SMP dan SMA Kristen Masehi Namorambe Berkontribusi Perangi Narkoba

Share it:
SMP dan SMA Kristen Masehi Namorambe Berkontribusi Perangi Narkoba

MEDAN | CENTRAL
Kepala Sekolah SMP dan SMA Kristen Masehi Namorambe Kabupaten Deliserdang Drs Best Ginting menyatakan pihaknya berkontribusi terhadap upaya Pemerintah khususnya aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat terutama di lingkungan sekolah yang merupakan tempat para siswa menuntut ilmu pengetahuan. "Saya setuju sekali Indonesia sudah darurat narkoba. Dan kita tidak diam, kok. Kita juga selalu dan tak bosanbosannya mengingatkan dan mengawasi anak-anak di sekolah akan bahaya narkoba. Namun, tentunya peran orang tua jauh lebih besar ketimbang kita. Karena, waktu kita bersama anak-anak kan lebih singkat," katanya kepada Central di Medan, Senin (21/3).


Hal ini dikatakannya menanggapi pernyataan Presiden RI, Ir H Joko Widodo, bahwa negara Indonesia berstatus darurat narkoba dan adanya pernyataan Kombes Pol Rudi Tranggono, Kepala BNN Sumut, bahwa jumlah pengguna narkoba di kalangan remaja yang notabene pelajar terus meningkat di Sumatera Utara khususnya kota Medan. Menurut Drs Best Ginting yang juga anggota BNNK ini, setiap upacara yang dilaksanakan rutin hari Senin, dia selaku kepala sekolah selalu mengingatkan kepada seluruh siswa dan para guru agar tidak memakai atau pun mengkonsumsi narkoba baik jenis apa pun. "Saya katakan, jangan ada niat untuk memakainya. Termasuk coba-coba. Karena, sekali terjerat, maka yang menanggung akibatnya bukan hanya diri kita pribadi, tapi juga anak, kakak, adik dan orang tua kita ikut menderita. Karena, dari mass media baik cetak maupun elektronik sering kita baca maupun dengar dan lihat seorang anak tega membunuh orang tua kandungnya gara-gara tidak diberi uang untuk membeli narkoba. Nah, bayangkan kalau hal seperti itu sampai terjadi pada diri kita. Maka saya selalu pesankan kepada anak-anak maupun para guru agar menjadi "polisi" sendiri dalam hal memerangi narkoba," jelasnya.

Selain selalu aktif mengingatkan para siswa dan para guru agar menjauhi narkoba, lanjutnya, atas kesepakatan dengan pihak yayasan, dia juga aktif melakukan razia mendadak terhadap isi tas para siswa. "Ternyata razia mendadak itu sangat efektif. Anak-anak tidak akan ada yang berani menyimpang barang atau benda-benda terlarang di dalam tasnya. Karena, kalau sampi ada, maka kita akan memanggil orang tuanya. Dan kalau barang atau benda itu narkoba kita akan langsung keluarkan siswa yang bersangkutan. Kita tidak mau gara-gara ulah satu atau dua orang anak, yang lain ikut rusak. Tegasnya, tidak adalah tempat bagi anak yang memakai narkoba di SMP dan SMA kristen Masehi Namorambe," sebutnya sembari menyatakan seluruh siswanya sudah menjadi relawan anti narkoba. Ditambahkannya, pihaknya juga selalu aktif menggalakkan kegiatan ekstra kurikuler selain melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti BNN Provsu, sehingga menjauhkan pikiran negatif anak-anak maupun para guru dari penyalah gunaan narkoba baik terhadap dirinya pribadi, maupun terhadap keluarga dan temantemannnya.(wan)
Share it:

Central daerah

Post A Comment:

0 comments: