Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Hasilkan Guru Inovatif

Share it:

MEDAN | CENTRAL 
Lomba apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) pen­didikan anak usia dini, non­formal dan informal (PAUDNI) berprestasi 2016 diharapkan akan hasilkan guru inovatif. Dengan demikian bisa mendidik masyarakat untuk menjadi insan berguna.


“Melalui ajang tersebut tidak hanya hasilkan guru inovatif tapi juga memiliki kecakapan atau skill dan memberikan pro­duktivitas yang nyata bagi peserta didiknya,” harap Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis pada aprapresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2016 di Hotel Grand Antares Jalan SM Raja Medan, kemarin.

Disebutkannya, Disdiksu mem­­beri perhatian luar biasa terhadap PAUDNI melalui prog­ram yang dibangun guru dan tenaga kependidikan (GTK) PAUD dan pendidikan masyarakat (Dikmas), yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi PTK PAUDNI.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi GTK PAUD dan Dikmas dalam berkarya, be­rinovasi dan berprestasi dalam mendukung pelaksanaan tugasnya,” ungkap Arsyad di­dam­pingi Kepala Bidang Pe­ngen­dalian Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Disdiksu, Suwardi SE MAP.

Menurutnya, apresiasi PTK Paudni 2016 dalam upaya mem­berikan penghargaan kepada PTK Paudni berprestasi sekaligus sebagai media penggalian po­tensi dan pengembangan karya inovatif dengan harapan dapat meningkatkan mutu, pro­fe­sionalisme dan sebagai media aktualisasi dari PTK PAUDNI.

Dijelaskannya, untuk me­num­buhkan budaya membaca dan menulis (literasi) tidak hanya dilakukan pada pendidikan for­mal saja, namun lebih dari itu pendidikan non formal dan in­formal juga menjadi sasaran peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Surabaya.

Sementara itu, Kabid PMPTK Disdiksu Suwardi SE MAP men­yebutkan, kegiatan yang ber­langsung hingga, Jumat (15/4) tersebut diikuti peserta dari 33 kabupaten dan kota di Sumut. Disebutkannya, kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang mulai seleksi dari tingkat ka­bupaten/kota, provinsi dan n­a­sional untuk 16 kategori atau jenis lomba.

“Pemenang pertama tingkat provinsi menjadi peserta apresiasi tingkat nasional dan belum pernah menjadi juara pertama tingkat provinsi dalam ajang yang sama pada tahun sebelumnya atau apresiasi jenis apapun,” ungkap Suwardi.

Kegiatan ini, kata Suwardi, diselenggarakan untuk mem­berikan penghargaan dan mening­katkan mutu pembinaan serta penyebarluasan hasil karya PTK PAUDNI. 

Selain itu untuk meningkatkan 5 K (Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas dan relevansi, Kesetaraan dan Ke­pastian memperoleh layanan pendidikan).
Untuk peringkat pemenang ditetapkan peringkat 1 hingga 3 dengan memperoleh peng­hargaan dari Gubernur. Se­dangkan peringkat 4 hingga terakhir mendapatkan sertifikat peng­hargaan dari Kadisdik Sumut. Sementara untuk juara umum adalah perolehan peringkat 1 terbanyak dari semua jenis apresiasi.(Pul)

Editor : Raymond simbolon
Sumber : harian central
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: