Puluhan Penelitian ITM akan Dipatenkan ke Haki

Share it:

MEDAN | CENTRAL
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Medan (LPPM-ITM) Dr Cut Nuraini mengatakan, salah satu upaya untuk memberikan kepastian akan keamanan penelitian hasil karya dosen ITM, adalah dengan mempatenkan penelitian tersebut ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki) ke Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumhan-RI).

"Ada puluhan penelitian dosen dan mahasiswa ITM yang akan kita patenkan, baik itu berupa penelitian penulisan teknologi tepat guna (TTG), Solar shel, peralatan pemintal nenas, pemintal jagung dan sebagainya," katanya kepada Central di sela-sela acara Workshop Penyusunan Dokumen dan Haki Bagi Dosen dan LPPM ITM di Ruang Rapat Kampus ITM Jl Gedung Arca Medan, Sabtu (7/5).


Workshop yang dibuka Wakil Rektor I ITM, Hermansyah Alam tersebut dengan menghadirkan narasumber Ir Aslin Sihite dari Pemeriksa Paten Direktorat Paten Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual.

Dan untuk mempatenkan puluhan penelitian ITM ini katanya, diperlukan kontribusi dan kesungguhan semua elemen yang ada di ITM seperti dosen serta mahasiswa melakukan karyanya misalnya dengan diberikan pelatihan atau masukan berupa bagaimana cara penyusunan drafting spesifikasi permohonan paten tersebut yang hari ini kita lakukan.

Dia juga menambahkan, bagi penelitian yang telah memperoleh paten maka  keuntungan yang akan diraih oleh si pemilik paten, ungkap Cut Nuraini, akan mendapatkan royalti selama 20 tahun lamanya apabila produksi massal dilakukan pelaku industri.

Dalam rangka meningkatkan peringkat LPPM yang sekarang ini masih memperoleh kelas binaan, pihaknya berusaha lebih giat lagi dengan melakukan penelitian sehingga nantinya LPPM ITM memperoleh peringkat Mandiri. Untuk mewujudkan keinginan itu, LPPM ITM pada tahun sudah melakukan sebanyak 33 penelitian.

Sementara itu, Wakil Rektor I ITM Hermansyah Alam yang membuka Workshop tersebut memberikan apresiasi kepada narasumber Ir Aslen Sihite yang juga alumni ITM, apalagi kegiatan ini akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi dosen dan alumni ITM.

Katanya, untuk meningkatkan kwalitas atau derajat daripada perguruan tinggi (PT) maka harus memiliki paten, selain itu paten akan meningkatkan akreditasi institusi dan program studi (Prodi).

Pembicara Aslen Sihite, menuturkan, untuk permohonan paten terdiri-dari empat bagian, pertama deskripsi atau uraian invensi, klaim invensi, abstrak invensi dan gambar invensi jika ada.

Dia juga menambahkan, bagi peneliti yang mendapatkan paten harus menunggu waktu selama 5 tahun dan membayar adminitrasi yang telah ditetapkan yang jumlah telah ditentuhkan ujarnya. (Pul)

editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral

Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: