Parkir Rp.50.000 di Pusuk Buhit Diduga Libatkan Oknum Dinas Pariwisata

Share it:
MEDAN | CENTRAL
Meski sudah dikomplain pengunjung, Bupati Samosir Rapidin Simbolon terkesan takut menertibkan oknum Dinas Pariwisata yang melakukan  pungutan liar (pungli) di pos pariwisata di Desa Sarimarihit Kecamatan Sianjur Mula-mula Samosir.

Pungutan itu disinyalir dilakukan  kelompok masyarakat yang nota benenya organisasi kepemudaan diduga kerjasama dengan oknum Dinas Pariwisata Samosir.

Pantauan wartawan, pos tempat pemungutan jasa parkir kendaraan tersebut sampai berita ini diterbitkan masih terus merajalela.

Salah seorang pengunjung yang baru saja kembali ke Medan, Selasa (19/4) mengakui bahwa operasi pungut liar di pos itu belum ditertibkan.

Saya tinggalkan kemarin, pos itu masih melakukan pungutan bang. Bahkan lebih dahsyat lagi menyetop pengunjung, sebut Eka Kelompok Pecinta Alam Samosir.

“Sayang bang, kawasan wisata Samosir. Wilayah ini sudah terbilang tersohor dan punya nama. Daerah wisatanya lagi naik daun bang. Tapi saying, pengelolaannya tidak professional”, katanya.

Aduh…..ucap Eka sedikit menyesalkan perilaku oknum-oknum di sana. Pengalaman saya, lokasi wisata itu kurang dikelola dengan baik. “Masa kami bersama rombongan dilarang membawa kenderaan ke atas. Orang itu menyetop kami dan memaksa kenderaan harus parkir dibawah,” ujarnya kesal.

Tindakan ini kan tak professional. Seharusnya pendatang dilayani dan difasilitasi untuk supaya bisa naik ke atas Pusuk Buhit

“Tidak harus sampai ke puncakpun, tak apalah. Di tengah-tengah juga pasti sangat membantu pengunjung daripada berjalan kaki dengan waktu paling lama sampai 3 jam”, terang Eka.

Capek sekali bang, ujar Eka lagi melanjutkan ceritanya. Usul saya, supaya pariwisata Samosir maju, paling tidak ada pelayanan khusus dari Pemerintah.

Hendaknya Pemerintah Daerah membantu memberi kenyamanan bagi pengunjung. Jangan kasar, sopan dan ramah harus dilakoni sebagaimana melayani turis dari manca Negara.

Pelayanan di tengah-tengah dekat puncak ada rumah makan dan fasilitas tempat istirahat. Tapi tarif jasanya juga harus tertib dan retribusinya disesuaikan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), ujarnya.

Belum Bertindak  

Pemkab Samosir melalui Kabag Humas, Lemen Manurung ketika dikonfirmasi, Selasa (19/4) mengaku belum bertindak.

Kata Lemen, soal pos itu kerjasama pemuda. “Nanti saya koordinasi dulu dengan Kadis Ombang Siboro. Begitupun hal ini harus saya sampaikan kepada Bupati. Karena saya takut nanti pak Ombang itu tersinggung.
Kemarin, sebut Lemen pihaknya telah chek lokasi itu dan sudah saya sampaikan kepada stafnya supaya ditertibkan.

Kalau memang terus beroperasi, saya belum tahu. Nanti saya sampaikan lagilah kepada Kadis Pariwisata, ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati segera  melakukan tindakan penertiban terkait dugaan pungutan biaya parkir sebesar Rp25 ribu sampai Rp50 ribu terhadap pengunjung di pos pariwisata di Desa Sarimarihit Kecamatan Sianjur Mula-mula di Samosir.

Penegasan itu disampaikan melalui Kabag Humas Setda Pemkab Samosir, Lemen Manurung pada wartawan melalui selulernya.

“Nantilah diupayakan, janji Leman lagi terkesan menutupi anggotanya yang diduga memberi izin pungutan uang itu. (mar)

editor : raymond simbolon
sumber : hc

Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: