DPRDSU: 2 Kubu UISU Punya Legalitas Sah

Share it:

MEDAN | CENTRAL
Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Penyelamat UISU (FMP UISU) berakhir mengecewakan pengunjuk rasa.

Pasalnya Muchrid Nasution, Ketua Komisi D yang menerima aspirasi mereka menuding bahwa massa disuruh oleh oknum tertentu dan tindakan mereka justru memperkeruh konflik di UISU. 



"Ini kepentingan seseorang yang tidak masuk dalam yayasan di dua pihak itu. Sekarang begini saja, kalau kalian mau selesai kuliah, akan saya bantu. Mau (tamat) dari kubu yang mana, bisa saya bantu," ajak Muchrid Nasution, menanggapi aksi massa pada, Selasa (19/4/).

Sebelumnya Muchrid juga mengatakan bahwa dirinya adalah cucu pendiri UISU. "M Natsir adalah kakek saya, dia yang meletakkan batu pertama pembangunan kampus UISU," tuturnya. 


Menurut Muchrid, kedua belah pihak yang bertikai sudah datang dan berdiskusi dengannya. "Kedua pihak tersebut memiliki legalitas, dua-duanya legal, sah. Satu UISU dan satu lagi UISU Al Munawaroh," terangnya. "Biarlah yang berkonflik ini tetap berkonflik, kalian janganlah terlibat konflik ini. Kasihan orang tua kalian sudah membiayai kuliah. Saya sudah pesan kepada kedua pihak (UISU) agar tidak membawa-bawa mahasiswa untuk demo," ujar Muchrid yang ditanggapi dengan cemohan oleh mahasiswa. 



Muhammad Ali, koordinator aksi, setelah menjauh dari anggota dewan menyatakan bahwa mereka sangat kecewa dengan pernyataan Muchrid yang malah fokus pada tindakan mereka, bukannya berupaya mempertimbangkan penyelesaian masalah akreditasi ijazah mahasiswa UISU.


Amatan wartawan, tuntutan awal mahasiswa adalah meminta DPRD Sumut memanggil kedua pihak UISU agar mempersiapkan akreditasi BAN-PT, sebab sesuai UU No.12 tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi, bahwa PTS yang tidak terakreditasi, tidak boleh mengeluarkan ijazah.


editor : raymond simbolon
sumber : tm
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: