TRENDING NOW

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

 TEKS FOTO: Lima PNS DPRD Labura saat mendengarkan pembacaan vonis majelis hakim. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) dihukum 80 bulan penjara (masing-masing 16 bulan). Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi biaya perjalanan dinas anggota DPRD Tahun Anggaran (TA) 2013 sebesar Rp1.7 miliar.

Kelima terdakwa masing-masing Sekretaris DPRD Labura, April Hasibuan, Bendahara DPRD Labura Khairuddin Pane serta tiga orang Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), N Butar Butar, Nurliana dan Mariati Waruwu.

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan korupsi bersama-sama dan berkelanjutan,” ujar Majelis Hakim yang diketuai Ferry Sormin dalam persidangan yang digelar Kamis, (23/3) di Pengadilan Tipikor Medan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp50 juta untuk masing-masing terdakwa. “Dengan ketentuan jika tak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” ujar Hakim Ferry.

Hakim dalam amar putusannya menyebutkan, kelima terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Para terdakwa dinilai melanggar Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 20 Tahun 2001.

Hukuman yang diberikan Majelis Hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhan Batu pada persidangan sebelumnya. Sebelumnya, JPU Maulita Sari meminta agar para terdakwa dihukum dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Menyikapi putusan ini, baik JPU maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, kelima terdakwa melakukan korupsi biaya perjalanan dinas mulai dari harga tiket pesawat hingga biaya hotel. Harga tiket perjalanan dinas digelembungkan. Selain itu, modusnya juga menginap di hotel yang berbeda dari SPJ (surat pertanggungjawaban).

Misalnya di SPJ disebutkan menginap di hotel A, tetapi kenyataannya di hotel lain, atau ada orang yang menginap di hotel sesuai SPJ, tapi lebih banyak yang menginap di hotel lain yang harganya lebih murah.

Kasus tersebut bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mendapati adanya penggelembungan biaya perjalanan dinas yang diduga merugikan negara sebesar Rp600 juta hingga Rp800 juta. Namun, setelah disidik penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, ditemukan jumlah kerugian sebesar Rp1,7 miliar. *RED 



Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

TEKS FOTO: Suasana Pasar Kampunglalang setelah terkena dampak penggusuran dengan cara kekerasan tanpa kordinas dengan para pedagang, Kamis (23/3) pagi dini hari. *hariancentral.com-Irwan Manalu

MEDAN-hariancentral.com: Ratusan Pedagang Pasar Kampung Lalang menolak dilakukannya revitalisasi pasar Kampung Lalang yang telah mulai dilaksanakan setelah digusurnya para pedagang pasar tradisional, Kamis (22/3) dini hari.

Kondisi pasar tradisionil itu tampak hancur berantakan, rata dengan tanah setelah aparat Pemko Medan meluluhlantakkan bangunan kios milik para pedagang.

Alasan penolakan revitalisasi para pedagang disebabkan, tidak adanya kepastian hukum yang diberikan Pemko Medan atau PD Pasar Kota Medan kepada para pedagang. Para pedagang yang terkena dampak penggusuran saat ini telah kebingunan mencari tempat untuk berjualan pasca dilakukannya penggusuran oleh tim penertiban dari Satpol PP dan pihak Polrestabes Kota Medan.

“Kami mempertanyakan keberadaan dan nasib para pedagang yang ada berjualan di Pasar Kampung Lalang nantinya apakah masih para pedagang lama atau tergantikan dengan pedagang baru. 

Kami melihat tidak jelasnya konsep pembangunan Pasar Kampung Lalang setelah direvitalisasi nantinya. Namun saat ini kami masih kesulitan mencari tempat untuk berjualan melanjutkan nafkah kami sehari-hari, sehingga kami telah kehilangan mata pencaharian kami,” terang, I Manalu salah seorang pedagang yang jadi korban.

Akibat penggusuran yang dilakukan PD Pasar Medan bersama Satpol PP Medan, membuat para pedagang pasar tradisional kampung lalang menyatakan sikap yakni, Mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan aparat Satpol PP, Polisi Polrestabes Medan.

Pembohongan

Menuntut supaya Dirut PD Pasar Kota Medan segera dicopot, karena Dirut PD Pasar Kota Medan telah melakukan pembongkaran paksa Pasar Kp Lalang tanpa adanya kesepakatan tertulis antara Pedagang Pasar Kp Lalang dengan PD Pasar kota Medan.

Dirut PD Pasar Medan melakukan pembohongan publik, baik kepada Komisi C DPRD Kota Medan, maupun kepada para pedagang Pasar Kp Lalang dan masyarakat umum (pemberitaan media).

Dirut PD Pasar Kota Medan dengan tidak berprikemanusiaan telah memaksa para pedagang Pasar Kp Lalang untuk membongkar dan memindahkan barang dagangannya pada saat tengah malam.

Para pedagang juga menuntut, agar segera mencopot Kepala Satuan Polisi Pamong Praja karena eksekusi yang dilakukan tidak memenuhi mekanisme yang sebenarnya. Sekaligus meminta pertanggungjawaban Walikota atas tindakan aparatur bawahannya (Satpol PP dan PD Pasar Kota Medan) yang diluar kendali sistemnya. 

Bila tindakan eksekusi Pasar Kp Lalang merupakan perintah Walikota langsung, maka kami menuntut Walikota harus mundur.

Dirut PD Pasar Jamin

Para pedagang Pasar Kampung Lalang khawatir tidak mendapat kios pasca pasar Kampung Lalang direvitalisasi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang, Kamis (23/3) dini hari.

Menilik hal ini Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar menegaskan, bahwa pihaknya menjamin bahawa seluruh pedagang akan mendapatkan kios."Saya yang jamin mereka mendapatkan kios. Buat ini jadi judul besar agar mereka (pedagang) tidak khawatir," ucap Rusdi, Kamis (23/3).

Ia menjelaskan penertiban Pasar Kampung Lalang merupakan cermin kesuksesan PD Pasar, pasalnya sudah lama pasar ini dijadwalkan direvitalisasi namun tak kunjung terealisasi.

Penertiban sebutnya telah mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk DPRD Medan."Sudah pasti didukung,kalau tidak dari mana datang anggaran Rp27 miliar itu? Sudah lebih dari dukungan pun ini," sambungnya.

Terkait masih dikuncinya Tempat Penampungan Sementara di Jalan Gatot Subroto Km 8,2 dan adanya kabar bahwa masa sewa lahan penampungan telah jatuh tempo, Rusdi langsung membantah. Ia mengakui bahwa lahan tersebut sempat habis masa kontrak namun telah diperpajang.

"Mereka yang gak mau masuk, jadi kami kunci kembali. Lahan ini sudah diperpanjang, kapan saja pedagang yang mau masuk kami persilahkan," tutur Rusdi mengakhiri. *RED



Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

TEKS FOTO: Ketua DPD AMPI Kota Medan Mulia Asri Rambe SH (Bayek), Sekretaris Adol Nainggolan, Bendahara Putra, Sutanto Tan (Ahok), Edi Johan, Babang Supeno SH, Juhari foto bersama Dandim 0201 BS Medan Kolonel Inf Bambang Herqutanto dan Kaurops Kapt Agus Miadi, Pasiter Kodima 0201 BS Mayor Budi Oktavian di Makodim 0201 BS Medan, Kamis (23/3). *hariancentral.com-Irwan Manalu

MEDAN-hariancentral.com: Komandan Kodim 0201 BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto mengatakan, akan meningkatkan hubungan kerjasama kepada seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) termasuk Mahasiswa yang bertujuan untuk memperkuat rasa kebangsaan dan nasionalisme dihati para pemuda-pemudi yang ada di Kota Medan.

Hal ini sangat perlu mengingat saat ini kondisi pemuda Indonesia telah mengalami krisis kebangsaan dan krisis nasionalis.

“Pemuda sebagai corong nasionalisme sebagai penerus bangsa, perlu diperkuat rasa cinta nasionalisme caranya adalah dengan memperkuat pengajaran tentang kebangsaan dan nasionalisme. Sehingga kedepan akan terbentuk generasi pemuda yang tangguh dan memiliki rasa cinta nasionalisme dan kebangsaan yang kuat,” tutur Bambang saat menerima kehadiran pengurus DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Medan di ruang kerjanya, Kamis (23/3).

Dihadapan Ketua DPD AMPI Kota Medan Mulia Asri Rambe SH yang didampingi Sekretrasis Adol Nainggolan, dan Bendahara Putra, Kodim 0201 BS berpesan agar AMPI tetap menjadi salah satu organisasi kepemudaan yang terdepan dalam mendukung program pemerintah demi kemajuan bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Mulia Asri Rambe SH pada kesempatan tersebut mengatakan, sangat berterimakasih atas kesediaan Dandim 0201 BS yang telah meluangkan waktu menerima kehadiran para pengurus DPD AMPI Kota Medan.

“Sebagai Ketua DPD AMPI Kota Medan, kami datang kesini selain untuk bersilahturahmi dan memperkenalkan diri kami, juga sekaligus untuk meminta arahan dan bimbingan dari Komandan Kodim 0201 BS selaku yang kami anggap sebagai orang tua kami. 

Kami ingin menjalin sinergitas yang lebih baik lagi kedepannya, mengingat selaku pengurus DPD AMPI Kota Medan kami rasa perlu untuk memperkernalkan diri, termasuk juga kepada instansi terkait lainnya yang ada di Kota Medan,” terang Mulia Asri Rambe SH yang lebih akrab disapa dengan sebutan Bayek ini.

Dilanjutkan Mulia Asri Rambe yang juga anggota DPRD Kota Medan ini, bahwa para pengurus DPD AMPI Kota Medan sejak terbentuk di Kota Medan tetap mendukung program kerja pemerintah. 

“Organisasi kepemudaan AMPI bersifat netralitas, tidak ada blok-blok dan nasionalis. Sehingga tidak heran dari dulu sampai sekarang AMPI tetap disenangi dan disukai semua orang. Pengurus AMPI juga terdiri dari berbagai latar belakang baik dari kalangan pegawai negeri, pekerja Swasta, Pengusaha, Politikus bahkan pimpinan salah satu daerah. Disinilah terlihat kebersamaan yang tidak dapat terpisahkan diantara seluruh pengurus AMPI,” sebutnya.

Menambahi ucapannya, Dandim 0201 BS Medan juga meminta agar seluruh pengurus DPD AMPI Kota Medan tetap mematuhi AD/ART serta aturan yang ada diberlakukan di organisasi tersebut. “Karena organisasi apapun namanya jika tetap mengikuti aturan AD/ART dan peraturan yang ditetapkan, maka akan selamatlah organisasi tersebut. 

Apalagi untuk menjadi pemimpin di organisasi yang memiliki anggota lebih dari 8300 yang kesemuanya tidak ada memiliki gaji dari organisasi, tentunya sangat susah. "Namun dengan kepemimpinan yang berwibawa, dan bijaksana, saya yakin DPD AMPI Kota Medan dibawah pimpinan saudara Mulia Asri Rambe SH akan semakin baik dan maju dari yang sudah ada sebelumnya, dan kita berharap keakraban antara AMPI dan Instansi lainnya termasuk Kodim 0201 BS dapat tetap terbina dengan lebih baik, mari kita sama-sama kawal pembangunan di Kota Medan ini,” pungkasnya.

Selain dihadiri Ketua DPD AMPI Kota Medan, pada acara ramah tamah pengurus DPD AMPI ke Kodim 0201 BS terlihat juga Bambang Supeno (Pengurus DPD AMPI), Juhari, Koteng, Sutanto Tan (Pengurus DPD AMPI Medan), Edi Johan (Pengurus DPD AMPI Medan), dan Kaur Ops Kodim 0201 BS, Kapten Agus Miadi, Pasiter Kodim 0201 BS, Mayor Inf Budi Oktavian.

Pertemuan silahturahmi dan ramah tamah antara pengurus DPD AMPI Medan dengan Kodim 0201 BS diakhiri dengan melakukan foto bersama di depan Makodim 0201 BS Medan. *RED



Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
TEKS FOTO: Kasubbag Humas Polres  Tebing Tinggi AKP MT Sagala didampingi KBO Satreskrim Iptu J Butarbutar dan tersangka, Amri Polara Gayo, pelaku spesialis pencurian sepeda motor. *hariancentral.com-Ist

TEBINGTINGGI-hariancentral.com: Amri Polara Gayo (19) spesialis pencurian sepeda motor yang kerap  beraksi di seputaran Kota Tebingtinggi, akhirnya berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tebingtinggi usai melakukan aksi pencurian untuk yang ketiga kalinya.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Ciceu Cahyati melalui Kasubbag Humas,AKP MT Sagala yang didampingi KBO Satreskrim Iptu J Butarbutar yang ditemui wartawan di Mapolres Tebingtinggi, baru-baru ini menyampaikan bahwa tersangka, Amri Polara Gayo warga Jalan Pulau Belitung Lingkungan I Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi,berhasil ditangkap saat melakukan aksinya Senin (20/3) sore lalu.

Diungkapkan AKP MT Sagala, tersangka berhasil ditangkap ketika hendak mencuri sepeda motor Yamaha Vixion BK 4486 NAJ dari parkiran Kantor Cabang BRI yang berada di Jalan KF Tandean Tebingtinggi, milik Iqbal Saputra (20) warga Dusun II Desa Kuta Baru Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai yang juga merupakan Satpam Kantor Cabang BRI tersebut.

 "Sore itu, tanpa sengaja, korban yang sebelumnya berjaga didalam Bank BRI, keluar dengan maksud melakukan penjagaan diluar Bank. Namun saat melewati areal parkir, korban melihat jika tersangka sedang mengeser dan telah menaiki sepeda motor Vixion miliknya. Sambil berteriak maling, korban mengejar dan menendang tersangka hingga tersangka terjatuh, dibantu warga sekitar tersangka akhirnya berhasil ditangkap kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian Satreskrim Polres Tebingtinggi," terang Sagala.

Dalam pemeriksaan pihak Satreskrim, terungkap jika sebelumnya tersangka telah melakukan pencurian 2 unit sepeda motor dalam dua bulan terakhir. "Sebelumnya, sekitar pertengahan bulan Februari lalu tersangka bersama rekannya Hendro (DPO) telah melakukan pencurian 1 unit sepeda motor Supra X 125 di Jalan Namad Damanik yang kemudian dijual tersangka kepada Husnul, warga Patumbak Deliserdang dengan harga Rp.2,6 juta.

Kemudian pada awal bulan Maret lalu, bersama rekannya Angga (DPO) tersangka juga melakukan pencurian 1 unit sepeda motor Supra 125 dari Jalan Badak Kampung Semut, yang kembali dijual tersangka kepada Husnul dengan harga Rp.2,3 juta," jelas Sagala.

Kasubbag Humas, AKP MT Sagala menegaskan kini tersangka telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Tebingtinggi guna pengembangan lebih lanjut. Selain tersangka, pihak Polres Tebingtinggi juga berhasil mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Vixion dan 1 buah kunci letter L yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya.

"Dalam aksi ketiganya ini, tersangka juga mengaku ditemani rekannya Hendro yang langsung kabur usai melihat tersangka tertangkap warga. Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4 dari KUHPidana. Sedangkan rekan-rekan tersangka masih dalam pengejaran petugas." tegas Kasubbag Humas.

Tersangka Amri Polara Gayo saat ditanyai wartawan mengaku jika hasil dari menjual sepeda motor yang dicurinya tersebut telah habis digunakanya untuk biaya hidup sehari-hari. "Aku ngak punya pekerjaan tetap, sementara aku memerlukan biaya untuk menghidupi istri dan seorang adik iparku yang masih sekolah. Bahkan saat ini istriku sedang mengandung anak pertama kami," ujar tersangka sambil tertunduk. *RNP


Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan



TEKS FOTO: Musrenbang Kabupaten Karo 2018 yang dibuka oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH digelar di Hotel Sibayak Berastagi Kamis (23/3/2017). *hariancentral.com-Ringo Bayang

KARO-hariancentral.com: Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karo Tahun 2018 digelar di Hotel Sibayak Berastagi Kamis (23/3/2017) pukul 09.00 WIB

Musrenbang yang dibuka oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, yang dihadiri Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Perwakilan Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Ketua Fraksi Golkar DPRD Karo Feryanta Purba, dan anggota DPRD lainnya, Dandim 02/05 Karo  Letkol Inf Agustatianus Sitepu, Kapolres Karo AKBP Rio Nababan Sik, Kajari Karo Gloria Sinuhaji SH MH, Perwakilan Pengadilan Negeri Kabanjahe, Asisten Administrasi Setda Karo Mulyanta Tarigan, Plt Kepala Bapedda Karo Abel T Tarigan, dan Para SKPD Pemkab Karo.

Bupati Karo dalam arahannya mengatakan, musrenbang merupakan amanah dari Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

“Musrenbang merupakan suatu kewajiban Pemerintah Daerah untuk merencanakan pembangunan daerah yang akuntabel dan partisipatif yang dilalui beberapa tahapan, tata cara penyusunan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan Musrenbang RKPD Kabupaten Karo Tahun 2018 ini merupakan media langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan pembangunan daerah sebagai wujud pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah.

“Musrenbang ini dimulai dari tingkat desa, Kecamatan serta forum SKPD yang melibatkan stakeholder,” tandasnya. ,

Bupati Karo berharap dalam penyelenggaraan musrenbang ini akan dihasilkan dokumen perencanaan tahunan yang mampu mengemban pencapaian kualitas pembangunan pada tahun 2018.

“Beberapa poin penting yang menjadi prioritas untuk pembangunan Kabupaten Karo kedepan adalah peningkatan kualitas dan daya saing produk pertanian, pengembangan pariwisata berbasis pariwisata, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur yang proporsional, penyelenggaraan penanggulangan bencana, peningkatan perlindungan anak dan meningkatkan kehidupan sosial masyarakat,” paparnya. 

“Marilah kita bersama berperan aktif sesuai dengan tupoksi masing-masing sehingga pada akhirnya kita dapat menciptakan pembangunan di Tanah Karo yang tepat sasaran dan senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat." Tambah Bupati Karo. *SRS