JR Saragih Lakukan Mutasi Besar-besaran

Share it:
SIMALUNGUN | CENTRAL
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Simalungun resah. Pasalnya, terjadi mutasi besar-besaran kepada para ASN yang menduduki jabatan eselon III dan IV.

Mutasi yang dianggap dilakukan secara mendadak oleh  Bupati  Simalungun DR JR Saragih SH MM membuat kalangan ASN merasa tidak nyaman bekerja. Sebab menurut mereka, belum tepat waktunya untuk melakukan mutasi bahkan ada yang non job (tanpa diberikan jabatan), ujar sumber yang tidak mau disebut jati dirinya di kantor Bupati, Senin (2/5).

Dengan  kondisi ini kami sangat resah, baru menjabat satu minggu Bupati Simalungun JR Saragih sudah dilakukan mutasi. Menurut dia kebijakan ini dianggap tidak populer dan terkesan dipaksakan. Kondisi ini sangat memprihatinkan, ujar sumber itu sambil mengatakan, tolong nama saya jangan disebut.

Wajahnya terkesan ada rasa kekecewaan, Nampaknya kebijakan Bupati itu terkesan ditantang oleh para PNS, sebab dinilai menyakitkan perasaan para PNS yang nota benenya bila seorang oknum PNS mampu memberi Rp2 juta akan terjadi istilah BKO yang tidak dimengerti oleh para PNS tersebut.

Para pejabat eselon III yang dimutasi adalah, Pahala Sinaga sebelumnya menjabat Kepala Bagian Umum pada sekretariat Kantor Bupati Simalungun digantikan Agustina Simajorang. Sementara Pahala Sinaga dimutasi menjadi Sekretaris BPMN, Rian Pakpahan menjadi Kabag Humasy Pemkab Simalungun mengantikan Tagon Sihotang. Sementara Tagon Sihotang dipercayakan menjabat Kepala Bidang Pengembangan pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Raya Ginting menjadi Sekretaris pada BKD sebelumnya menjabat Kabid pengembangan pada BKD.

Sementara Roganda Sihombing sebelumnya Kabid Pengelolaan pada BKD tidak memiliki jabatan (nonjob) digantikan oleh Sekcam Saribudolok, Kabid Mutasi Daniel Silalahi pada BKD digantikan oleh Sekcam Dolokbatu Nanggar, Simson Tambunan. Darwan Damanik sebelumnya menjabat Kabid informasi pada BKD digantikan Evi sebelumnya menjabat Kasubag Keuangan pada Dinas BPMN.

Batara Tampubolon sebelumnya menjabat Sekretaris pada Kesbanglinmas digantikan Hamson Sitanggang sebelumnya Sekretris pada BKD.

Sementar eselon IV yang dimutasi tanpa diberi jabatan diantaranya, Kasubid jabatan pada BKD Juprin, Kabid Penegakan Disiplin Tati Damanik, Kasubid Diklan Jan Sarman Saragih.

Anggota DPRD Simalungun Benhard Damanik kepada Central mengharapkan kepada Bupati Simalungun JR Saragih tidak segera melakukan mutasi bagi jabatan struktural, agar terjaga kekondusifan dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena sesuai amanat UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, enam bulan kedepan bupati yang baru dilantik tidak boleh melakukan mutasi, kecuali ada kesalahan yang fatal.

Kemudian Bupati Simalungun membuat peraturan bupati terlebih dahulu tentang lelang jabatan sehingga yang terpilih kedepan adalah yang tepat sesuai kualifikasi pendidikan, kualifikasi pangkat golongan ruang (bukan pangkat naga bonar), pengalaman serta variabel. Indikator lainnya seorang calon SKPD yang akan dipimpinnya sehingga tercapai the right man the right place, tandas Benhard.

Sementara Salben Damanik anggota DPRD Simalungun dari PAN menuturkan mutasi jabatan adalah wewenang Bupati, ini dipandang sah-sah saja sebagai penyegaran.
Hanya saja kalaupun ada peregeseran atau mutasi tolonglah ditempatkan yang berkualitas jangan hanya gonta ganti jabatan. Bila dilakukan mutasi sesuai aturan mainlah jangan ada unsur balas dendam ketika pencalonan bupati ketika itu.

Menurut Resman Saragih, Kepala BKD Pemerintah Kabupaten Simalungun ketika diminta keterangannya mengatakan sah-sah saja ada pergantian ini hanya penyegaran. Biasa dilakukan dalam penyegaran pegawai, katanya. (WIN)


editor : raymond simbolon
sumber : harian central
Share it:

Central daerah

NEWS

Post A Comment:

0 comments: