Pemko Tebing Tinggi dan PT Inalum Gelar Pelatihan

Share it:


TEBING TINGGI | CENTRAL
Pemerintah kota Tebing Tinggi melalui Walikota  Ir H Umar Zunaidi Hasibuan,MM bersama Kadis Pendidikan, Drs H Pardamean Siregar, MAP menerima audiensi OS Institute Sumatera Utara dalam rangka program bina lingkungan dibidang pendidikan oleh PT Inalum (Persero), berlangsung di rumah dinas Walikota, Jalan dr Sutomo, Senin (11/4) petang. 


 Manager Program OS Institute, Chaidir Chandra melaporkan, kegiatan  program bina lingkungan dibidang pendidikan PT Inalum (Persero) dalam upaya pelatihan peningkatan kapasitas guru SMA, SMK dan MA Se-Kota Tebingtinggi melalui contectual teaching and learning (CTL). 

Pihak PT Inalum (Persero) khususnya dibidang program bina lingkungan menawarkan kegiatan kepada OS Institute Sumatera Utara, untuk bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi untuk melatih para guru sebanyak 54 orang. 

 Kegiatan pelatihan guru melalui CTL itu akan berlangsung selama tiga hari, pembukaan mulai Selasa (19/4) di hotel Malibou Jalan Sudirman, Kota Tebingtinggi. "Ini yang bisa kami lakukan dari OS Institute yang peduli terhadap pendidikan, sedangkan seluruh biaya kegiatan pelatihan guru akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak PT Inalum (Persero) melalui CSR", jelas Manager Program OS Isntitute, Chaidir Chandra, bersama Sekretaris, Erikson Sianipar, S.Pd,  Bendahara, Marwan, Devisi Pendidikan, Dedi.

Direktur Eksekutif OS Institute, Abdul Firman, SPd, MSi, melalui Sekretaris Erikson Sianipar, SPd  menjelaskan, ada lima fasilisator yang kita undang untuk kegiatan ini dan dari Unimed ada dua orang. Jadi semuanya sudah kita persiapkan, karena PT Inalum (Persero) sejauh ini punya komitmen yang cukup baik terhadap program bina  lingkungan dibidang pendidikan. 

" Berdasarkan pantauan kami selama ini, pelatihan guru setingkat SMA sangat jarang sekali mendapatkan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas",ungkap Erikson Silalahi dan Marwan.

Sementara Waikota mengatakan semua kegiatan harus ada tolok ukurnya, ujian praktek,harus diperaktekkan terlebih dahulu bagaimana kemampuan keilmuan mereka dan terakhir dilalukan final test atau pos test terakhir. 

"Jangan sampai, kita melakukan pelatihan pendidikan bukan tambah pintar pesertanya,malah lebih mundur ilmunya,bahkan tidak paham sama sekali tentang apa yang dilakukan,"katanya.
(Kim)


Editor : Raymond simbolon
Sumber : harian central
Share it:

Central daerah

NEWS

Post A Comment:

0 comments: