MEDAN | CENTRAL
Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD SU) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut (Gubsu) Jalan Diponegoro Medan, Kamis (28/4).

Dalam orasinya, buruh menuntut penghapusan sistem kerja kontrak dan menolak PP No 78 tahun 2015. 

Meski hujan deras mengguyur, para buruh di Medan tetap melangsungkan unjuk rasa, para buruh tak peduli dengan hujan. Bahkan mereka hendak mendobrak gerbang kantor gubernur lantaran Plt Gubsu Erry Nuradi tak kunjung menyambut kedatangan mereka.


Karena mereka mengancam, para personel Satpol PP pun langsung pasang badan untuk menahan dobrakan massa buruh.

Kaum buruh juga keberatan atas statement Wakil Ketua Apindo, NG Pinpin yang mengatakan, bahwa para buruh yang berdemo adalah pemalas.

Kita kasih opsi sama Plt Gubernur bang, dia hadirkan Wakil Ketua Apindo dihadapan buruh atau dijemput paksa dari Kantor Apindo ataupun dari rumah pribadinya, ucap koordinator aksi.  

Para buruh yang berdemonstrasi diajak berdialog oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Bukit Tambunan di salah satu ruang Kantor Gubernur.

Pantauan wartawan, ada sekitar sepuluh buruh yang diajak masuk ke dalam gedung kantor gubernur. Meski sudah diajak dialog, para buruh masih tetap panas dan berbicara keras-keras.

"Kami tersinggung ini. Kami muak sekali dengan pemerintah ini," teriak salah seorang buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).


Selain Disnaker Sumut, dialog tersebut juga dihadiri oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan. Aksi buruh ini dikawal aparat kepolisian. Akibat aksi ini, kawasan Jalan Diponegoro Medan depan kantor Gubernur macet. (mar)

editor : raymond simbolon
sumber : hariancentral
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours