IPA Sunggal Berbiaya Rp176 M Diresmikan

Share it:


MEDAN | CENTRAL
Dengan diresmikannya Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Cabang Sunggal, maka akan terjadi penambahan kapasitas debit air menjadi 700 liter/detik.

Penambahan debit ini tentunya juga membantu beberapa cabang yang selama ini kekurangan air seperti, Cabang  Sunggal, Padang Bulan, Sei Agul, Medan Kota, Yamin, Diski dan Tuasan.
Hal ini dikatakan Alian Napiah Siregar Ketua Umum Forum wartawan Peduli Air (Forwara) Sumatera Utara, Minggu (8/5) saat ditemui di IPA Sunggal, melihat persiapan acara pengoperasian.


Tentunya dengan bertambahnya debit air masyarakat di wilayah Barat, tidak lagi kekurangan air, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Dan perlu kita ketahui juga anggaran pembangunan IPA Sunggal itu cukup besar berkisar Rp176 miliar yang didapat dari penyertaan modal Rp200 miliar yang dikucurkan pada tahun 2013. “Sisa penyertaan modal itu juga dibangun serupa di daerah Martubung yang saat ini juga hampir rampung,” ujarnya.

Untuk itu, Direktur Utama  PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Direktur Air Bersih Delviyandri, Direktur Air Limbah Heri Batanghari dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian, harus bisa menambah pendapatan yang berlipat-lipat dari sebelumnya. “Dengan bertambahnya pendapatan tentunya pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi, karena kita tahu air adalah sumber kehidupan,” ungkapnya.

Diharapkannya, jika ada masyarakat yang hendak mendapatkan air bersih kiranya tidak sulit lagi dalam proses pengurusannya dan tidak berbelit-belit. Bila perlu kalau ada masyarakat, atau PT yang hendak memberikan hibah ke PDAM Tirtanadi dalam proses distribusi air di daerah tertentu juga tidak susah, asalkan semua barang yang diperlukan sesuai standart PDAM Tirtanadi. “Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden No 54 tahun 2010 atau Perpres No. 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah”,  jelas Alian yang juga pemerhati kinerja PDAM Tirtanadi.

Jika ini ditegakkan dapat dipastikan PDAM Tirtanadi Sumut semakin baik, kenapa kita bilang begitu. Selain pemerintah pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemko Medan bisa memberikan hibah ke PDAM Tirtanadi. Tak salah pula masyarakat ataupun lembaga tertentu serta PT tertentu memberikan hibah dengan cara pekerjaan swakelola. “Yah semestinya semua speak barang  sesuai standart PDAM dan lokasi yang diinginkan memang memadai untuk dihibahkan, dan Tirtanadi juga mendapat keuntungan dengan banyaknya orang menjadi pelanggan air bersih untuk PDAM Tirtanadi,” terangnya.

Kinerja Direksi PDAM Tirtanadi ini sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dan kita yakin melalui manajemen yang sekarang Tirtanadi akan bangkit kembali. Kiranya akan menjadi percontohan dengan PDAM-PDAM lain yang ada diIndonesia. “Karena kita mau PDAM Tirtanadi Bangkit dan Jaya kembali seperti dahulu, dan masyarakat ikut senang,” tutur Alian.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo mengatakan, pembangunan IPA Sunggal dan Martubung ini tidak terlepas peran serta mantan Direktur PDAM Tirtanadi Azzam Rizal. “Apa dan bagaimanapun ini semua berkat kerja kerasnya, dan kami hanya menindak lanjutinya. Dan perlu diketahui juga saat ini, IPA Sunggal dan Martubung sudah bisa dioperasikan,” jelasnya.

Dan kedepannya kami (Direksi Tirtanadi) berencana akan membuat 2 IPA lagi. Hal ini akan dibuat di daerah yang debit airnya kecil, seperti Medan Denai, Medan Tembung dan beberapa daerah lagi. Walaupun sudah ada sumur bor itu hanya bersifat sementara. “Ibarat makan obat pening, habis itu kambuh lagi,” jelasnya.

Hal ini dilakukan sebagai upaya menghindari komplainnya para pelanggan terhadap kesediaan air bersih yang kurang debit airnya. Tentunya ini, harus dilakukan dengan berbagai upaya dan terobosan demi membuat para pelanggan aman dan nyaman dalam hal air bersih.(ali)

editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: