MEDAN | CENTRAL
Anggota Komisi A DPRD Tapanuli Utara (Taput) Charles Simanungkalit mengatakan, pihaknya akan mengundang Pemkab dan Polres Taput guna mempertanyakan terbengkalainya proyek pembangunan Patung Yesus bernilai Rp6 miliar yang dibangun di Siatasbarita, Tarutung.

Pertemuan itu juga sekaligus mempertanyakan Polres Taput sejauh mana penanganan kasus terbengkalainya proyek patung Yesus yang pernah ditangani penyidik Polres Taput.

Sedangkan kepada Pemkab Taput, Komisi A DPRD meminta supaya proyek pembangunan patung Yesus itu segera dilanjutkan.

Charles Simanungkalit yang berasal dari Partai Kebangkitan bangsa (PKB) dapil Sipoholon, Pagaran dan Parmonangan itu dengan tegas minta supaya proyek itu segera dilanjutkan.

“Sudah banyak masukan kepada DPRD dari masyarakat Tapanuli Utara, bahkan warga perantauan yang mendesak agar proyek patung Yesus itu dilanjutkan”, kata Simanungkalit menjawab wartawan Central, Selasa (26/4) sore via seluler.

Persoalannya katanya, saat ini DPRD Taput sedang dalam reses, sehingga untuk kapan mengundang pihak Pemkab dan Polres Taput masih akan dijadualkan. "Secepatnya akan kita jadualkan pertemuan", katanya.

Sebagai warga Taput, Charles Simanungkalit yang merupakan anggota DPRD itu sangat menyayangkan terkatung-katungnya proyek pembangunan patung Yesus di Tarutung. “ Ini membuat malu warga Bona Pasogit”, katanya.

Menurutnya, biaya proyek pembangunan patung Yesus sudah dikucurkan dari APBD Taput sebesar Rp6 miliar lebih. Namun, dalam proses pembangunan patung tersebut sangat memprihatinkan dan terkesan melecehkan umat Kristiani.

Dia mengherankan, bagaimana mungkin pembangunan patung yang sudah terencana berdasarkan progress, bisa terkendala sampai 3 tahun lamanya, tanpa adanya pemberitahuan dari Pemkab.

Dalam hal ini katanya, Pemkab Taput harus transparan terkait apa-apa saja yang menjadi kendala, sehingga kemudian dicarikan solusinya untuk melanjutkan pembangunan patung tersebut.

Sebelumnya, Anggota DPRD Sumut Ir Juliski Simorangkir juga menyesalkan terkatung-katungnya proyek Patung Yesus ini selama 3 tahun.

Mestinya bupati Tapanuli Utara sekarang harus ikut mendorong agar kasus itu secepatnya dituntaskan. Kalau ada indikasi penyimpangan segera ditindaklanjuti dan diselesaikan secara hukum," ungkapnya.
Dia menjelaskan, jika ada kemauan yang berwenang persoalan yang mengganjal ini bisa segera diselesaikan, dan pembangunan patung bisa dilanjutkan.

Sebagaimana diketahui, pembangunan patung Yesus berbiaya Rp6,1 miliar ini seharusnya sudah rampung Desember 2013, namun terpaksa dihentikan karena Dinas Cipta Karya Tapanuli Utara sebagai penanggung jawab proyek pembangunan memutus kontrak perusahaan pemenang tender yaitu PT Kreasi Multi Foranc.

Alasannya rekanan tersebut tidak dapat menyelesaikan kontrak kerja sesuai tenggat dan melakukan penyimpangan spesifikasi casing patung, dengan menggunakan aluminium padahal dalam kontrak mestinya dari tembaga. Pembangunan patung Yesus ini bertujuan melengkapi fasilitas di kota bercuaca dingin ini sebagai destinasi wisata rohani.

Banyak warga Tarutung menyayangkan sikap pihak-pihak terkait yang membiarkan patung tersebut terbengkalai.(RED)



editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral



Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours