Kejatisu Targetkan Penggledahan Pada Instansi Terindikasi Korupsi

Share it:
MEDAN | CENTRAL
Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) mengaku tidak hanya satu instansi yang akan digeledah penyidik terkait kasus dugaan korupsi.

Hal ini di sampaikan Kajatisu melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum), Bobby Sandri kepada wartawan melalui selulernya, Rabu (27/4).

Target penyidik untuk pengeledahan, bukan hanya di Perguruan Tinggi Kimia Industri (PTKI) saja. Jika ada informasi lainnya, sambung Bobby penyidik bakal menjadwalkan agenda geledah tersebut. Tapi sampai hari ini belum ada agendanya. “Belum ada, nanti akan disampaikan ke media, ucap Bobby.

Sebelumnya terkait kasus dugaan korupsi pembangunan pabrik mini kelapa sawit dan Labotorium di Perguruan Tinggi Kimia Industri (PTKI) Medan, senilai Rp5,6 miliar tahun 2013, kata Bobby, penyidik Kejatisu sudah menjadwalkan sejumlah agenda pemeriksaan saksi.

Pemeriksaan ini, untuk melihat benang merah seutuhnya atas keterlibatan tiga tersangka dalam kasus korupsi di perguruan negeri itu. Rencannya, pada awal bulan Mei 2016, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut akan memeriksa saksi ahli dari Politeknik Medan (Polmed).

Keterangan itu dibenarkan Kepala Tim kasus dugaan korupsi PTKI Medan, Netty Silaen. Kepada wartawan, Jumat kemarin, Netty mengaku telah memeriksa saksi ahli dari Teknik Sipil Polmed, yang dimintai keterangan pada pekan pertama Mei 2016, ujarnya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan saksi ahli guna melihat secara fisik proyek pembangunan pabrik mini kelapa sawit dan Labotorium di PTKI Medan. "Kita mau melihat seluruhnya dari dua proyek tersebut," ungkapnya.
Setelah itu, penyidik akan melakukan pemeriksaan kembali para rekanan pada pekan kedua di bulan Mei 2016. "Kita akan melakukan pemeriksaan langsung ke Jakarta. Jadi, banyak kegiatan akan kita lakukan. Satu persatulah kita lakukan," tuturnya.

Disinggung kapan penyidik akan membeberkan nama tersangka itu. Netty berjanji akan mengumumkannya kepada awak media pada akhir Mei 2016. Pasalnya, saat ini pihaknya masih melengkapi berkas penyidikan untuk membuat surat perintah penyidikan (Sprindik) bagi ketiga tersangka tersebut, sebut Netty.

Sementara itu, hasil penggeledahan dilakukan Penyidik Kejatisu di Kampus Perguruan Tinggi Kimia Industri (PTKI) di Jalan Menteng VII, Medan, Selasa (9/4) kemarin, disita satu kardus berupa dokumen, satu unit CPU dan satu unit Laptop. "Dari hasil pengeledahan itu, baru kita mendapatkan dokumen yang asli di Kampus PTKI," jelas Netty.

Dia menyebutkan, barang yang disita itu untuk kelengkapan penyidikan dan sebagai barang bukti dugaan korupsi pembangunan pabrik mini kelapa sawit dan Labotorium di PTKI Medan senilai Rp5,6 miliar. "Dari 1 kotak kardus dokumen yang sita, berupa dokumen kontrak asli pada dua proyek di PTKI, yang bermasalah itu," ungkap Netty.


Netty juga menjelaskan bahwa barang yang disita itu, dari ruangan Direktur PTKI Medan, Mansyur selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), ruang keuangan dan ruangan kerja Hamdan selaku pejabat pembuat komitmen (PPK). "Dari ruang itu, kita lakukan penggeledahan. Bila nanti ada diperlukan, kita akan lakukan pengeledahan lagi," sebutnya. (mar)

editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: