Proyek Pabrik Es Rp4,9 M di Sorkam Dinilai Mubajir

Share it:
TAPTENG | CENTRAL
            Masayarakat Tapanuli Tengah (Tapteng) menyambuat baik adanya pembangunan Rehab Berat Pabrik Es di Kecamatan Sorkam.

Dengan adanya pabrik Es tersebut, masyarakat nelayan di daerah tersebut berharap pembagunan itu bisa berdampak baik untuk memasarkan hasil tangkapannya dan juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, sehingga perekonomian masyarakat dapat terbantu dan angka pemganguran berkurang.
          
  Rehab berat Pabrik Es di Kecamatan Sorkam menelan biaya sebesar Rp4,9 miliar lebih tersebutdikerjakan PT Inti Persada Raya Lestari, tidak sesuai dengan harapan, pelaksanaan pekerjaan dimaksud diduga dilakukan asal jadi serta tidak sesuai dengan spesifikasi.


            M Habeahan, tokoh masyarakat Kecamatan Sorkam, Senin (18/4) kepada media ini menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan rehab berat pabrik Es tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan harapan. Sebab dikhawatirkan bangunan tersebut kurang bermutu dan pekerjaan tersebut setelah selesai dikerjakan hingga saat ini belum beroperasi. Sebab belum masuk aliran listrik sesuai dengan isi perjanjian kontrak untuk mengoperasikan mengoptimalkan pabrik ES dimaksud.

            “Kita sangat menyayangkan bagaimana pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan tersebut, dimana bangunan dan peralatan di dalam sudah tersedia akan tetapi sampai saat ini belum beroperasi.

“Kami nelayan sangat mengharapkan beroperasinya pabrik es ini untuk membantu para nelayan sekitar yang membutuhkan es tanpa memesan dari perusahaan yang jarak tempuhnya sekitar 20 Km”, ujar Habeahan.

            Sementara itu salah seorang bermarga Limbong, pengusaha kapal penangkap ikan di sekitar pembangunan Pabrik Es tersebut semula sangat bangga dengan adanya pembangunan Pabrik Es dimaksud.
Dimana para nelayan hendak melaut tidak susah lagi untuk memesan es ke daerah lain. kemudian masyarakat sekitar yang menganggur juga terbantu bekerja di lokasi pabrik tersebut.

Akan tetapi menurut perhitungan mereka pekerjaaan rehab pabrik Es tersebut sudah hampir 4 bulan, selesai ternyata ditunggu-tunggu sampai saat ini belum beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.

            “Yang membuat kita heran sebelumnya pihak Pengawas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Tapteng bersama rekanan telah menguji coba mesin pabrik es itu selama 18 hari saja, setelah itu tidak beroperasi lagi dan bila malam hari, di lokasi pabrik tidak ada penerangan sama sekali”, ujarnya

            Sementara itu Sekretaris DPD LSM Peduli Bangsa Sibolga-Tapteng, Jansen Panjaitan, Senin (18/4) kepada media ini mengatakan, rehab berat pabrik Es di Kecamatan Sorkam yang menelan biaya hampir Rp5 miliar tersebut yang diduga dikerjakan asal jadi.

Untuk itu diharapkan perlu penaganan serius dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tapteng agar mendesak pelaksana (PT Inti Persada Raya Lestari ) untuk menyelesaikan pekerjaan dengan serius. Bila perlu mereka (DKP-red) memberikan sanksi kepada rekanan yang tidak sungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaan.

            “Kenapa dikatakan demikian, anggaran pekerjaaan menurut informasi sudah dibayar sampai ‘vinishing’ akan tetapi pelaksanaan pekerjaan dimaksud belum selesai dikerjakan, terbukti bahwa arus listrik untuk mengoperasikan alat (pabrik Es) yang tersedia di dalam gedung belum dipasang. Padahal kegunaan pembangunan dimaksud untuk kepentingan masyarakat di sekitar pinggir lautpantai, atau sering disebut dengan proyek daya guna”, ujar Jansen

            Kadis Peikanan dan Kelautan Tapteng Aliamsyah Sitompul melalui Pejabat Pembuat Komitmen Bermarga Barus Ketika  di konfirmasi melalui selulernya membenarkan arus listrik belum masuk, mereka sudah mengajukannya ke PLN akan tetapi masih daftar tunggu.

            “Kita sudah memasukkan permohonan ke PLN dan menurut mereka masih daftar tunggu”, ujar Barus. (mapan)


editor : raymond simbolon
sumber : hc
Share it:

Central daerah

NEWS

Post A Comment:

0 comments: