Kejatisu Diminta Usut Dugaan Korupsi di PTPN 4

Share it:

MEDAN | CENTRAL
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Polda Sumut diminta untuk mengusut kasus dugaan mega korupsi yang melilit PTPN 4.

Dugaan korupsi itu seperti pengeluaran anggaran Rp43 miliar untuk perawatan Kebun Teh di tiga lokasi di Simalungun yakni, Perkebunan Teh Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari.

Selain itu adalagi dugaan korupsi biaya pembelian surat kabar dan majalah senilai Rp2,6 miliar. Dana itu disebutkan untuk biaya belanja koran dan majalah dalam setahun.


Berdasarkan hasil laporan keuangan yang sudah diaudit auditor internal, disebutkan pihak PTPN 4 mengeluarkan anggaran Rp2,6 miliar lebih untuk belanja koran dan majalah terjadi dalam setahun pada tahun 2013 lalu.

Untuk tahun 2012 disebutkan sebesar Rp2,2 miliar atau naik berkisar Rp400 juta dari tahun sebelumnya.

“Kita dari DPD LSM Pemantau Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Negara (P3KN) Sumut meminta Kejatisu dan Poldasu mengusut kasus dugaan korupsi tersebut”, kata Hotbin Simbolon ST, sekretaris LSM P3KN Sumut kepada Central, Selasa (3/5).

Bila perlu kata Hotbin, LSM P3KN siap memberikan data awal dugaan korupsi di PTPN 4 itu kepada pihak penyidik. “Kita siap membantu penyidik dengan memberikan data yang kita miliki”, ujar Hotbin.

Bila dihitung-hitung dari jumlah Rp2,6 miliar itu, pihak PTPN 4 mengeluarkan biaya per hari untuk belanja koran dan majalah mencapai Rp8,3/harinya. Dengan rincian Rp2,6 miliar dibagi 312 hari kerja berarti Rp8,3 juta/hari.

Jadi sangat tidak masuk akal, koran dan malajah apa saja itu yang dibeli, tanya Hotbin.

Surat Direksi

Sementara itu dalam surat pernyataan direksi terhadap penyajian laporan keuangan tersebut yang diperoleh DPD LSN P3KN menyebutkan, kami bertanggungjawab atas penyajian keuangan konsolidasi. Laporan keuangan konsolidasi tidak mengandung informasi fakta material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material. Kami bertanggungjawab atas sistem pengendalian keuangan internal dalam perusahaan.

Dalam penyataan direktur utama Erwin Nasution dan direktur keuangan Setia Dharma Sebayang pada surat pernyatan No. 04.09/X/21/II/2014.

Humas PTPN 4 yang dikonfirmasi wartawan Central di kantornya, kemarin tidak berhasil. (MAR/WIN/CHD)


editor : raymond simbolon
sumber : harian central
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: