Tangkap Pelaku Pungli di Pusuk Buhit

Share it:
MEDAN |CENTRAL
Ketua Forum Peduli Pariwisata Samosir Efendy Naibaho mendesak pihak Polres Samosir membersihkan oknum-oknum preman yang melakukan pemerasan atau pungutan liar (pungli) di Pusuk Buhit Samosir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tamu yang datang ke lokasi wisata Pusuk Buhit dikenakan biaya parkir Rp50/mobil dan Rp25 ribu untuk kenderaan roda dua. “Perilaku seperti ini sangat memalukan dan sangat merugikan bagi rakyat Samosir”, tegas Efendy Naibaho.


Untuk itu katanya, pihak kepolisian Polres Samosir harus menertibkan perilaku oknum-oknum pemeras di Pusuk Buhit.

Jangan karena tindakan segelintir oknum oknum disana, orang yang berkunjung ke daerah wisata Samosir menjadi malas.

Bahkan sebelumnya juga diberitakan, bahwa Bupati Samosir Rapidin Simbolon segera melakukan tindakan penertiban terkait dugaan pungutan biaya parkir sebesar Rp25 ribu sampai Rp50 ribu terhadap pengunjung di pos pariwisata di Desa Sarimarihit Kecamatan Sianjur Mula-mula di Samosir.

Efendy Naibaho yang merupakan tokoh pemuda/masyarakat Samosir yang berada di perantauan itu meminta bupati untuk segera menindak oknum-oknum pegawai Dinas Pariwisata yang terlibat dalam dugaan pungli parkir tersebut. “Kalau ada oknum pegawai Dinas Pariwisata yang terlibat kerjasama dengan oknum preman yang melakukan pungli di sekitar tempat wisata Pusuk Buhit, segera diberi tidakan tegas”, ujar Efendy Naibaho menyesalkan.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Pemkab Samosir, Lemen Manurung pada wartawan melalui selulernya, Jumat (15/4) mengatakan, akan segera sampaikan hal ini ke pimpinan mereka dalam hal ini Bupati.

“Pimpinan tidak mengetahui adanya pos pariwisata di Desa Sarimarihit. Apalagi adanya soal pungutan biaya parkir sebesar Rp50 ribu kepada pengunjung”, kata Lemen Manurung.

Saya juga terkejut adanya informasi pos pariwisata di desa tersebut. Terimakasih masukan informasinya buat Pemkab, ujarnya.

Sejauh ini, kata Lemen pihaknya belum mengetahui, apakah pos itu diberi izin oleh Dinas Pariwisata Samosir. Karena diketahui, belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang terbit untuk pos pariwisata di sana. Termasuk Perda buat harga jasa parkir sebesar Rp50 ribu.

“Kita segera chek lokasi itu, jika benar ada pungutan dan pemaksaan harus parkir dilokasi akan dilakukan tindakan penertiban. Demikian juga adanya oknum melarang pengunjung untuk berkenderaan naik keatas bukit, akan dievaluasi”, tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, adanya sejumlah pengunjung dan mahasiswa merasakan kurang nyaman dan keberatan atas pelayanan oknum-oknum yang notabenenya dari Dinas Pariwisata Samosir.

Seperti dibeberkan, salah seorang Mahasiswa dan beberapa warga Medan yang hendak melakukan pengkajian ilmu lingkungan hidup di puncak Pusuk Buhit Samosir.

Menurut keterangan warga Medan itu menjelaskan, kedatangannya ke daerah wisata Samosir di Pusuk Buhit sesungguhnya begitu tertarik. Udaranya sejuk, panorama keindahan alamnya juga masih alami.

Akan tetapi, pelayanan berbagai pihak di sana ternyata kurang mendukung. Pelayanan oknum-oknum di sana terbilang kasar dan terkesan memaksa. Hal ini yang membuat niat kami kembali ke wisata Samosir jadi berubah.(MAR)


editor : raymond simbolon
sumber : hc
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: