Terkait Beredarnya Kunci Jawaban UN SMP

Share it:

MEDAN | CENTRAL
Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution kepada wartawan mengatakan, telah melaporkan kepada Polisi terkait ditemukannya kunci jawaban Ujian Nasional (UN) 2016 dihari ketiga dan keempat pada pelaksanaan UN untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Medan, Jumat (13/5).



Menurut Akhyar, hal itu dilakukan atas perintah Walikota Medan, Dzulmi Eldin agar dapat membongkar oknum pelaku yang menyebabkan bocornya kunci jawaban UN bidang studi Bahasa Inggris dan bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).


"Kita sudah laporkan kasus bocornya kunci jawaban UN tersebut kepada Polisi. Kita berharap pihak Kepolisian dapat segera mengungkap pelaku yang telah membocorkan kunci jawaban UN, sehingga bisa sampai kepada siswa. Setelah mendapat informasi adanya kebocoran kunci jawaban tersebut, Walikota Medan, selanjutnya memerintahkan untuk melaporkan kepada Polisi," ungkap Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini.


Ditambahkan Akhyar, atas kejadian kebocoran kunci jawaban UN tersebut, tentunya Walikota Medan telah melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar. "Tentunya atas kejadian ini, pastinya akan ada eveluasi kepada Kadis Pendidikan Kota Medan. Kita juga tidak ingin masyarakat berfikir yang bukan-bukan terhadap Pemko Medan atas adanya informasi penemuan kunci jawaban UN SMP Tahun 2016. Kita tunggu saja nanti hasil penyelidikan dari pihak Polisi”, ujarnya.


Seperti diketahui, pada Rabu (11/5) dan Kamis (12/5), Ketua DPRD Medan, Henri Jhon Hutagalung SE SH, bersama anggota Komisi B, Drs Wong Chun Sen Tarigan telah menemukan lembar kunci jawaban UN SMP bidang studi Bahasa Inggris dan bidang studi IPA.


Akibat temuan tersebut, telah membuktikan bahwa pelaksanaan UN di Kota Medan tidak berjalan dengan murni dan jujur. Dimana diduga keras beberapa siswa kelas IX SMP yang mengikuti UN Tahun 2016, telah mengantongi kunci jawaban yang telah diberi kode sebelum UN berlangsung di Sekolah mereka. Sementara tahun ini, kelulusan siswa bukan lagi ditentukan dari nilai UN, namun ditentukan oleh sekolah.

"Yang kita sayangkan, ada apa dengan Dinas Pendidikan Kota Medan, kenapa lembar kunci jawaban UN dapat beredar kepada siswa. Ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, kita menginginkan aktor intelektualnya segera dapat ditemukan, agar kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Ini tidak mendidik dan malah membuat mental dan rasa percaya diri para murid semakin berkurang, sementara Sekolah telah memberikan persiapan kepada seluruh siswa peserta UN Tahun 2016 baik berupa ujian akhir sekolah (UAS), lewat bimbingan belajar dan try out.

Sementara itu, informasi yang didapat wartawan dari sumber yang layak dipercaya, bahwa atas temuan lembar kunci jawaban UN Tahun 2016 oleh DPRD Kota Medan, Kadis Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar menyuruh Kepala SMP yang merasa keberatan atas temuan tersebut melaporkan Ketua DPRD Kota Medan, Henri Jhon Hutagalung SE SH dan anggota DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan kepada pihak Kepolisian.

Karena menurut Kadis Pendidikan Medan ini, kedua Politisi dari PDIP tersebut telah mempermalukan sekolah tempat dimana mereka mencocokkan soal UN dengan kunci jawaban UN yang ada ditangan mereka.

Namun para Kepala SMP Negeri tersebut tidak melaksanakannya, karena menurut mereka Dewan hanya melakukan tugas untuk memonitoring pelaksanaan UN di beberapa Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Kota Medan. "Kebetulan saja perwakilan rakyat Kota Medan tersebut ada menemukan kunci jawaban UN dan memastikan apakah kunci jawaban sesuai dengan soal UN yang telah selesai diujikan kepada siswa”, jelas sumber.(Irw)

editor : raymond simbolon
sumber : harian central
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: