Pemko Medan Ingkari Kesepakatan Dengan Komnas HAM - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, 21 April 2016

Pemko Medan Ingkari Kesepakatan Dengan Komnas HAM


MEDAN | CENTRAL
Belum terealisasinya pembangunan kios sebanyak 64 unit bagi para pedagang buku bekas Lapangan Merdeka Medan yang dijanjikan oleh Pemko Medan, membuat pedagang buku kecewa.

Hasil mediasi yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia pada 22 Januari 2015 antara para pedagang yang mengatasnamakan Persatuan Buku Bekas Lapangan Merdeka Medan (P2BLM) dengan Pemko Medan, membuat para pedagang tersebut kecewa. Mereka juga sangat menyesalkan sikap Pemko Medan.


Kekecewaan dan kekesalan ini disampaikan Nelson N Marpaung, Ketua P2BLM di kawasan Titi Gantung Medan, Jumat (14/04) lalu.

Disebut Nelson, P2BLM sebenarnya sangat mengapresiasi hasil mediasi yang dilakukan Komnas HAM dimana 64 unit kios tersebut, peruntukannya 40 unit untuk pedagang kios tempel dan 24 untuk pedagang agen.

Karena lamanya pembangunan kios yang dilakukan pihak Pemko Medan, membuat para pedagang buku bekas akhirnya frustasi dan terpaksa berjualan di sekitar areal Titi Gantung, buat memenuhi kebutuhan hidup. Itupun sudah berulang kali diusir Satpol PP, sehingga banyak buku-buku pedagang yang hilang dikarenakan tidak adanya tempat penyimpanan.


Untuk itu, lanjutnya, karena Pemko Medan telah melakukan ingkar janji terhadap hasil kesepakatan yang difasilitasi oleh Komnas HAM, para pedagang buku bekas yang tergabung dalam P2BLM mendesak Pemko Medan untuk secepatnya merealisasikan pembangunan 64 unit kios bagi para pedagang buku bekas di Lapangan Merdeka.

“Kami juga meminta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para pedagang buku bekas yang saat ini kembali berjualan di Titi Gantung, hingga direalisasikannya pembangunan 64 unit kios di sisi Utara dan Selatan Lapangan Merdeka Medan sebab barang-barang kami sering hilang selama ini”, desak Nelson.

editor : raymond simbolon
sumber : tm

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here