Ranieri Nyaris Berhenti Melatih

Share it:


London | Central
Pelatih Leicester City Claudio Ranieri mengungkapkan hampir saja berhenti dari pelatih ketika baru saja mengawali karier. Hal itu disebabkan karena keterlibatan politik di dalam manajemen.

Pada awalnya, Ranieri melatih klub amatir yaitu Vigor Lamezia dan Puteolana. Selama hampir 25 tahun, akhirnya ia sukses mengantarkan timnya sekarang Leicester, menjadi juara.

"Pada awalnya di Puteolana dan Lamezia saya berada di papan atas liga karena tak pernah kalah tapi ada sesuatu yang tak saya sukai. Saya tak ingin menceritakan," kata Ranieri.

"Pada tahun kedua hampir sama. Saya melatih tim kecil [Puteolana] di Serie C tanpa pemain: saya pernah menjalani satu pertandingan dengan 10 orang, saya masih ingat betul, bukan 11.

"Tapi kemudian sesuatu yang aneh muncul dan mereka memecat saya. Ini bukan pekerjaan saya, saya suka di atas lapangan, saya suka sepakbola tapi banyak politik terlibat dan saya bukan orang politik," papar pelatih dari Italia tersebut.

Namun setelah itu, pelatih 64 tahun tersebut menjelaskan kembali melatih setelah klub melakukan perombakan manajemen. 

Sementara itu Claudio Ranieri mengaku sangat bahagia setelah timnya menerima trofi Premier League, Sabtu (8/5). Dan setelah menjadi juara, pelatih asal Italia tersebut menegaskan timnya akan banyak menemui rintangan. 

Tim berjuluk The Foxes ini sejatinya sudah tahu menjadi juara setelah Tottenham hanya bermain imbang pekan kemarin. Tetapi Leicester baru benar-benar bisa berpesta setelah menjalani pertandingan menghadapi Everton di King Power Stadium

"Saya mencoba untuk santai tapi tentu saja sangat bahagia," ucap Ranieri pada Sky Sports setelah penerimaan trofi Premier League. 

"Saya rasa musim ini sangat istimewa karena saya sudah tidak muda lagi, dan sekarang akan banyak ujian. Menjadi pemenang Premier League, rasanya sangat spesial. Saya pernah menjuarai cup di Spanyol dan Italia tapi juara di sini rasanya luar biasa.

"Dalam karier saya selalu berpikir, cepat atau lambat saya pasti akan menjadi juara, tapi untuk pertama kalinya saya tak pernah membayangkan bisa menjadi juara liga Inggris," jelas mantan pelatih Chelsea ini. (net)

editor : raymond simbolon
sumber : net

Share it:

Internasional

SPORTS

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

Medan-Hariancentral.com: