Soal Pungli Parkir Rp50 Ribu DPRDSU Segera Panggil Kadis Pariwisata Samosir - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, 10 May 2016

Soal Pungli Parkir Rp50 Ribu DPRDSU Segera Panggil Kadis Pariwisata Samosir


MEDAN | CENTRAL
Pungutan liar (pungli) parkir yang dilakukan oknum Dinas Pariwisata Samosir sebesar Rp50 ribu untuk satu unit kenderaan roda empat dan sebesar Rp25 ribu untuk satu unit sepeda motor di Sarimarihit lereng Pusuk Buhit Kecamatan Sianjur Mula-mula, masih merajalela.

Sampai berita ini, perlakuan dugaan pungutan liar tersebut masih berlangsung tanpa ada niat penertiban dari Kadis Pariwisata Ombang Siboro, ujar sumber.


Anggota Komisi A DPRD Samosir, Megianto Sinaga mengaku terkejut adanya pungutan liar tersebut. “Saya terkejut mendengar pungli tersebut. Baru saya dengar ada pungli parkir Rp50 ribu di situs lereng Pusuk Buhit”, cetus Megianto saat dihubungi melalui selulernya, Senin (9/5).
“Itu jelas pungli, jika benar dilakukan oknum harus ditindak tegas”, sambung Megianto yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan Samosir.

Informasi pungli uang parkir Rp50 ribu ini segera saya telusuri. Saya akan turun langsung ke lokasi, ucap Megianto. Jika benar ada terlihat pungutan tersebut, Komisi A akan segera panggil Kadis Pariwisata Ombang Siboro beserta oknum yang mengijinkan pungutan parkir sebesar Rp50 ribu tanpa Perda (Peraturan Daerah) Kabupaten Samosir.

Kalau memang tak memberikan ijin, setidaknya ada penertiban bagi pelaku pungli, ujarnya.

“Kita akan mintai keterangan Kadis Pariwisata terkait pungli ini. Atas dasar apa Ombang Siboro memberlakukan uang parkir sebesar Rp50 ribu dikenakan kepada pengunjung saat hendak naik ke pusuk buhit”, tegas Megianto.

Sejauh ini, kata Megianto Sinaga mantan anggota KPU Samosir lagi menyebutkan, bahwa Perda untuk biaya parkir di situs pariwisata tersebut diketahui belum ada diberlakukan sebesar Rp50 ribu.

Sementara belum lama ini, pengakuan salah seorang pengunjung di Medan menyebutkan ada dugaan konsfirasi Kadis Pariwisata dengan pengelola. Diduga Kadis menerima setoran uang hasil pungli parkir pos pariwisata.


Keterangan itu, diakui petugas lapangan di Sarimarihit ketika pengunjung mempertanyakan uang parkir sebesar Rp50 ribu.

“Kami ada setoran ke Pemkab Samosir melalui Dinas Pariwisata. Itulah sebabnya kami menyetop mobil anda”, ujar salah seorang penjaga pos disana, terang pengunjung kepada wartawan di Medan.

Terus terang, dari pos pariwisata Simarihit ini target setorannya per hari telah ditetapkan. “Tak usahlah kami jelaskan berapa, yang pasti ada setoran buat Dinas Pariwisata,” jelasnya.

Berulang kali Bupati Samosir dikonfirmasi, melalui Kabag Humas, Lemen Manurung terkesan bungkam.

Meskipun upaya konfirmasi melalui sms yang dikirimkan ke seluler milik Lemen Manurung tetap tak berbalas.


Mobil Pengunjung distop
Sangat disayangkan, demi keuntungan semata, para pengunjung dibohongi bahwa tempat parkir terakhir adalah pos pendakian Pusuk Buhit dan jalan menuju Pusuk Buhit sangat jelek sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Anehnya lagi, kata pengurus kelompok pencinta alam, Eka mengatakan, saat tiba dilokasi Sarimarihit seorang pemuda mengaku petugas pariwisata menyetop mobil kami dan memaksa harus parkir di lahan yang disediakan.

Meski kami memberi pengertian agar kami bisa naik mobil ke atas Pusuk Buhit, oknum tadi membohongi kami. Katanya jalan ke atas rusak. Padahal layak dilalui kenderaan dengan ekstra hati-hati.

Heran terhadap Pemerintah Daerah Samosir. Ada objek wisata ternyata tidak dikelola dengan penataan yang baik. Padahal lokasi objek wisata yang sedang naik daun sebaiknya diperhatikan, ditata dengan lebih baik. Kehadiran oknum seperti di pos Desa Simarihit, kejadian yang tidak menyenangkan saat parkir di kantor geopark kaldera Toba, akan membuat pengunjung kapok untuk kembali lagi.

Sejatinya yang berwenang di Pemerintahan Samosir, mohon dikelola dengan lebih baik wisata alam dan cagar budaya di Sianjur Mulamula, terutama Dolok Pusuk Buhit. Saat ini Pusuk Buhit sedang naik daun di kalangan para pecinta wisata alam, tetapi sangat disayangkan dengan adanya pos. (mar)

editor : raymond simbolon
sumber : harian central

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here