TRENDING NOW

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
TEKS FOTO: Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM, Wakil Bupati Ir Juang Sinaga, Ketua DPRD Rismawati Simarmata, memotong Kue Ulang Tahun Kabupaten Samosir ke 13 di Tanah Lapang Pangururan. *hariancentral.com-Jonri Naibaho

SAMOSIR-hariancentral.com: Pesta perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Samosir ke 13 diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dan perayaan tersebut berjalan lancer, aman dan tertib di lapangan Kecamatan Panguruan.Senin (27/2)

Tokoh masyarakat  yang juga mantan Bupati Samosir, Ir Mangindar Simbolon mengucapkan  syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dapat berkumpul disini untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kabupaten Samosir ke 13, berharap 2020 Samosir menjadi daerah pariwisata Inernasional.

Bupati Samosir, Drs Rapidin Simbolon MM mengatakan pembangunan terusan Tanah Ponggol akan kita kerjakan dalam tahun ini, untuk pengembangan pariwisata menjadi destinasi wisata.”Melalui perayaan hari jadi kabupaten ini mari kita tingkatkan sektor pertanian demi terwujudnya kesejahteraan rakyat Samosir,” ungkapnya.

Pesta perayaan hari jadi Kabupaten Samosir ke 13, dihadiri oleh Bupati Samosir, Drs Rapidin Simbolon MM, Wakil Bupati, Ir Juang Sinaga, Kapolres Samosir  AKBP Donald Simanjuntak SH Sik, Damren Doni Hutabarat, Ketua DPRD Rismawati Simarmata, Anggota DPRD Samosir, Plt Sekdakab Tombor Simbolon, Asisten 1 Mangihut Sinaga, Kejari Pangururan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Camat se-Kabupaten Samosir, Kepala Desa se-Kabupaten Samosir, dan OKP, masyarakat setempat. *JON.


Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
TEKS FOTO: Bupati Samosir, Drs Rapidin Simbolon MM dan pimpinan R E Foundation Dr RE Nainggolan menyerahkan hadiah langsung kepada Kepala Desa Ambarita. *hariancentral.com-Jonri Naibaho

SAMOSIR-hariancentral.com: Bupati Samosir mengadakan perlombaan Kebersihan antar Desa se Kabupaten Samosir.perlombaan kebersihan tersebut diikuti seluruh Desa dengan meriah.

Pelombaan kebersihan yang diadakan Bupati Samosir antar Desa tersebut baru baru ini, dimenangkan oleh  Desa Ambarita Kecamatan Simanindo.

Desa Ambarita, meraih juara 1  dengan kategori Desa terbersih, terindah dan paling rapi diantara Desa-desa se Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir, Drs Rapidin Simbolon MM dan pimpinan R E Foundation Dr RE Nainggolan menyerahkan hadiah langsung kepada Kepala Desa Ambarita.


Dalam pidatonya Bupati Samosir sangat mengapresiasi dengan adanya perlombaan tersebut, berharap agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya masing masing. *JON
Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
TEKS FOTO: Ketua Komisi C DPRD Kota Medan Boido HK Panjaitan SH, Andi Lumbangaol SH, Zulkifli Lubis SE, Salman Alfarisi Lc MA dan Asli Mulia Rambe SH (Bayek) saat RDP di ruang Komisi C bersama pengembang Pasar Kemiri dan pegawai PD Pasar Medan, Senin (27/2). *hariancentral.com-Irwan Manalu

MEDAN-hariancentral.com: Ketua Komisi C DPRD Kota Medan Boido HK Panjaitan SH mengatakan, agar para pedagang Pasar Kemiri Medan yang belum membayarkan uang pembangunan pembangunan kios sebesar Rp12,5 juta agar membayarkan saja sewa kios tersebut. 

Karena tidak ada alasan bagi para pedagang untuk tidak membayarkan sewa kios yang telah selesai dibangun oleh pihak pengembang.

Hal ini dikatakan Boido Panjaitan usai mendengarkan keterangan langsung dari Effendi Naibaho, pengembang yang telah membangun kios dan lantai keramik di Pasar Kemiri saat rapat dengar pendapat (RDP) di ruangan komisi C DPRD Medan, Senin, (27/2).

“Kita berharap PD Pasar yang baru dapat memediasi pedagang agar permasalahan pedagang dapat segera diselesaikan. Dan apa-apa yang harus diperbaiki agar segera dibenahi dan diperbaiki. Dan bagi pedagang yang sudah menempati kios, segeralah membayar uang kios tersebut,” ujar Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini.

Effendi Naibaho, pengembang yang membangun lantai dan kios Pasar Kemiri mengatakan, pihaknya hanya membangun sesuai nilai kontrak dan sesuai konsep yang telah ditentukan oleh Kepala PD Pasar sebelumnya. 

“Sebenarnya hanya ada beberapa pedagang saja yang tidak mau membayarkan sewa kios, pedagang lainnya sudah membayar. Selaku pengembang, saya hanya diperintahkan untuk membangun lantainya, itulah makanya saya kerjakan. Kalau untuk kios yang dibangun 1,65 meter x 1,75 meter dan sudah selesai dikerjakan,” ujar Effendi.

Effendi juga menjelaskan, dari 250 pedagang pasar kemiri, yang belum membayar kios tinggal 120 pedagang lagi, dan sampai saat ini para pedagang tersebut masih tetap berjualan dan memakai kios tersebut.

Sementara itu, Andi Lumbangaol SH pada rapat dengar pendapat tersebut menyayangkan lambatnya permasalahan para pedagang kemiri tersebut diselesaikan oleh PD Pasar dan pengembang, sehingga memunculkan pertanyaan dari kalangan pedagang Pasar Kemiri.

“Saya sarankan, agar permasalahan pedagang dan pengembang dapat di mediasi oleh kepala Pasar Kemiri yang baru,” ujar Politisi dari Partai PKPI Medan tersebut.

Salman Alfarisi Lc MA pada kesempatan itu mengatakan bahwa pembangunan pasar kemiri yang nilai proyeknya tidak lebih dari Rp200 juta tersebut mengatakan, ada ketidakselarasan antara pengembang dan para pedagang kemiri saat itu. Ketika ada yang hendak dikerjakan, pengembang seharusnya bernegosiasi dengan PD Pasar dan PD Pasarlah yang akan mensosialisasikannyan kepada pedagang.

“Janganlah pengembang hanya membangun sesuai keinginan mereka tanpa ada persetujuan atau kesepakatan terlebih dahulu dari PD Pasar selaku pihak pengelola. Kepada PD Pasar janganlah setiap ada perehapan stand pedagang, akan memberatkan para pedagang, karena kita melihat, tidaklah wajar Rp12,5 juta dibangun hanya untuk kios berukuran 1,65 meter x 1,75 meter. Apakah itu wajar?,” jelas Salman.

Sementara, Zulkifli Lubis SE dari Partai PPP dan Asli Mulia Rambe SH dari Partai Golkar Kota Medan senada agar para pedagang Pasar Kemiri yang telah menempati kios agar membayarkan kewajiban mereka, karena kios telah selesai dibangun dan pedagang juga sudah memakai kios untuk berjualan.

“Kedepan, jangan ada lagi pedagang yang dirugikan akibat adanya pembangunan kios, pengembang dan pedagang dapat duduk bersama yang difasilitasi oleh PD Pasar,” terang mereka.

Hadir dalam RDP tersebut, Direktur Operasional PD Pasar Medan, Dr Yohri Anwar MM, Kacab 1 PD Pasar, Muklis Lubis SH, Kacab Pasar Kemiri, Warsito. *RED

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

TEKS FOTO: Kepala SD Negeri 040501 Bintang Meriah Mula Situmorang SPd. *hariancentral.com-Proklamasi Ginting


TANAH KARO-hariancentral.com: Sekolah Dasar Negeri 040501 Bintang  Meriah Kecamatan Kutabuluh  masih saja kekurangan guru dalam mengajar  untuk meningkatkan mutu pendidikan para anak didik sekolah tersebut. Selain itu, sekolah tersebut juga masih membutuhkan penambahan ruang kamar mandi, perumahan guru  juga perlu direhabilitasi.

Kepala SD  Negeri  040501 Bintang Meriah Mula Situmorang SPd, kepada hariancentral.com Senin (28/02) diruang kerjanya mengatakan, adapun guru tenaga pengajar yang kurang antara lain guru Agama Islam 1 orang kosong selama 12 tahun, guru kelas 2 orang  tidak ada selama 2 tahun, guru olah raga 1 orang tidak ada selama setahun, guru Agama Khatolik kosong selama setahun  hingga sekarang. Sedangkan jumlah guru yang ada saat ini 8 orang termasuk Kepala Sekolah dan 2 orang Guru Honorer. Demi kelancaran proses belajar mengajar bagi murid sekolah itu, Kepala harus mengajar di kelas 6 hingga sekarang.

"Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pendidikan dapat segera mungkin mengisi kekurangan tenaga pendidik di SD Negeri 040501 Bintah Meriah, karena untuk  menunjang peningkatan mutu pendidikan anak-anak sangat tergantung kepada  kelengkapan tenaga pengajar yang ada di sekolah itu. Disamping itu,`diperlukan pengerehaban 5 unit perumahan guru dan  penambahan 1 unit  kamar mandi bagi SDN 040501 Bintang Meriah," ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Kutabuluh Sahruddin SPd ketika dikonfirmasi hariancentral.com diruang kerjanya menjelaskan, dia mengakui kekurangan guru pengajar  di SD Negeri 040501 Bintang Meriah. 

"Kekurang guru ini sudah beberapa kali disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, baik melalui pengisian  data keadaan maupun kekurangan Aperatur Sipil Negera untuk Kecamatan Kutabuluh namun belum terealisasi," katanya.