Proyek Bendung Sidilanitano Diduga Asal Jadi

Share it:
TAPUT | CENTRAL
Proyek pembangunan bendung Sidilanitano yang bernilai puluhan miliar, dinilai warga tak sesuai spesifikasi dan terkesan asal jadi.

Selain itu, proyek unit price dari Balai Wilayah Sumatera (BWS) II dan Irigasi  Rawa III yang berlokasi di Kecamatan Siborongborong, Taput, ini berpotensi merugikan negara.


Seperti yang diungkapkan warga setempat, Manafsir Nababan. Pria yang juga pemerhati pembangunan Tapanuli Utara ini mengatakan, bahwa pengerjaan proyek itu tertutup bagi masyarakat.

Saya sudah pernah ke lokasi. Melihat cara pengerjaannya, seperti pembuatan kubus beton, tidak ada pemasangan rangka besi pada kubus segi empat tersebut, katanya.

Selain itu, pengecorannya memakai molen biasa. Padahal, seharusnya pengecoran memakai ready mix. “Makanya saya heran sekaligus curiga melihat cara kerjanya. Sebab tidak sesuai dengan apa yang sudah dikerjakan. Karena itu sudah dikategorikan merugikan keuangan negara,” ujar Nababan.

Pantauan di lapangan kemarin, di lokasi ditemukan stone cruser (pemecah batu) mini rakitan menggunakan batu bekas bongkaran bangunan pertama.       

Selain itu, pembuatan cor kubus segi empat dikerjakan menggunakan mesin molen biasa, bukan memakai alat ‘ready mix’ (pencampur beton).

Anehnya, kubus beton tersebut tidak memakai rangka besi untuk cor kubus. Begitu juga kotak uji sampel laboratorium, tidak ada di lokasi.

Saat ditanya, salah seorang pekerja yang tidak mau namanya disebutkan, mengaku bahwa pekerjaan ini sudah dilaksanakan mulai Januari 2016 dengan masa kontrak kerja sampai tahun 2017.

“Pekerjaan pertama membangun pembuatan tanah dan pembuatan jalan. Kemudian membuat saluran air yang baru, dilanjutkan dengan membongkar bangunan lama dan untuk pengecoran kubus. Ready mix-nya lagi rusak, makanya kita memakai mesin molen untuk pengecoran,” katanya.

Sabam Lumban Gaol, Pengawas BWS II Irigasi Rawa III yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Nomor 292 Padangsidimpuan itu mengatakan, proyek pembangunan di lokasi sudah sesuai dengan kontrak dari perusahaan  untuk pengerjaan tersebut.

“Kontrak untuk pemecah batu atau stone cruser, pemakaiannya juga ada melalui dukungan dari perusahaan. Dan bahkan alat berat ada tiga di situ. Kontraknya akan kita bikin nanti,” ujar Lumban Gaol melalui telepon selulernya, Sabtu (16/4) lalu.(MS)

Ket foto: Seorang pekerja sedang mengaduk campuran semen pada proyek Bendung Sidilanitano. 


editor : raymond simbolon
sumber : hc
Share it:

Central daerah

NEWS

Post A Comment:

0 comments: