50 Orang Diperiksa Terkait Bansos Rp100 M di Simalungun

Share it:
SIMALUNGUN | CENTRALHARIAN.COM
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kejari) Simalungun Parada Situmorang di ruang kerjanya kepada Central, Selasa (15/3) mengatakan, sudah 50 orang diperiksa untuk diminta keterangan terkait penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) dan hibah Pemerintah Kabupaten Simalungun tahun 2012,2013 dan 2014 yangdiperkirakan Rp100 miliar.

Menurut Parada, pihaknya ingin mengetahui secara detail mekanisme apa yang dilakukan Pemkab Simalungun dalam penyaluran dana Bansos dan hibah. Sehingga dana tersebut menyeberang ke kabupaten/kota diluar Pemkab Simalungun, atau sudah sedikit orang miskin di Kab Simalungun sehingga dana menyeberang ke kabupaten/kota diluar Kabupaten Simalungun, cetus Parada.

Faktanya, bahwa dana Bansos dan hibah itu ada disalurkan di kabupaten/kota tetangga diluar Kabupaten
Simalungun seperti Kabupaten Karo, Tebingtinggi dan Pematangsiantar. Artinya pelaksanaan di lapangan ada yang menyeberang, ini yang tidak sesuai dengan Permendagri No 32 tahun 2011 pasal 6 ayat 2 junto Permendagri 39 tahun 2012 tentang pemberian dana Bansos dan hibah yang bersumber dari APBD, sebut
Kasi Pidsus. Parada membenarkan adanya pemanggilan terhadap 8 anggota badan anggaran (Banggar) DPRD Simalungun periode 2009-2014 yang hadir hanya 5 orang, yaitu 2 orang dari Partai Golkar, 2 orang dari Demokrat dan 1 orang dari PDIP. Yang anehnya, justru mereka anggota banggar saat itu tidak mengetahui penganggaran dana tersebut.

Artinya, anggota banggar DPRD Simalungun tidak mengetahui kemana dana bansos dan hibah dialirkan. Menurut aturan Permendagri tersebut anggota DPRD juga harus tahu kemana dana bansos dan hibah disalurkan. Justru ketika ditanya kepada mantan badan anggaran DPRD Simalungun, justru tidak mengetahui kemana aliran bansos tersebut. Mereka hanya memberi alasan karena pihak eksekutif tidak menyerahkan perincian dan tidak ada menerima hasil rekapitulasi penggunaanya.
(selengkapnya baca di harian central hal 1, terbit tanggal 16 Maret 2016).

Share it:

Central daerah

Post A Comment:

0 comments: