Dugaan Korupsi di Satpol PP Provsu Dilaporkan ke Poldasu

Share it:
MEDAN | CENTRAL
Terkait kelebihan dana gaji anggota Satpol PP yang selisihnya berkisar sebesar Rp1,9 miliar, akhirnya dilaporkan Ketua Umum LSM GERTAK (Gerakan Anti Korupsi) Sumut ke penyidik Polda Sumut.


“Benar, telah kita laporkan ke penegak hukum”, ujar Hendra Hutagalung seraya memberikan bukti copy surat lapor dengan No 158/Laporan/LSM-GERTAK/2016 ke kantor Redaksi Harian CENTRAL yang diterima langsung redaksi, Kamis (17/3). Surat laporan dugaan korupsi itu ditujukan ke Direktur Ditreskrim Polda Sumut dan diterima oleh staf Bamin R Bakkara pada, Rabu (17/3). Menurut Hendra, laporan disampaikan disebabkan ada kecurigaan terhadap pihak Pimpinan Satpol PP dalam penggunaan anggaran gaji anggota yang selisihnya sebesar Rp1,9 miliar tanpa keterangan dalam dokumen kontrak dengan perusahaan rekanan yakni PT Delta
Masyarakat Mandiri selaku pemenang tender jasa tenaga anggota Satpol PP diPemprovsu berjumlah 144  personil. Selain itu, pihaknya sangat kesal atas surat konfirmasi LSM pada 10 Januari 2016 yang sampai hari ini belum ada menerima surat jawaban dari pimpinan Satpol PP Provsu itu. Konfirmasi itu kan wajar, bahwa kami selaku warga Negara berkewajiban mengkontrol pejabat pengguna anggaran Negara. Upaya surat konfirmasi LSM tidakdibalas, maka dengan terpaksa menyampaikan laporan ke penyidik Polda Sumut, ujar Hendra. Agar dugaan korupsi itu diperiksa dan diusut. Sebelumnya LSM pertanyaankan, kemana selisih Rp2 miliar dari pagu anggaran senilai 4.991.051.647,00 sesuai kontrak antara penyedia anggaran denga rekanan. Secara rinci kalau dihitung, 144 personil x Rp 1800.000/bulan =Rp 3.110. 400.000 ; Jadi 4.991.051.647,00 – 3.110.400.000 maka jelas berselisih sebesar lebih kurang Rp 2 miliar. Jadi kegunaan selisih biaya itu yang dipertanyakan. Sebab dalam kontrak disebutkan hanya pendanaan gaji anggota Satpol PP. Tidak ada diuraikan kebutuhan dana untuk yang lainnya,
selengkapnya baca di harian Central (hal 12) terbit tanggal 18 Maret 2016 
editor   : raymond simbolon
sumber : harian central
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: