Indonesia Pembalak Hutan Kedua Terbesar Dunia

Share it:
Dr Azizah Hanim Nasution MEd MHum
Indonesia Pembalak Hutan Kedua Terbesar Dunia
Hutan Sebagai Paru-Paru Dunia Harus Diselamatkan

MEDAN | CENTRAL
Dr Azizah Hanim Nasution MEd MHum mengatakan, hutan sebagai paru-paru dunia harus diselamatkan, dijaga, dirawat, dan dipelihara kelestariannya secara bersamasama, antara pemerintah dan masyatakat,
sehingga hutan indonesia tetap lestari. Data dari Algor Tahun 2010 menyebutkan, ada 10 negara pembalak hutan terbesar di dunia dan Indonesia termasuk di urutan kedua setelah Brazil dengan luas hutan yang dibalak 4,624,322 hektar. Sementara Brazil 7,667,69 hektar. Menurutnya, angka ini tidak tertutup kemungkiban
akan terus bertambah apabila kepedulian dan aksinyata dari semua pihak untuk menghentikan praktek pembalakan hutan yang dilakukan oknum-oknum yang tak bertanggingjawab tidak segera dihentikan.

Terkait pembalakan hutan di kawasan Danau Toba sebagaimana dilansir Central, Azizah menilai bahwa perbuatan pembalakan hutan di kawasan itu sangat disayangkan. "Karena dampak dari suatu pembalakan hutan akan menimbulkan penyusutan air Danau Toba sebagai salah satu daerah wisata bertaraf internasinal,"
katanya. Azizah memberi contoh betapa penting dan berharganya satu batang pohon bagi kehidupan seseorang. "Satu orang butuh dua pohon untuk bernafas dalam satu hari," kata Azizah. Di samping akan terjadi penyusutan air, juga akan rentan erosi, tanah gersang, dan pemanasan sekitar kawasan
hutan yang ditebang akan terjadi. Pohon, kata Azizah, akan menyerap CO2 (karbon) dan mengeluarkan O2 (oksigen) yang bersih dan itulah yang dihirup oleh manusia setiap hari. Kalau pohon ditebangi
dan terjadi penggundulan hutan maka CO2 akan menyedot air yang ada di sekitarnya dan pada akhirnya air itu akan nenyusut dan habis. Oleh karena itu, Azizah mengajak semua pihak agar secara berjemaah memikirkan dan melestarikan serta merawat hutan dan pohon agar tetap tumbuh berkembang sebagai paru-paru dunia. Dan bagi oknum-oknum pembalak hutan jika terbukti melakukan pembalakan agar diberi saknsi berat dan denda maksinal. "Karena akibat perbuatannya menggunduli hutan akan menyusahkan banyak orang baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang," katanya. Dikatakan, jika satu batang
pohon ditebang, maka akan merusak pululuhan pohon kecil di sekitarnya. "Dan sebatang pohon yang kita
tanam hari ini membutuhkan waktu puluhan tahun supaya tumbuh besar," sebutnya

editor ; raymond simbolon
sumber : wawancara dengan Dr Azizah Hanim Nasution MEd MHum
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: