Penerimaan THL SKPD Pemko Binjai Sarat Kepentingan

Share it:


BINJAI|CENTRAL 
Penerimaan tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Binjai disinyalir  sarat dengan kepentingan. Pasalnya rekrutmen pekerja harian lepas oleh masing-masing SKPD diduga memiliki muatan politis.


Ketua LSM Pijar Keadilan kota Binjai Charles Simbolon, Senin (4/4)mengatakan hampir seluruh SKPD di jajaran Pemko Binjai pasca pilkada serentak menerima dan mengangkat tenaga harian lepas dan mereka digaji oleh masing –masing SKPD di jajaran Pemko Binjai.
    
Menyangkut adanya rekrut THL di jajaran Pemko Binjai,Charles Simbolon selaku ketua LSM Pijar Keadilan kota Binjai sudah mempertanyakan kepada pihak BKD (Badan Kepegawaian Daerah),dan sudah melakukan kritik kepada pihak instansi terkait.

Ada dugaan setiap tenaga honor yang direkrut menggunakan uang pelicin dan hal tersebut merupakan pelanggaran hukum yang harus dipertanggung jawabkan secara hukum oleh oknum atau pelaku suap dimaksud.
     
Terkait THL digaji oleh masing-masing SKPD,LSM Pijar Keadilan kota Binjai meminta agar dilakukan Audit (Pemeriksaan) oleh pihak Inspektorat,karena perekrutan tenaga harian lepas atau tenaga kontrak harus memiliki payung hukum  dan petunjuk pelaksana (juklak) dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Kepegawaian  Daerah (BKD) Kota Binjai Drs Amir Hamzah Map ketika dikonfimasi terkait perekrutan tenaga harian lepas di SKPD Pemko Binjai, mengaku belum mendapat informasi. Pihaknya hingga kini tidak mengurus tenaga honorer atau tenaga harian lepas. Instansi yang dipimpinnya hanya mengurus pegawai negeri sipil (PNS) saja.
          
Dikatakan Amir, sejak tahun 2005, Pemko Binjai tidak lagi menerima tenaga honor, jika SKPD  ternyata masih merekrutnya, itu urusan internal mereka. “ tanya saja sama SKPD yang melakukan perekrutan tersebut,” ujarnya.
          
Pernyataan yang dilontarkan kepala BKD Binjai bahwa instansinya tidak mengurus tenaga harian lepas, langsung ditanggapi ketua LSM Pijar Keadilan Kota Binjai Carles Simbolon.  "Kalau BKD Kota Binjai saat ini tidak mengurus tenaga honorer, mengapa di instansi tersebut  masih ada pegawai yang berpredikat sebagai tenaga honor. Ini kan ironis," beber Carles. (erw)

editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral

Share it:

Central daerah

NEWS

Post A Comment:

0 comments: