MEDAN | CENTRAL
Massa yang menamakan dirinya Dewan Pengurus Daerah Aliansi Mahasiswa Bersatu Tapanuli Bagian Selatan (DPD AMB-TABAGSEL), Kamis (28/4) demo ke Mapoldasu menuntut agar aparat Poldasu melalui Kapoldasu memanggil dan memeriksa pengelola hibah di Kabupaten Tapsel.
Dana hibah tersebut diduga kuat dikorupsi secara berjamaah.

Karena itu Bupati Palas serta Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Tapsel diminta agar segera dipanggil dan diperiksa terkait dugaan korupsi dana hibah.


Selain itu, massa juga menuntut Bupati dan Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Padang Lawas (Palas) agar dipanggil dan diperiksa terkait dana program kerja Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Palas. 

Massa yang dikoordinir Ali Muksin Hasibuan dalam pernyataan sikapnya menuturkan, pada 2013 lalu, Pemkab Tapsel memberikan dana hibah kepada Pemkab Palas senilai sekira Rp2,5 miliar.

Namun, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, dana hibah yang diberikan itu diduga kuat dikorupsi.

Dugaan itu didasari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sumut atas laporan keuangan Pemkab Tapsel dengan 
No.02/LHP/XVIII.MDN/04/2014 tanggal 26 April 2014.

Menanggapi tuntutan massa tersebut, Kompol A Tarigan dan Kompol B Simanjuntak mewakili Kapoldasu kepada perwakilan massa yang diwakili Ali Muksin Hasibuan dan Ikbal Harahap meminta agar sebaiknya massa dalam aksi unjukrasanya itu menyertakan bukti-bukti atas dugaan korupsi itu.


Menurut Kompol B Simanjuntak, bukti-bukti itu merupakan dasar untuk polisi segera menindaklanjuti tuntutan massa. (IUS)


editor : raymond simbolon
sumber ; hariancentral
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: