Pelaku Tabrak Lari dikenakan denda Rp 75 Juta

Share it:


 JAKARTA | CENTRAL
Tabrak lari menunjukkan bahwa pelaku tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap korbannya. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang melakukan aksi tabrak lari, salah satunya dengan alasan takut karena pertimbangan keamanan., kemudian dia tidak tahu harua berbuat apa atau memang ingin lepas dari tanggung jawab hukumnya.

"Bagi mereka yang terlibat dalam kecelakaan kemudian tidak melakukan tindakan menghentikan kendaraan, memberikan pertolongan kepada korban, melaporkan ke polisi dan memberikan keterangan ke polisi, merupakan tindak pidana kejahatan seperti tertuang dalam Pasal 231 UU No 22/2009 tentang LLAJ," jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Rabu (30/3).

 Pelanggaran terhadap Pasal 231 tersebut, sesuai ketentuan Pasal 312 UU No 22/2009 tentang LLAJ, sanksinya dapat dipidana penjara maksimal 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp75 juta.

Budiyanto mengimbau agar masyarakat pengguna jalan memiliki kesadaran akan hal ini. Kepada masyarakat yang melihat peristiwa tabrak lari, juga diimbau untuk mencatat identitas kendaraan yang melakukan tabrak lari agar polisi dapat mengejar si pelaku.

"Diharapkan kepada seluruh masyarakat yang terlibat kecelakakaan melakukan langkah-langkah dimaksud dan mengingat atau mencatat identitas ranmor lain yang terlibat untuk memudahkan atau membantu aparat untuk mengejar pelakunya. Tunjukan tanggung jawab kita sebagai warga yang baik," pungkasnya.

Editor : Raymond Simbolon

Sumber : dt
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: