejari Tebingtinggi dengan tegas mengatakan, pihak Kejaksaan dalam menangani kasus korupsi PONED di Dinas Kesehatan Tebingtinggi tersebut sepertinya putus sampai di RS. Kejaksaan seharusnya melakukan pengembangan sampai kepada atasan RS karena ada dugaan RS hanya menjalankan perintah dari atasannya yakni, Walikota.

          "Kejaksaan jangan berhenti sampai di RS saja tetapi harus berani mengungkap kasus tersebut sampai tuntas, karena masyarakat umum sudah tahu bahwa para kontraktor memberikan uang kewajiban atas proyek yang dikerjakan sebesar 10 sampai 15 persen dan uang kewajiban tersebut disetor kepada Dinas Kesehatan melalui perantara oknum dinas tersebut", tegas Tarigan, Selasa (3/5) di kantornya.

        Selain itu katanya, tindak pidana korupsi di Dinkes) Tebingtinggi terkait dengan penyalahgunaan dana DIPA APBN TA 2011 senilai Rp1,67 miliar pada pembangunan 6 Poned di Kota Tebingtinggi.  

Antara lain Puskemas Pasar Gambir Rp279.048.000 pelaksana CV BMS, Puskesmas Rantau Laban Rp391.957.000 pelaksana CV Agrh, Puskesmas Rambung Rp281.883.000 pelaksana CV KAR, Puskesmas Teluk Karang Rp281.883.000 pelaksana CV TTU, Puskemas Satria dengan besar anggaran Rp122.787.000 pelaksana CV VAL dan pembangunan Puskesmas Brohol Rp283.006.000 pelaksana CV PMS.

        "Jika seluruh rekanan telah diperiksa Kejaksaan tetapi tak satupun para rekanan di Dinas Kesehatan yang tersangkut korupsi soal pembangunan PONED di Dinkes dan pihak Kejaksaan sepertinya tidak mau bekerja keras menelusuri kasus tersebut  karena jika kita lihat bangunan Puskesmas yang dikerjakan para rekanan terlihat tidak sesuai dengan bestek", tegas LFD Tarigan.

         Sementara itu Ketua Forum Jurnalistik Tebingtinggi (FJT) Suarno Arifin MSE melalui Sekretarisnya Jhon Fredy Penggabean SH mengatakan, kasus tindak pidana korupsi ini merupakan kasus nasional dan seharusnya pihak Kejaksaan Tebingtinggi melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi secara profesional artinya sampai tuntas sehingga masyarakat puas atas kinerja Kejaksaan.

        "Adanya tindak pidana korupsi pada saat proses pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, serah terima pekerjaan dan pembayaran pekerjaan terhadap rekanan.dalam pemeriksaan terhadap rekanan ditemukan kerugian Negara pada saat pelaksanaan tender, selisih pekerjaan yang artinya pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bestek. Mengapa hanya Yani Nova selaku ketua Ketua Panitia dan Susilo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Ramses Siregar selaku Kadis yang ditahan", ungkap Fredy Penggabean. (NO)
Share it:

Central daerah

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa Kramat Sukoharjo Koramil 0824/16 Tanggul Dampingi Pembangunan Bak Penampungan Air Bersih

JEMBER-hariancentral.com: Kondisi cuaca kemarau ini mulai ada upaya beberapa daerah ketinggian untuk berbenah dalam pengelolaan air...