TAPTENG |CENTRAL
 Alokasi dana hibah organisasi tim PKK Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sebesar Rp750.000.000 tahun 2015 melalui Badan PMDP Tapteng yang diketuai oleh istri Bupati Tapteng Hj Evalina Sandra dipertanyakan.

Hal itu dibeberkan Ribu Simatupang sebagai Lembaga pemerhati pembangunan daerah Kabupaten Tapteng kepada wartawan.

"Dana sebesar itu perlu dipertanyakan kemana saja digunakan, mengingat ketua PKK itu saya ketahui jarang ada di Tapteng, namun melakukan kegiatan ke kecamatan-kecamatan paling sering terlihat ibu Sekda dengan beberapa istri SKPD Tapteng," ucapnya, Selasa (26/4) di Pandan.


Dikatakan Ribu, anggaran tersebut adalah uang rakyat, maka itu perlu diawasi penggunanya. "Jangan karena organisasi perempuan itu yang notabenenya istri Bupati dan istri SKPD boleh main-main dengan anggaran itu," cetus Ribu.

Menurutnya, secara hemat bahwa anggaran itu cukup besar mengingat kegiatan-kegiatan PKK hanyalah sebatas arisan-arisan dan sebagainya. "Ada informasi yang berkembang bahwa dana PKK Tahun 2015 tidak dapat di SPJ kan bendahara PKK, sebab dana sebesar Rp200.000.000, itu sudah diambil ketua PKK tanpa SPJ atau administrasi yang jelas, maka ini perlu diusut kemana dan siapa yang menggunakan anggaran itu," sebutnya.

Dalam waktu dekat, Ribu mengatakan akan menemui di tiap kecamatan mempertanyakan para istri camat jika menggunakan anggaran tersebut. "Kalau jelas administrasinya, seluruh istri-istri camat harus mempertanggung jawabannya. Sekali lagi jangan mempermainkan uang tersebut," tegasnya.

Ia berharap agar SPJ dan SPPD dana hibah tersebut harus transparan dan terbuka bagi masyarakat, dan Ia juga menegaskan akan melakukan temuan-temuan di berbagai kecamatan baik instansi terkait. "Kita juga akan melakukan investigasi ke dinas PPKAD Tapteng dan ke PMD P Tapteng," ujarnya.


Ketika dikonfirmasi ketua PKK Tapteng , PPKAD dan PMD P tidak dapat memberikan informasi dan menyatakan bahwa pihak yang dimaksud tidak ada dalam kantor. "Sekarang tidak ada, besok aja ya," ungkap masing-masing intansi yang dimaksud. (Andreas Manalu)


editor : raymond simbolon
sumber : harian central
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours