FMN Pertanyakan Tanggung Jawab Pemerintah pada Hari Kesehatan Internasional

Share it:
                                                                                                                                                                 
Medan | Harian  Central
Bertepatan dengan Hari Kesehatan Internasional (07/04) Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Medan melakukan Kampanye Massa di Bundaran SIP pada hari kamis lalu. Organisasi Massa Mahasiswa tersebut mengkampanyekan kepada massa luas tentang makna yang harus diambil dari sebuah perayaaan Hari Kesehatan Internasional. Tujuan sekelompok massa aksi yang berasal dari kaum intelektual (mahasiswa) tersebut tidak lain adalah untuk mengkampanyekan kepada massa luas tentang sulitnya mengakses kesehatan di negeri ini. Politik subsidi silang yang dirancang oleh pemerintah melalui BPJS ternyata semakin membuat rakyat Indonesia dalam kondisi yang memprihatinkan. BPJS sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ternyata masih dianggap sebagai suatu sistem penghisapan dan liberalisasi pelayanan kesehatan.

     Kampanye massa yang dilakukan dilakukan dalam bentuk mimbar bebas oleh Front Mahasiswa Nasional tersebut menyampaikan beberapa tuntutan mereka kepada pemerintah, yang diantaranya: 1. Cabut BPJS yg sejatinya bukanlah jaminan kesehatan tetapi alat untuk meraup keuntungan! 2. Stop liberalisasi kesehatan! 3. Stop monopoli tanah, politik upah murah, dan liberalisasi kesehatan yg menjadi ancaman kesehatan rakyat! 4. Berikan jaminan kesehatan rakyat sejati (bukan asuransi).

     Dalam penyampaian Orasi oleh salah satu anggota Front Mahasiswa Nasional memapaparkan bahwa saat ini pemerintah Indonesia tengah diambang kebobrokan tanggung jawab kepada rakyatnya. Pasalnya, program BPJS hanyalah sebuah perusahaan bentukan pemerintah yang tujuannya tidak lain untuk memperoleh keuntungan. Padahal, Pelayanan Kesehatan sejatinya adalah tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya sebagaimana termaktub dalam pasal 28H ayat 1 UUD 1945. Itulah mengapa massa aksi FMN dengan lantangnya mengkampanyekan kepada massa luas bahwa hingga saat ini pemerintah sebagai organ pemerintah yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat Indonesia ternyata masih lalai akan tanggung jawab, atau lebih tepatnya mengalihkan tanggung jawab.

Sumber : Wartawan Jepri Sitohang
Harian Central


Editor : Jefri Boy 
Share it:

Central kota

Nasional

Post A Comment:

0 comments: