Ratusan Ribu Guru di Sumut Belum Disertifikasi

Share it:
MEDAN | CENTRAL
Sebanyak 102 ribu dari 190 ribu guru di Sumatera Utara (Sumut) belum disertifikasi.

Pasalnya, selain belum berkualifikasi sarjana (S1) juga termasuk guru honorer. “Dari jumlah tersebut 69 ribu guru diantaranya akan disertifikasi karena berkualifikasi sarjana.

Namun 33 ribu yang belum sarjana dan sekitar 27 ribuan guru non PNS yang mengajar di sekolah negeri belum bisa mengikuti program sertifikasi,” kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut, Afrizal Sihotang ST MSi usai menjadi inspektur upacara Hardiknas di Lapangan LPMP Jalan Asam Kumbang Medan, Senin (2/5).


Dia merinci, berdasarkan hasil uji kompetensi guru (UKG) yang diikuti 42 ribu, dinyatakan layak mengikuti sertifikasi karena lulus hanya 31 ribuan guru, sedangkan 10 ribuan lagi guru di Sumut belum layak.

Afrizal menyebutkan, sesuai data peserta PLPG di Sumut, jumlah peserta di atas tahun 2005 terdapat 8.484 orang dan peserta di bawah 2005 ada 4.608 orang. Jadi total peserta PLPG 2016 ini mencapai 13.092 orang berdasarkan rekap verifikasi dan validasi data LPMP Sumut.

Afrizal menambahkan, tugas pokok dan fungsi LPMP sekarang ini berada di bawah Dirjen Dikdasmen Kemendikbud berperan melakukan pemetaan mutu pendidikan dasar dan menengah di sekolah. Salah satunya adalah melakukan pelatihan kurikulum 2013 dan kompetensi guru mata pelajaran.

Untuk 2016 ini, dia menargetkan 19 persen semua jenjang satuan pendidikan sudah menerapkan kurikulum 2013. Sedangkan 2017 ditargetkan 35 persen, menyusul 2018 sebesar 40 persen dan 2019 juga 40 persen, sehingga tercapai pengembangan kurikulum 2013 diberlakukan di seluruh Indonesia.

Dia mengakui hambatan ku­rikulum 2013 di sekolah selama ini karena faktor budaya sekolah pola pikir (mind seat) yang perlu dirubah. “Kurikulum 2013 sebagai fa­silitasi pembelajaran aktif yang merubah pembelajaran kon­ven­sional dimana guru tidak hanya mengajar, tapi siswa diarahkan untuk belajar aktif,” ungkapnya.

Untuk itu, LPMP ke depannya mela­kukan pengembangan Se­kolah Model (rata-rata 16 se­kolah model di kabupaten/kota dan pengimbasannya di 5 se­kolah model). Sekolah model ini diharapkan mampu memenuhi standard nasional pendidikan (SNP). Disebutkannya, penetapan rintisan sekolah model ditetapkan bersama Pemkab/Pemko, pelatihan dilaksanakan LPMP melibatkan fasilitator daerah, tim PMP daerah dengan pola Whole School Approach.

Saat ini LPMP Sumut di­percayakan sebagai pelaksana rekrutmen CPNS 2016 ini khu­susnya bagi 651 tenaga guru di daerah sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar dan terpencil (SM3T).

Diakuinya, pemerintah mem­berlakukan kebijakan moratorium rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2016, namun khu­susnya untuk tingkat SD, tetap dibuka dengan kuota dan formasi terbatas, karena masih ada beberapa instansi yang masih membutuhkan tenaga PNS. “Namun kuota itu CPNS Guru 2016, guru SM3T memiliki peluang besar diangkat PNS,” ungkapnya.

editor : raymond simbolon
sumber : harian central
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...