Pelajar se-Sumut Ikuti ISMOC

Share it:

MEDAN | CENTRAL
Sebanyak 436 pelajar SD, SMP dan SMA se Sumatera Utara (Sumut) berkompetisi di Indonesia Science and Mathematics Olympiad Challenge (ISMOC) 2016 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (16-17/4) di Medan


Panitia mitra lokal, Yunus Shobrun menyebutkan, seleksi ISMOC 2016 ini berlangsung serentak di 20 kota besar di Indonesia dengan jumlah peserta mencapai ribuan pelajar.

Dari ribuan peserta tersebut, Medan merupakan daerah kelima terbesar peserta terbanyak dari 20 kota pelaksana seleksi dengan jumlah 436 peserta terdiri SD 91 peserta dengan mata lomba matematika, SMP 119 untuk matematika dan fisika 60.

Sedangkan seleksi tingkat SMA yang digelar, Minggu (17/4) diikuti sebanyak 111 peserta lomba matematika dan 55 peserta fisika.

Dijelaskan Yunus, para peserta seleksi tingkat daerah tersebut dapat melihat pengumuman hasil seleksi yang lolos ke grand final pada 2 Mei mendatang melalui websitewww.ismoc.id.

Sedangkan grand final tingkat nasional akan digelar di Jakarta bertepatan dengan International Youth Day, 11-12 Agustus bagi peserta yang memiliki rating tertinggi.

Pada seleksi daerah, peserta membawa persyaratan berupa berkas foto copy transkip nilai dengan ketentuan nilai minimal 7 untuk masing-masing kategori selama 3 semester akhir.

“Olimpiade ini digagas Universitas Surya dalam upaya mengembangkan bakat-bakat terpendam pelajar Indonesia. Melalui kompetisi ini, siswa didorong bersaing, belajar keras dan untuk menang,” katanya.

Disebutkannya, pelajar Indonesia sebenarnya cerdas jika diberi kesempatan belajar dan dilatih dengan baik. Bahkan antusias anak didik tentang pentingnya olimpiade kini sangat tinggi. Pertumbuhan rata-rata peserta olimpiade kini mencapai 50% per tahun dalam kurun waktu 5 tahun (2007-2012).

Alasan utama digelarnya ISMOC oleh Prof Yohanes Surya selaku Rektor Universitas Surya sekaligus pelopor olimpiade fisika dan matematika Indonesia karena kompetisi yang ada selama ini dinilai masih kurang.

Menurut Prof Yohanes, 1-2% anak Indonesia itu berbakat dan salah satu cara yang paling efektif untuk mengembangkan bakat terpendam pelajar adalah melalui kompetisi atau lomba, sehingga Indonesia perlu banyak menyelenggarakan lomba.

Berbeda dengan lomba olim­piade pada umumnya, ISMOC ini tak hanya berakhir setelah lomba, namun para pemenangnya akan diikutkan kembali pada kompetisi internasional lainnya.

Dengan adanya ISMOC diharapkan para pelajar mampu mengharumkan kembali nama bangsa di mata dunia dalam bidang fisika dan matematika internasional.

“Selain mampu menciptakan para pelajar yang siap me­ngikuti olimpiade tingkat in­ternasional, ISMOC diharapkan dapat membangun jiwa pan­tang menyerah, meraih mim­pi, berprestasi sejak dini, me­nge­nalkan arti kompetisi yang menjadi bekal kehidupan, me­ngasah pengetahuan para siswa sekaligus menambah wa­wasan,” katanya. (Pul)


editor : raymond simbolon
sumber : hc
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: