TRENDING NOW

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

KARO, Centralonline: Sebanyak 39 guru tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Tiganderket, tidak menerima tunjangan khusus akibat erupsi Sinabung dari Pemerintah Pusat. Namun para guru SMA Negeri 1 Tiganderket sudah menerima tunjangan tersebut dan para guru SD di Kecamatan Tiganderket juga sebagian telah menerimanya.

Kepala SMP  Negeri 1 Tiganderket Perukuren Perkasa Meliala didampingi guru kepada Centralonline Rabu (21/9) mengatakan, data Dapodik dari Sekolah telah dikirim ke Pemerintah Pusat melalui Operator Sekolah. 

Karena  sekian lama tunjangan ini belum juga diterima, maka para guru sudah pernah menanyakan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karo di Kabanjahe.  Setelah di cek   di Dinas Pendidikan dengan salah seorang Pegawai  yang membidangi itu melalui Internet  ternyata tidak terdata.

Dia berharap, supaya Pemerintah Pusat agar memperhatikan keluhan kami ini dan bila memberikan tunjangan   tenaga pendidik dampak erupsi Sinabung berlaku adil atau merata. 

Sekolah kami juga terkena dampak erupsi Sinabung, kenapa  guru kami tidak menerima tunjangan. Sedangkan para  guru SD dan SMA di Tiganderket mendapat tunjangan tersebut, terjadilah kecemberuan sosial diantara kami, katanya. *pro

Kepala SMPN 1 Tiganderket Perukuren Perkasa Meliala di damping guru di ruang kerjanya. *Centralonline/proklamasi ginting
Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
MEDAN, Centralonline: Mendapat  informasi dari masyarakat adanya peredaran narkoba,  tim Mapolsek Medan Baru berangkat ke Jalan Karya utama, atau  belakang rumah kosong, dibawah pohon dekat pinggir sungai. Kamis (22/9) siang pukul 12.45 WIB.

Dari hasil informasi tersebut, hasil pantauan awak media dilokasi tampak, Kepolisian terlebih dahulu koordinasi dengan Kapolsek, sesampai di TKP. Tim langsung menggerebek areal jalan tersebut.

Terdapatlah empat orang pemuda sedang transaksi  narkoba jenis sabu yang diduga membeli narkotika. Ketika tim menghampiri, sontak ketiganyapun lari meloncat kedalam sungai.

Namun sayang Irwan Wijaya (33) warga Jalan Brigjen Katamso No 75, tidak berhasil melarikan diri, hingga pelakupun di borgol. Beserta Barang Bukti (BB). Berupa dua alat timbangan elektronik, lima mancis, satu gunting, satu buah bong dan empat pipa kaca.

Warga Jalan Karya Utama yang melihat kedatangan Polisi dengan memakai baju preman itu, membuat warga geger. Dan berhamburan keluar untuk melihat situasi penggerebekan tersebut.

" Kami kira ada teroris dek, rupanya orang narkoba ditangkap. Baguslah biar gak ada narkoba lagi disini kan." Ucap Jamal dan Ibnu warg sekitar.

Terpisah, Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic yang dikonfirmasi Centralonline mengatakan, masih mengejar pelaku diduga pengedar.

"Satu lagi yang kita ingin cari berinisial D. Saat penggrebekan berlangsung, yang bersangkutan kabur." Katanya. *mrh

.

Attachments area
 Irwan Wijaya Baju Hitam Diamankan Saat Pengerebekan
Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
MEDAN, Centralonline: Diduga sebagai tempat peredaran narkoba, petugas Polsek Helvetia menggerebek rumah kontrakan di Jalan Balai Desa, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (22/9) siang.
.
Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan tiga orang pria yang diduga sebagai pengedar sabu. Mereka yaitu YAL (27) warga Jalan Tanjung Permai Raya No.299 A Tanjung Gusta Medan, VA (23) dan MU (42) keduanya warga Jalan Balai Desa No 45 Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia.

Dari tangan mereka, petugas mengamankan barang bukti empat plastik klip sabu, satu timbangan elektrik dan alat isap sabu.

Kapolsek Helvetia Kompol Hendra Eko Tri Yulianto SH Sik melalui Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu Herisson Manulang mengatakan, penggerebekan ini berasal dari laporan masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas peredaran narkoba di lokasi itu.

Petugas yang mendapat laporan ini kemudian menindaklanjutinya dan bersama Muspika Helvetia kemudian mendatangi lokasi yang dimaksud untuk selanjutnya dilakukan penggeledahan.

“Dari penggeledahan yang dilakukan petugas, ada tiga orang yang diamankan beserta barang bukti narkoba dan timbangan elektrik. Untuk pemeriksaan selanjutnya, ketiganya dibawa ke Polsek Helvetia,” ujar Herison saat dikonfirmasi. 

Dia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penggerebekan narkoba di sejumlah lokasi padat penduduk di wilayah Polsek Helvetia. *mrh





 Barang Bukti Saat Penggerebekan
Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

MEDAN, Centralonline: Permintaan darah segar oleh masyarakat yang membutuhkannya sekarang ini relatif tinggi di Kota Medan, Tingginya permintaan darah itu tidak  terlepas dengan kebutuhan darah di Kota Medan yang mencapai 3.500 perkantong/Perbulan

Meski tinggi, namun untuk kebutuhan darah di kota Medan mencukupi, disebabkan  masih tingginya minat masyarakat untuk mendonorkan/menyumbangkan darahnya datang ke Kantor Sekretariat PMI Kota Medan muapun melalui bus keliling PMI yang beroperasi hampir setiap harinya di sejumlah lokasi di Medan,

Demikian dikatakan Ketua PMI Medan melalui Wakil Kepala UTD Palang Merah Indonesia Medan Hanin Dito kepada Centralonline di Sekretariat PMI Medan Jalan Perintis Kemerdekaan No.37. 

Dikatakan tingginya minat masyarakat mendonorkan darahnya ke PMI Medan ini, terbukti tingginya pendonor yang menyumbangkan darahnya. Bahkan dalam kurun selama satu bulan saja pendonornya mencapai 4.000 orang atau perhari rata-rata ada sekira 80 orang kesemuanya pendonor berasal dari warga kota medan.

"Kebanyakan pendonor yang mendonorkan darahnya mereka yang berusia produktif antara 30-50 tahun," katanya seraya menambahkan adapun usia yang bisa untuk mendonorkan darah antara 18-60 tahun.

Dikatakannya, sekarang ini yang paling banyak mendonorkan darahnya adalah pendonor rutin yakni pendonor berasal dari kalangan keluarga yang jumlahnya mencapai 97 persen. Sementara itu untuk pendonor sekunder jumlah masih kecil yang baru mencapai 3 persen. "Kita harapkan setiap tahunnya pendonor ini semakin banyak," tuturnya.

Menurut Hanin, darah yang didonorkan masyarakat kepada PMI digunakan kembali kepada masyarakat yang membutuhkannya dengan cara menjualnya seharga Rp360 ribu per cc, yang mana hasil penjualanan darah itu, adalah sebagai uang penganti pengolahan darah..

Kepada para warga yang ingin mendonorkan darahnya ke Kantor PMI Medan maupun mobil keliling PMI bisa datang langsung, namun sebelum diambil darahnya mereka terlebih dahulu harus mendapatkan pemeriksaan dari petugas donor. "pendonor tidak dipunggut biaya apapun," tuturnya.

Dikatakan ada berbagai manfaat donor darah ? dimana kesehatan kita akan terkontrol, menjadi lebih sehat, menghilangkan pegal, memperlancar peredaran darah, memperoleh rasa segar dan hilangnya rasa berat, mengurangi resiko hypertensi, penyakit  jantung dan kolestrol serta menurunkan berat badan.  

Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan darah, Raymond Simbolon SH MH selaku Pemimpin Umum Centralonline menyumbangkan darahnya "Ini yang pertama kali saya mendonorkan darah, mudah-mudahan darah ini dapat berguna bagi masyarakat yang membutuhkan.'katanya.

Disebutkannya, bagi pendonor pemula baru efek yang dialami daripada donor itu, badan kita terasa berat. dan nafas terasa ngos-ngosan seperti baru berolahraga berat. Namun keadaan ini haya sementara dan berangsur-angsur badan kembali terasa lebih segar setelah istirahat.

Raymond Simbolon SH MH selain PU Centralonline juga sebagai Wakil Pemimpin Umum di Harian CENTRAL berharap, antara PMI Medan dan Harian CENTRAL bisa menjalin kerjasama khususnya didonor darah apalagi Harian CENTRAL merupakan media cetak yang dekat dengan segala lapisan masyarakat. *pul


Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
PEMATANGSIANTAR, Centralonline:  Uskup Agung Medan, Mgr DR Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap dan Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto SH menutup acara Sinode ke-6  secara simbolis di Gereja Santo Yosef Jalan Kain Batik Pematangsiantar berjalan lancer,  baru-baru ini.

Wakapoldasu maupun Uskup Agung Medan  menyampaikan, bahaya narkoba bagi kelangsungan umat. Narkoba sangat merusak terutama generasi muda. narkoba harus dijauhkan dari kehidupan. Gereja sebagai keluarga kecil harus menjadikan narkoba sebagai musuh, dijauhi dan diberantas.

Adhi Prawoto memaparkan, berbagai program yang telah disusun Presiden Jokowi yang disebut sebagai nawa cita, dijelaskan secara rinci didepan ribuan umat Katolik. Usai paparan beliau memberikan kuis kepada Suster dan Pastor yang dapat mejawab pertanyaan tentang program nawa cita tersebut diberikan Rp 7500000.

Wakapoldasu menambahkan, “Untuk memberantas narkoba memang cukup sulit, dan ini bukan hanya tugas pihak polisi saja untuk memberantasnya. Kita harus bekerjasama ini merupakan tugas bersama untuk menyelamatkan bangsa dan negara kita ini, Ego sektoral harus dihilangkan dalam memberantas narkoba, ujarnya.

Turut hadir berbagai pejabat daerah yaitu Jumsadi Damanik selaku Pejabat Walikota Pematangsiantar, Bupati Pakpak Barat Remigo Yalando Berutu dan beberapa anggota DPRD.

Syukur disini tidak ada Suster dan Pastor yang terlibat narkoba. Narkoba adalah penjahat luar biasa yang sudah menggerogoti sendi-sendi kehidupan dan dibutuhkan kerjasama dari rohaniawan Khatolik untuk memberantasnya, tegasnya.


Sementara di tempat lain, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Pansus DPR-RI), mengadakan  pertemuan diskusi untuk membangun kelembagaan Polri demi membumikan program Nawacita dan mengaktualisasikan agenda kerja Kapolri.

Reformasi internal Polri sebagai program awal merupakan syarat utama, ini sejatinya bukan tujuan melainkan landasan kondusif dan mutlak yang mesti tersedia dalam rangka pelaksanaan Program kerja dan tugas Kapolri.

Soliditas Polri menjadi sebuah program tak terbantahkan untuk diagendakan Tito. Soliditas tidak sekedar kesatuan dan keutuhan melainkan kebersamaan, kekompakan, dan kegotongroyongan civitas Polri, sehingga menjadi energi positif dan potensi dahsyat untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil kerja Polri di manapun dan kapanpun.

Soliditas Polri menjadi amat penting dan relevan untuk menjaga dan mengawal kualitas Polri dalam melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.

Program Kapolri menjadi kurang menyegarkan dan kurang meyakinkan rakyat secara umum apabila tanpa diawali dan disertai dengan reformasi Polri. Program tanpa dilandasi dan dikuati reformasi internal maka program tersebut hanya bersifat rutinitas dan formalitas.
Program akan kehilangan makna bahkan kehilangan roh apabila tidak membawa dan menumbuhkan perspektif serta orientasi perubahan institusi dan jajaran Polri yang kehadirannya bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. *gan