DPRD SU: PAD Sumut Hancur

Share it:

MEDAN | CENTRAL
Fanatonah Waruhu, Ketua Pansus PAD DPRD Sumut menyatakan, kalau PAD Pemprovsu selama ini hancur bukan di tangan orang-orang jahat, namun di tangan orang-orang baik yang tidak berbuat untuk meningkatkan PAD. Sehingga menurutnya, dalam persoalan ini tidak perlu mencari-cari kesalahan, namun diharapkan Pansus yang dipimpinnya dapat menemukan solusi.

Hal itu disampaikannya, Senin (9/5) dihadapan peserta Rapat Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD)  yang dihadiri oleh Sekdaprovsu, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Direktur Badan Usaha Milik Daerah Pemprovsu (BUMD).


Pemandangan yang menarik pendapat beragam muncul ke permukaan pada rapat tersebut, dimana diantara sesama anggota Pansus sendiri maupun eksekutif belum menemukan persamaan persepsi  mau diapakan serta dibawa kemana Pansus ini sehingga dianggap perlu untuk diadakan.

Mustofa, Politisi dari Fraksi Demokrat DPRD SU malah melontarkan statement yang nyaris membuat ketersinggungan anggota Pansus lainnya dengan mengatakan, hendaknya tujuan diadakannya Pansus jangan sampai hanya untuk menakut-nakuti.

Sementara Zahir Politisi PDI-Perjuangan  mengungkapkan, kekwatirannya jangan-jangan hanya DPRD SU saja yang berapi-api pada Pansus, sementara eksekutif sebagai pelaksana maupun pencari PAD santai-santai saja dengan demikian jika itu terjadi menurutnya, Pansus PAD tiada gunanya diadakan apalagi kalau hasil Pansus malah membuat PAD kedepannya semakin menurun.

Hanafiah Harahap Politisi Fraksi Golkar DPRD SU yang didaulat mendampingi Ketua Pansus untuk memimpin rapat tersebut menanggapi, bahwa Pansus dilaksanakan bukan untuk menakut-nakuti eksutif. Namun berupaya mencari solusi, dikarenakan 3 tahun berturut-turut PAD Pemrovsu mengalami penurunan. Disamping itu Hanafiah menyinggung tentang data base jumlah objek Pajak Kendaraan bermotor yang belum diserahkan ke Komisi C DPRD SU yang beberapa waktu lalu menemukan adanya 300 ribu jumlah kendaraan yang tidak sinkron datanya antara Dispendsu, Dirlantas dan Jasaraharja.

Tanggapan senada juga disampaikan oleh Astrayuda Bangun Fraksi Gerindra DPRD SU yang mempertanyakan, Pansus ini mau ngapain, karena tidak ditemukan adanya nuansa Inovatif dalam bahasan Pansus  yang hanya menyampaikan laporan-laporan normatif. Sehingga takutnya pada penghujung Pansus tidak akan mengahasilkan apa-apa. “Mengapa target PAD tidak tercapai dan hanya pada kisaran 89%, apakah ini kesalahannya pada penentuan target atau malah pada SKPD yang tidak mau bekerja keras untuk mengejar target yang sudah ditentukan," sebut Astra.

Sutrisno Pangaribuan, Politisi PDI-Perjuangan tidak sependapat dengan anggota Dewan lainnya yang mengatakan Pansus PAD jangan mencari-cari kesalahan. Justru menurutnya, Pansus harus mencari kesalahan, mengingat sebuah instrument yang dibutuhkan adanya hasil khusus yang perlu ditelisik.

"Muara dari Pansus itu jelas dikarenakan adanya penurunan PAD Pemprovsu yang signifikan kalau ada temuan kalau kesalahannya pada SKPD-nya segera diganti saja.(Ton)

editor : raymond simbolon
sumber : harian central

Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: