Pejabat BPBD Provsu Jarang Masuk Kantor - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, 29 April 2016

Pejabat BPBD Provsu Jarang Masuk Kantor

MEDAN | CENTRAL
Sorotan terhadap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Saleh Idoan Siregar terus bergulir.

Bukan hanya soal dugaan gratifikasi perekrutan 200 anggota Satuan Tugas (Satgas) BPBD dibeberkan.
Menyangkut aktivitas pegawai di kantor milik Pemprovsu ini kian hari semakin tak jelas. Setiap hari kerja, kantor ini sunyi dan sepi.

“Tak diketahui kegiatan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor ini”, ujar Komandan Security, Selamet Riady, Kamis (28/4).

Selamet membeberkan, setiap hari kantor ini sepi. Jajaran staf dan pegawai tak ada yang kerja. Apalagi pejabat eselon, mulai tingkat Sekretaris, Kabag, Kasubag jarang masuk kantor.

Kepala Badan Saleh Idoan boleh dihitung jari masuk kantor setiap bulannya.

“Nggak ngertilah apa kerjaan mereka. Pastinya pegawai dan staf yang hadir kelihatan hanya duduk-duduk di ruangannya”, ucap Selamet.

Kalau Saleh Idoan pejabat yang dimutasi ini, terus terang sering tak masuk kantor. “Dia itu kan mantan Kadis PSDA Provsu yang terlilit kasus”, katanya.

Kabarnya, Saleh Idoan terlibat masalah proyek dan gratifikasi yang tak dapat dipertanggungjawabkan. Mungkin akibatnya dia dipindahkan ke kantor yang kering ini, jelasnya.

Kondisi ini hampir setiap hari dialami para ASN, sehingga mereka bermalas-malasan datang kantor, kata Selamet didampingi Suriadi, anggota security.

Buat Saleh Idoan mantan Kadis PSDA itu dinilai tak ada idenya menciptakan program kerja. Pemikirannya selalu mengakal-akali untuk cari duit.   

Pokoknya semua cara dihalalkan demi uang masuk sebanyak-banyaknya meski melanggar hukum.

Salah satu masalah yakni jaringan merekrut anggota satgas sebanyak 200 orang dengan bayaran gratifikasi sebesar Rp30-40 juta per orang.

Tapi Saleh Idoan bisa cuci tangan lepas dari tuduhan, sebab tim jaringan diserahkan kepada bendahara yaitu Fahrizal dan agennya Sukarni selaku kepercayaan Saleh.

Melalui Fahrizal dan Sukarni uang diterima dari calon Satgas. Tapi setelah diterima masuk kerjanya, kegiatan sehari-hari tak ada.

“Semua anggota satgas sampai hari ini kerjanya luntang-lantung. Sebab tak ada kegiatan yang harus dikerjakan mereka. Gajinya juga sampai bulan ini tak jelas pembayarannya”, ungkapnya.  

 Belum lagi permasalahan fasilitas kantor ini, sambung Indra Lubis salah seorang pemborong menyebutkan terkait pembayaran uang rekening listrik sudah 4 bulan tak dibayar, gaji security dan gaji clening cervise sudah 5 bulan belum dibayar. Hitung-hitung banyak kali masalah di kantor ini tak ada yang bertanggungjawab, cetusnya.

Masalah lainnya yaitu, soal lokasi gedung inipun terlihat semak belukar bagaikan gudang rongsokan. Bangunan yang baru tahun 2015 lalu direhab, kini atapnya sudah bocor.

Padahal anggaran untuk membangun gedung itu biayanya bermiliaran rupiah. Tapi plafon didalam ruang gedung tersebut sudah banyak yang rusak.

Kalau musim hujan ruangan tersebut tak dapat digunakan karena atap dan plafonnya sudah bocor, beber Lubis menambahkan.

“Lihatlah mesin genset listrik itu”, tunjuk Selamet lagi mengarahkan wartawan ke tempat genset yang sudah tak terpakai.

Seharusnya mesin genset listrik itu bisa digunakan, akan tetapi sekarang mesin itu sudah rusak padahal baru setahun lalu dibeli dengan kondisi baru.

Diketahui anggaran biaya pembelian genset itu sebesar Rp300 juta dari anggaran APBD Provsu tahun 2014-2015.

Luar biasalah kepemimpinan Saleh Idoan Siregar ini, kalau pejabat seperti dia terus berlanjut gunungpun bisa runtuh. Karena perilakunya sangat nekat dan raja tega terhadap bawahan.

 Melihat kondisi ini, sebaiknya tim aparat penegak hukum perlu turun tangan mengeledah keuangan kantor BPBD Provsu ini. “Geledah dan periksa kantor BPBD Sumut. Periksa seret oknum pejabat itu”, tegasnya.

Sementara, upaya wartawan menghubungi bendahara Fahrizal dan Sukarni melalui selulernya sangat disayangkan belum terkonfirmasi.


Dikonfirmasi kepada Kepala BPBD Sumut Saleh Idoan Siregar melalui HP 08130993xxx tidak aktif. Kabar yang diperoleh di kantor Gubsu, Saleh Idoan sering nongkrong di lantai IX kantor Gubsu. Dia sibuk mencari suaka melalui petinggi Gubsu agar dirinya ditempatkan diposisi yang basah. (mar)

editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here