120 Calon Dosen Tetap UMSU Ikuti Seleksi

Share it:
MEDAN | CENTRAL
Memenuhi rasio kecukupan dosen yang ditetapkan dalam peraturan kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) seleksi 120 peserta calon dosen tetap. “Seleksi calon dosen tetap itu sebagai bentuk komitmen universitas untuk terus melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan,” kata Rektor UMSU, Dr Agussani MAP di kampus tersebut, Kamis (17/3).

Disebutkannya, ke 120 calon dosen tetap itu merupakan pelamar yang telah lolos dalam seleksi berkas administrasi yang diikuti 530 orang. Seleksi yang dilaksanakan selama tiga hari di gedung pasca sarjana Jalan Denai Medan itu merupakan pemenuhan rasio kecukupan dosen sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri pendidikan No 234/U/ 2000 dan SK Dirjen Dikti No.108/Dikti/Kep/2001 serta Permendikbud No.49 tahun 2014 tentang sistem nasional pendidikan. Dijelaskan Agussani, sebagai perguruan tinggi yang
saat ini telah terakreditasi B, namun bukan berarti sudah merasa puas dengan pencapaian itu. Artinya, pihaknya secara bertahap akan menjawab kepercayaan yang diberikan masyarakat dengan peningkatan pelayanan pendidikan dan kualitas kelulusan, sehingga mampu bersaing dan menjawab tantangan masa depan. Seleksi calon dosen tetap UMSU dilakukan dengan melibatkan tim independen, sehingga diharapkan menghasilkan dosen yang memenuhi kebutuhan dan standard kualitas. “Keberadaan tim independen dalam proses seleksi calon dosen tetap juga untuk menjamin objektivitas hasil seleksi yang dilaksanakan,” katanya.
Dari 120 calon dosen itu, lanjut Agusani, nantinya akan dipilih 50 orang untuk ditempatkan di program studi
akutansi, manajemen, ilmu hukum, pertanian, pendidikan matematika, pendidikan bahasa Indonesia.

Selain itu juga penempatan untuk dosen di program studi bimbingan konseling, pendidikan akuntansi, teknik
sipil, teknik mesin, teknik elektro, ilmu komunikasi, perbankan syariah/keuangan, pendidikan anak usia
dini/PGRA. Menurutnya, mereka yang mengikuti ujian seleksi lanjut tersebut adalah yang lolos
administrasi yakni memenuhi kualifikasi pendidikan S2 atau S3 linear, tidak terdaftar di homebase atau
memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) di perguruan tinggi lain. Peserta seleksi dosen tetap ini juga
tidak bersertifikasi guru, tidak memiliki nomor unik pendidikan tenaga kependidikan (NUPTK).
Ketua tim penguji, Prof Dr Sumarno MPd mengatakan, seleksi meliputi praktek pembelajaran, Al-Islam Kemuhammadiyahan dan psikotes. Dalam praktek pembelajaran, sebagai seorang dosen harus bisa menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa
dan dapat melaksanakan pembelajaran. (Pul)

editor : Raymond Simbolon
sumber : Harian Central
Share it:

Central kota

Post A Comment:

0 comments: