Ditemukan Dugaan Penyimpangan Manipulasi Pajak Rp.30 M di Nias

MEDAN | CENTRAL Para wajib meminta agar pihak Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Sumatera Utara (DJP Kanwil Sumut) agar men...



MEDAN | CENTRAL
Para wajib meminta agar pihak Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Sumatera Utara (DJP Kanwil Sumut) agar mengusut tindakan dugaan manipulasi data dengan mark-up nilai tunggakan bagi wajib pajak perseorangan, yang dilakukan oknum petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sibolga.

Tidak tanggung-tanggung, mark-up yang mereka lakukan kepada hanya seorang wajib pajak saja, bisa mencapai angka sangat fantastis hingga puluhan miliar.


‪Temuan atas kasus ini diungkap oleh Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LKKP) Pusat yang secara khusus melakukan investigasi atas pengaduan korban dalam permainan tersebut yang bernama Faebuadodo Harefa, Warga Jalan Supomo Desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli. 
Warga Kota Gunungsitoli ini, diharuskan membayar tunggakan pajaknya hingga sebesar Rp30 miliar lebih seperti tertuang dalam surat teguran Nomor: ST-00655/WPJ.26/KP.0604/2015 yang ditandatangani Plh Kepala KPP Pratama Sibolga, Marihot Mangasi Sianipar.

‪Ketua Umum LKKP, Dr KH Variz el Haq mengatakan, dari data-data yang ada, diduga keras ada mafia data pajak yang selama ini berkeliaran di Sumut, terutama di Kota Gunungsitoli.

‪"Kami meminta agar Dirjen Pajak segera mencopot Kepala DJP Sibolga dan memeriksa semua aparatnya yang terlibat dalam permainan data pajak ini," kata Kyai Variz didampingi Kepala Divisi Hukum Ahmad Sahroni dan Perwakilan LKKP Kepulauan Nias Karsani Aulia Polem di Medan, Selasa (3/5) .

‪Lanjut Kyai Variz, tim LKKP saat ini masih menelusuri banyaknya kejanggalan yang ada. Untuk saat ini, LKKP akan melaporkan ke Dirjen Pajak agar segera diambil tindakan.

‪Dari data dan bukti yang dimiliki LKKP, menerangkan Faebuadodo Harefa diketahui selama ini menjadikan rumahnya tempat usaha menjual hasil bumi. Pada tahun 2005 tepatnya 28 Maret, bencana alam gempa dan Tsunami meluluh lantakkan usahanya sehingga harus terhenti dan memulainya kembali pada Tahun 2007.

Namun usaha yang baru dimulainya itu, pada Tanggal 31 Oktober 2009 kembali mengalami musibah, kali ini musibah kebakaran menghanguskan segalanya bahkan dokumen usaha dan catatan pembukuan ikut dilalap si jago merah.

Pantang menyerah, Faebuadodo di Tahun 2010 secara perlahan merintis kembali usahanya atas bantuan pinjaman dari pihak Bank BNI Gunungsitoli, sehingga pada Tahun 2012 tempat usaha dirumahnya pindah ke Jalan Diponegoro Desa Sihareo II Gunungsitoli diatas lahan peninggalan orangtuanya.

‪Seiring berjalannya waktu, Faebuadodo sebagai pengusaha yang wajib pajak dengan NPWP: 54.543.527.3-126.000 sejak Tahun 2013, berkewajiban membayar pajak setiap bulannya rata-rata antara Rp150 ribu hingga Rp400 ribu.

Namun alangkah terkejutnya ia saat Tahun 2015, petugas pajak mengeluarkan surat teguran tunggakan pajak atas namanya hingga sebesar Rp30.270.448.551 untuk tahun pajak 2010 dan 2011. Namun anehnya, dalam surat teguran tersebut tertera namanya tetapi dengan NPWP berbeda yakni nomor: 09.836.120.7-126.000.

‪Tak terima dengan itu karena menurutnya telah terjadi kekeliruan, Faebuadodo Harefa pada November 2015 mencoba menanyakan kejanggalan tersebut kepada pihak KPP Pratama Sibolga.

Namun jawaban yang diterima olehnya bahwa pihak pajak telah beberapa kali melayangkan surat agar mengklarifikasi tentang tunggakan tersebut, yang menurut Faebuadodo tidak pernah diterimanya.

Adapun surat yang pernah diterimanya dari pihak pajak pada tanggal 11 November 2015 berupa undangan dalam rangka penyelesaian tunggakan pajak, itupun bukan atas nama dirinya melainkan atas nama Dedi Rahmat Eli Waruwu sehingga ia tidak menghadirinya.

‪Kemudian ia juga mendapatkan jawaban bahwa surat tunggakan pajak itu dikeluarkan atas dasar surat dari KPP Padang dengan nomor SP-337/WJP.27/KP.0403/2013 tertanggal 24 Februari ke fungsional pemeriksa KPP Pratama Sibolga. Mendapat jawaban tersebut, selanjutnya pada 21 Januari 2016 ia mencoba mengklarifikasi ke KPP Pratama Padang dan mendapatkan jawaban bahwa tunggakan pajak itu adalah dasar pengenaan pajak PPh pasal 22 kepada CV Hasil Bumi Raya yang saat ini berganti menjadi PT Hasil Bumi Raya Mandiri.

Dimana tunggakan pajak sebanyak itu ternyata atas kewajiban pajak banyak pedagang dan pengumpul dibawah naungan perusahaan tersebut dan bukan hanya dirinya sendiri.

‪Faebuadodo Harefa dalam persoalan ini merasa sangat dirugikan, selain ia harus banyak kehilangan waktu untuk mengurusi persoalan ini, sikap arogansi oknum petugas pajak KPP Pratama Sibolga saat melakukan pemeriksaan dan penagihan juga sangat merugikan dirinya.

Untuk itu ia telah menyurati pihak Kementerian Keuangan RI Dirjen Pajak Pusat dengan lampiran bukti pendukung sebagai langkah perbaikan kedepannya.

‪Diketahui, akibat arogansi sikap petugas pajak, banyak pengusaha khususnya di Kota Gunungsitoli, merasa resah. Sebab, tunggakan pajak yang dibebankan kepada mereka tidak sesuai dengan kenyataan hasil bisnis mereka.

Dari penelitian yang di lakukan Kepala LKKP Nias, Karsani,  ada seorang pedagang cabai yang omset penjualannya sebulan hanya Rp800 juta, tapi dibebankan pajak hingga Rp13 miliar setahun. "Ini nggak masuk akal," ujar Karsani.(dna)


editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral

COMMENTS

Name

Akomodasi,4,APBD,2,Berita Dalam Kartun,1,Bisnis,22,BPJS,2,Budaya,4,BUMD,1,BUMN,9,BUSINESS,10,Central Bisnis,7,Central daerah,124,Central Iklan,8,Central kota,150,Central Marcomm,3,daerah,471,Destinasi,27,Economy,11,Ekonomi,49,entertaiment,1,Fashion,2,Ganja,2,Health,8,Hukum,113,Iklan,162,Info Penting,3,Internasional,30,IPTEK,23,Jakarta,3,JAKSA,2,JAKSA AGUNG RI,1,Jurnalis,10,Kajatisu,2,KDRT,1,kesehatan,38,Kolom SKPD,207,Korupsi,8,KPK,1,KPU,4,Kriminal,175,Laka Lalu Lintas,12,LIFE STYLE,6,Medan,718,Motivasi,44,Narkoba,96,Nasional,23,NEWS,933,Okermas dan LSM,3,OKP,4,Olahraga,23,Ormas,2,OTT SABER PUNGLI,3,p,1,Parpol,3,Pemkab,110,Pemko,53,Pemko Medan,32,Pemprovsu,204,Pendidikan,123,Pengadilan Negeri,1,Perbankan,5,Pilkada,7,PLN,1,Polri,59,Property,6,PT PLN,3,Pungli,1,RAGAM,162,relgius,74,Resepsi,1,SARA,1,SKPD,3,SPORT,1,SPORTS,34,Ticketing,3,TNI,102,TNI-POLRI,21,TRAVEL,20,UKM,1,Wakil Rakyat,90,
ltr
item
HarianCentral.com: Ditemukan Dugaan Penyimpangan Manipulasi Pajak Rp.30 M di Nias
Ditemukan Dugaan Penyimpangan Manipulasi Pajak Rp.30 M di Nias
https://4.bp.blogspot.com/-xB29G0oGc0w/VyixQHneQDI/AAAAAAAAA1E/4lBBP6tcjIwZvsMyhnYTKt-KRNtukm4mQCLcB/s400/pajak.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-xB29G0oGc0w/VyixQHneQDI/AAAAAAAAA1E/4lBBP6tcjIwZvsMyhnYTKt-KRNtukm4mQCLcB/s72-c/pajak.jpg
HarianCentral.com
http://www.hariancentral.com/2016/05/ditemukan-dugaan-penyimpangan.html
http://www.hariancentral.com/
http://www.hariancentral.com/
http://www.hariancentral.com/2016/05/ditemukan-dugaan-penyimpangan.html
true
8011075456760174437
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy