Hendak Pulang Kampung Mahasiswa USU Dibegal

Share it:

TEBING TINGGI | CENTRAL.
Apes benar nasib Frinston Marulitua Situmorang (22) mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Jurusan Etno Musikologi Semester VI warga Jalan Dalil Tani Ujung Kelurahan Tomuan Kota Pematang Siantar dengan ditemani ibu kandungnya, Boru Nainggolan membuat laporan pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi usai sepeda motor Honda Supra X 125 BK 6807 WAD dan 2 unit HP miliknya disikat kawanan begal, kejadian itu terjadi, Rabu (6/4) dini hari sekitar pukul 01.00 Wib.

Informasi yang di dapat di Polres Tebingtinggi, korban menuturkan  peristiwa itu terjadi ketika korban bermaksud hendak pulang ke Kota Pematang Siantar dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 miliknya.

Saat itu dirinya sedang melintas di kawasan Jalinsum Tebingtinggi - Pematang Siantar tepatnya di Desa Naga Kesiangan Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai, tiba-tiba dari arah belakang searah dengan korban yang saat itu hanya berkendara seorang diri, muncul satu unit mobil Avanza warna hitam yang tidak diketahui nomor platnya dan langsung memepet motor korban. 

” Niatku hendak pulang kampung kerumah bang, tapi sebelum sampai tujuan kerumah, aku sudah kena rampok, kereta serta 2 buah Hp pun turut diambil setelah mereka menganiaya aku.” Tutur korban dengan wajah lebam, saat melapor bersama ibunya di ruang SPK Polres Tebing Tinggi.  

Dikatakan korban, salah seorang penumpang Avanza kemudian memukul kepala bagian belakangnya dengan menggunakan kayu, hingga dirinya pun terjatuh ke beram jalan dan akibatnya wajah serta lutut kaki kiri korban mengalami luka-luka. 

Setelah terjatuh, kemudian dua dari tiga orang pelaku turun dari mobil dan mendatangi korban, “Saat aku mau bangkit, salah seorang dari mereka sempat melempar aku pakai batu sambil berkata, ‘mau mati kau, mari kereta mu itu.” Ucap korban menirukan perkataan salah seorang pelaku sambil mengambil Honda Supra X 125 milik korban.  Sedangkan pelaku lainnya merogoh isi kantong celana korban dan mengambil 2 unit HP merk Blackberry Z10 dan Nokia milik korban. Kemudian para pelaku kabur ke arah Kota Pematang Siantar.

Setelah kejadian itu, Frinston mengaku dirinya pulang ke rumahnya di Kota Pematang Siantar setelah menunggu pagi dengan mengenderai kenderaan umum, dan kemudian mengajak ibunya ke Mapolres Tebingtinggi untuk membuat pengaduan. “Biasanya dari Medan anakku ini pulang ke Siantar bersama kawan-kawannya, namun tadi malam dia pulang sendirian. Setelah tadi luka diwajah dan dilutut kaki kirinya kami obati, kami langsung kemari untuk membuat laporan”, ujar ibu korban, akibat kejadian itu  ia pun mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta rupiah.

Kapolres Tebingtinggi melalui Kasubbag Humas Iptu MT Sagala membenarkan kejadian tersebut dan meminta agar warga selalu waspada dan berhati-hati saat melintas di kawasan sepi. “Kita masih memintai keterangan dari korban dan akan melakukan penyelidikan untuk segera dapat menemukan dan meringkus para pelakunya”, kata Kasubbag Humas Iptu MT Sagala. (Kim).

 editor : raymond simbolon
sumber : harian central
Share it:

Central daerah

NEWS

Post A Comment:

0 comments: