Menyikapi 6 Bulan Pangulu Tak Gajian di Simalungun MEMILUKAN dan MEMALUKAN

Share it:
Catatan : Hamonangan Simbolon, Wartawan Harian CENTRAL

HATI siapa tidak tersayat mendengar Pangulu Nagori di Simalungun sudah 6 bulan tidak gajian tanpa alasan yang jelas sehingga 1.300-an orang jajaran Pangulu Nagori se Kabupaten Simalungun melakukan aksi demo baru-baru ini di Kantor Bupati Simalungun dengan tuntutan agar gaji/honor segera dibayarkan oleh Pemerintah Kabuten Simalungun. Semua orang tahu Pangulu Nagori dan jajarannya adalah ujung tombak penyelenggara pemerintahan yang honornya digelontorkan melalui APBD Tingkat II dengan standart penggajiannya dibawah UMR, tapi itupun tidak lancar seperti saat ini terhitung sejak September hingga demo terlaksana para penyelenggara pemerintahan di tingkat desa itu belum menerima honor, tentu sangat memilukan.


Sadar atau tidak sadar petinggi di Simalungun dibawah kendali DR Ir Binsar Situmorang selaku Pj Bupati Simalungun yang sampai saat ini tampaknya tidak bisa berbuat apa-apa sementara seperti yang diketahui pemerhati pembangunan sos yang memiliki segudang pengalaman dalam hal penyelanggaraan pemerintahan
yang digolongkan sukses yaitu dari sejak DR Ir Binsar belum lama masuk PNS telah menduduki jabatan strategis di berbagai instansi tingkat Kabupaten/Kota Sumatera Utara hingga menduduki beberapa jabatan Eselon II di Pemprovsu. Hal ini tentu merupakan perjalanan karir yang sangat baik dari DR Ir Binsar  Situmorang. Tapi bila melihat kenyataan yang dialami oleh 1300-an orang Pangulu Nagori  dan jajarannya tidak gajian sudah berjalan 6 bulan saat  pemerintahan Kabupaten Simalungun dikomandoi DR Ir Binsar Situmorang tampaknya tidak bisa diselesaikan, tentu hal ini sangat memalukan buat penyelenggaraan
pemerintahan di Kabupaten Simalungun. Dengan tidak gajian 1.300- an orang Pangulu Nagori sampai 6 bulanan, apakah ini bukan merupakan kegagalan penyelenggaraan pemerintahan di Simalungun yang notabene saat ini DR Ir Binsar Situmorang
selengkapnya baca di Harian Central hal.1 terbit16 Maret 2016

editor : raymond simbolon
sumber : Harian Central 
Share it:

Central daerah

Post A Comment:

0 comments: