Diduga Salahi Izin, Warga Minta TRTB Bongkar Pagar di Villa Polonia Indah

Share it:


MEDAN | CENTRAL
Warga yang bermukim sudah puluhan tahun di Villa Polonia Indah di Kelurahan Sukdamai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan meminta Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB), pimpinan Ir Sampurno Pohan membongkar pagar dan bangunan di rumah di komplek tersebut dengan nomor D-27.

Berdasarkan informasi yang didapat dari plank bangunan, nomor rumah dimaksud atas nama pemohon izin di SIMB yaitu Hendry Hosiadi/Enie Surjani.


    "Kami meminta ini bukan tidak beralasan, sebab pagar yang dibangun di rumah tersebut cukup tinggi dan mengganggu aktivitas warga di lingkungan kompleks rumah ini. Sebagaimana kita ketahui SIMB bernomor 648/1128 per tanggal 11-11-2015 dari Dinas TRTB adalah jenis RTT/Pagar, yaitu dengan fungsi penggunaan bangunan sebagai rumah tempat tinggal dan fungsi bangunan sebagai hunian.

Sementara dari segi bentuk dan informasi tentang kegunaan bangunan tersebut tidak seperti yang dimohonkan.

Ada dugaan menyalahi izin yang dimohonakn, oleh karena itu kami berharap agar Dinas TRTB melakukan tinjauan dan pembongkaran terhadap bangunan dan pagar rumah tersebut," ujar Freddy dan kawan-kawan kepada wartawan.

    Selanjutnya dikatakan, atas adanya dugaan penyalahgunaan izin dan peruntukan maupun kegunaan rumah yang dibangun itu, warga di Villa Polonia Indah sudah menagadakan beberapa kali rapat dan sepakat agar pemohon menghentikan pembangunan atau paling tidak menyesuaikan rumah yang dibangun seperti bentuk dan kegunaan yang dimohonkan dalam SIMB.

    Sebelumnya diberitakan warga penghuni Villa Polonia Indah, Kelurahan Sukdamai, Kecamatan Polonia, Medan, protes atas salah satu warga pendatang baru di komplek perumahan tersebut, yang mendirikan rumah mirip dengan salah satu rumah ibadah dan disebut-sebut pemiliknya akan digunakan sebagai balai pertemuan kegiatan keagamaan.

    "Kami sudah puluhan tahun bermukim disini dan merasa aman, nayaman dan kondusif. Jangan ada datang penghuni baru membuat suasana menjadi kacau. Kalau membuat rumah dan bermukim disini, kami terima dan terbuka tetapi kalau membangun gedung itu yang arsitekturnya mirip dengan salah satu rumah ibadah dan akan digunkan unutk kegaiatan keagamaan, kami protes dan minta izinnya ditinjau kembali," ujar Freddy.

    Kata Freddy bersama Kamaluddin Lubis, Kok Sung dan puluhan warga lainnya, keberatan mereka itu sangat mendasar dan perlu pertimbangan dan musyawarah. Jangan main paksa kehendak dan merusak tatanan kerukunan tetangga yang sudah teratur selama puluhan tahun. Sebab bangunan milik Hendri Hosiadi/Enie Surjani di Villa Polonia Indah nomor D-27, bentuk bangunannya seperti bentuk bangunan rumah ibadah. Dan ini tidak sesuai dengan peruntukan izin yang telah dikeluarkan Dinas TRTB Kota Medan. (Pul)



editor : raymond simbolon
sumber : harian central

Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: