Taput |Central
Hingga kini harga karet terjual di level  Rp.6000,- sampai Rp.7000,- setiap kilogramnya .Menurut petani untuk bisa menutupi biaya produksi harga karet idealnya  diatas Rp.10.000 per kilogram.

3 (tiga ) tahun lalu  harga  karet mencapai puncaknya Rp.22.000,--kg, selanjutnya  anjlok menjadi  Rp.4000,- perkilogram.” Itu  harga tiga tahun lalu ,dua tahun terakhir bermain diangka  4000 hingga 4.500,-, kata  M Hutabarat  petani karet  di  Adian Koting  kepada Central.


Humisar Silalahi Camat Adiankoting akui ,melorotnya harga karet menjadi Rp.4000,- sampai 4500 perkilogram dua tahun lalu dikecamatan Adiankoting memicu keprihatinan bagi petani karet dan puncaknya  membuat petani karet enggan beraktivitas mengusahai pohon karetnya.  

Akibatnya  menurut  camat,  produksi karet  menukik dari sedikitnya 15 ton setiap minggu,menjadi  hanya 3 sampai 3,5 ton.  Petani  tak lagi bergairah melakukan”penderesan”untuk  mengambil getah karet. Hal itu dibenarkan M Hutabarat.

Bulan-bulan terkahir ini, harga jual karet merangkak  naik  menjadi 7000 rupiah. Naiknya harga karet  belum mampu  mendorong petani karet  secara serius mengolah pohon karetnya.


M.Hutabarat  didampingi,Hutagalung sesama petani karet di Adiankoting mengatakanidealnya harga karet  agar bisa memberi untung  bagi  petani harus diatas Rp.10.000,- /perkilogram.(Moko/udut/Tony)


Editor : Raymond simbolon
Sumber : harian central
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours