Kantor UPT Dishut di Binjai Diduga Dijual

Share it:

MEDAN | CENTRAL
Diperkirakan seluas 400 m2 lahan aset Pemprovsu di Simpang Kota Binjai diduga telah dilego atau dijual kepada pihak ketiga.

Pasalnya, dalam amatan wartawan di lapangan, lokasi yang dulunya adalah Kantor UPT Dinas Kehutanan (Dishut) Pemprovsu itu, kini telah beralihfungsi menjadi arena café dan tempat jualan minuman dan makanan.

Menurut keterangan sumber, Senin (9/5) lahan asset milik Pemprovsu tersebut disinyalir telah dikuasai oleh pengusaha Galon minyak yang kebetulan bersebelahan dengan ex kantor UPT Dishut Provinsi Sumut.


Pengusaha galon minyak tersebut, kata sumber bernama Marco Sinaga yang juga sebagai pengelola café tempat jualan minuman dan makanan. Lokasinya berdekatan dengan mesjid agung. Setiap malam, cefe tersebut ramai dikunjungi para remaja, ujar sumber.

Sejauh ini, jelas sumber bahwa kantor UPT Dishut tersebut ada berdiri plank UPT Dinas Kehutanan Pemprovsu. Namun berdasarkan hasil pengamatan, plank tersebut sudah dibongkar dan disimpan oleh pengelola café.

Diketahui lahan asset Pemprovsu telah dilego sejak 2 tahun lalu. Diperkirakan tanah itu jatuh ketangan pengusaha galon pada tahun 2014 sampai sekarang tahun 2016.

Informasi diperoleh, sebut sumber yang juga PNS kantor Gubsu menambahkan, pada tahun 2010 lalu, asset tersebut sudah dilaporkan ke bagian asset Pemprovsu bahwa lahan itu masih asset milik Pemprovsu. Kemudian pada tahun 2014 asset itu diduga dijual oleh mantan Gubsu, Gatot Pudjo Nugroho.

Tidak diketahui kemana dana tersebut digunakan. Apakah dananya untuk pribadi Gatot Pudjo Nugroho atau masuk kas Pemprovsu sampai sekarang tidak jelas, ucapnya.

Sementara Kepala Biro Perlengkapan dan Asset Pemprovsu, Syarifuddin ketika dikonfirmasi wartawan, dianya tidak ditempat. Pengakuan stafnya, Kabiro sedang rapat di DPR. (mar)

editor : raymond simbolon
sumber : harian central

Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: