Top News

JEMBER-hariancentral.com: "Menurut keterangan dari Kepala Dinas Pertanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab Jember  Ir Maskur, Senin 29/5/2017 menegaskan bahwa pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) untuk MT-2 April-September 2017 sampai dengan saat ini mencapai 38.000 hektar, itu berdasarkan perkiraan kasar saja karena saya saat ini tidak memegang data akuratnya," ungkapnya.

Sementara Pasi Teritorial Kodim 0824 Kqpten Chb Hadi Windoko mwnjelaskan bahwa sesuai data luas lahan pertanian Kabupaten Jember sebesar 86.154 hektar dengqn target LTT sebesar 67.595 ha, pencapaian sampai dengan hari ini terealisasi sebesar 41.122 ha atau 60,84%%.

Terkait hal tersebut Ir Maskur maupun Kapten Chb Hadi Windoko menjelaskan bahwa target Luas Tambah Tanam pada setiap musim tanam memang berbeda dan cenderung ditingkatkan, namun di musim tanam ke dua (MT-2) April - September 2017 dengan target 67.595 ha kita sudah mampu terealisasi 60.84% keduanya optimis bahwa pada akhir musim tanam ini target yang ditentukan tersebut  dapat terrealisasi, apalagi dengan dukungan masih adanya hujan seperti sekarang ini.

Semenjak diberlakukannya  program Ketahanan Pangan dengan melibatkan unsur TNI yaitu Babinsa bersama PPL untuk melaksanakan pendampingan pertanian kedua pejabat tersebut  memang memiliki hububgan yang sangat intensif terkait koordinasi permasalahan program.pendampingan itu sendiri, termasuk data-data pencapaian target baik LTT dan lain-lain yang selalu dikoordinasikan oleh kedu pejabat tersebut, memang kadang-kadang ada perselisihan namun korelasinya tidak terlalu jauh karena Pasi Teritorial bersumber dari Babinsa sedangkan Ir Maskur bersumber dari PPL dilapangan.

Terkait dengan pencapaian tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto menyampaikan terima kasih kepada jajarannya dan Dinas Pertanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab Jember, tentunya pencapaian tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat koordinasi yang baik dan terpadu dalam mengawal program ketahanan pangan.

"Kita memang ada target selama musim tanam, ada target bulanan, bahkan hingga target harian baik luas tambah tanam maupun penyerapan gabah yang kesemuanya terakomodir dalam program ketahanan pangan selalu update untuk laporan ke Komando Atas, sehingga pencapaian tersebut terpacu dengan sendirinya, untuk itu tidak ada kata lain saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras kita semua pencapaiannya dapat maksimal seperti itu dan sayapun ikut optimis bahwa pad akhir musim tanam nantinya target LTT akan terlampaui," tegas Letkol Inf Rudianto bersemangat. *SIS24
TEKS FOTO: Sum (Sumarno) Tersangka Pungli. *hariancentral.com-Ist

BINJAI-hariancentral.com: Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Binjai melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang staf Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPT Disdik) Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, karena diduga menerima uang gratifikasi, baru-baru ini.

Kapolres Binjai saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasat Reskrim AKP Ismawansa via sambungan seluler, membenarkan penangkapan itu.

Menurutnya, tersangka yang diamankan tersebut berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial Sum (56), pria penduduk Jalan Letjen Djamin Ginting, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.

"Kebetulan, dia ditangkap oleh Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kantor KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sei Bingai, dengan barang bukti tiga buah amplop berisi uang tunai total Rp3,8 juta," kata Ismawansa.

Penangkapan itu sendiri dilakukan atas pengembangan informasi terjadinya transaksi penyerahan sejumlah uang kepada pejabat Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sei Bingai, yang dicurigai terindikasi tindak pidana suap dan gratifikasi.

Menyikapi hal tersebut, Tim Opsnal Unit Tipikor bergegas menuju kantor lembaga pemerintah terkait, guna melakukan proses investigasi.

"Benar saja. Saat kantor tersebut didatangi oleh anggota, didapati seorang staf berada di tempat itu, yang tidak lain tersangka Sum," terang Ismawansa.

"Namun sewaktu dilakukan pengeledahan, justru ditemukan tiga buah amplop berisi uang tunai. Dalam hal ini, satu amplop berisi Rp1.760.000 serta dua amplop masing-masing berisi Rp1.020.000," timpalnya.

Pasca ditangkap, tersangka Sum selanjutnya diamankan petugas menuju Markas Komando (Mako) Satreskrim Polres Binjai, guna menjalani proses pemeriksaan lanjutan.

Lebih jauh Ismawansa menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengupayakan pemanggilan terhadap Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sei Bingai berinisial IG, dan tiga oknum Kepala Sekolah di wilayah itu.

Sebab dari hasil pemeriksaan, tersangka Sum mengaku, uang tersebut merupakan titipan tiga sekolah, yang akan diserahkan kepada pimpinannya.

"Kita sedang persiapkan surat panggilan untuk pimpinan tersangka Sum, dan tiga Kepala Sekolah. Sebab di setiap amplop tadi, ada tertulis nama sekolahnya," jelas Ismawansa.

Ketiganya, yakni SD Negeri 054888 Namo Ukur Selatan, dengan jumlah uang sebesar Rp1.760.000, SD Negeri 050615 Namo Ukur Utara, dengan jumlah uang sebesar Rp1.020.000 dan SD Negeri 050623 Pertukuken, dengan jumlah uang sebesar Rp1.020.000.

Terkait kasus tersebut, sambung Ismawansa, tersangka Sum dipersangkakan melanggar Pasal (11) dan (12) huruf (e) dan (f) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Salam Syahputra saat dihubungi wartawan via sambungan telepon seluler, mengaku dirinya belum mengetahui hal tersebut.

"Sampai saat ini, kami belum mendapat kabar tentang itu. Kepala UPTnya juga belum bisa dihubungi," ungkapnya, dalam uraian pesan singkat yang diterima wartawan. *RED



TEKS FOTO: Camat Pancurbatu letakkan batu pertama dimulainya pembangunan TK RA Al-Hidayah Desa Hulu Pancurbatu. *hariancentral.com-Ist

PANCURBATU-hariancentral.com: Camat Pancurbatu Kabupaten Deliserdang Drs David Efrata Tarigan letakkan batu pertama dimulainya pembangunan TK-RA Al-Hidayah berlokasi di Jalan Pahlawan Desa Hulu Kecamatan Pancurbatu, baru-baru ini.

Hadir pada kesempatan itu antara lain Kapolsek Pancurbatu diwakili Kanit Binmas AKP Benres Tarigan, Danramil 14 Pancurbatu diwakili Serka Robert Sinulingga, Kasi PMD Kecamatan Pancurbatu Ernawati Debora, Ketua Harian Forum Percepatan Pembangunan Pancurbatu Amir Ginting, Ketua Bharindo Deliserdang David S, Kepala Desa Hulu Masta Ulina dan undangan lainnya.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pembangunan TK RA Al-Hidayah Desa Hulu diketuai Suranta Sinulingga menyatakan dana pembangunan TK RA Al-Hidayah Desa Hulu bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017.

Kepala Desa Hulu Masta Ulina pada kesempatan itu mengharapkan peranserta seluruh lapisan masyarakat Desa Hulu dalam kegiatan pembangunan TK RA Al-Hidayah Desa Hulu agar bisa menjadi TK Percontohan untuk Kecamatan Pancurbatu.

Suranta Sinulingga yang juga selaku Ketua Yayasan TK RA Al-Hidayah Desa Hulu mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan pemerintah Desa Hulu yang telah turut serta mengambil bagian dalam pembangunan TK RA Al-Hidayah Desa Hulu.

Diutarakan TK RA Al-Hidayah Desa Hulu menjadi aset Desa Hulu Guna meningkatkan pendidikan bagi anak usia dini Desa Hulu khususnya dan Pancurbatu umumnya.Semoga masyarakat Desa Hulu dapat hikmahnya dalam pembangunan sarana pendidikan ini.

Camat Pancurbatu David Efrata Tarigan pada kesempatan itu meminta kepada seluruhn lapisan masyarakat Desa Hulu agar bergotongroyong dalam membersihkan lingkungan karena kebersihan adalah pangkal kesehatan. Camat mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun desa masing-masing secara bergotongroyong karena bantuan dari pemerintah tidak mencukupi guna pembangunan daerah kita masing-masing, kata Camat David. *STAR



TEKS FOTO: Gubsu Ir H T Erry Nuradi MSi

MEDAN-hariancentral.com: Gubsu Erry Nuradi menjawab sejumlah kritik yang dilontarkan kalangan legislatif terkait yel-yel “Sumut Paten”.

Menurut Erry, kritik yang dilontarkan berbagai kalangan, menjadi cambuk juga motivasi bagi dirinya dan kalangan SKPD Pemprovsu agar terus berbenah serta bekerja keras membangun Provinsi ini.

Erry kepada wartawan kemarin menjelaskan, bahwa semua Provinsi di Indonesia masing-masing memiliki yel-yel begitu juga dengan Sumut. “Bahkan di tingkat Kabupaten/Kota juga ada yel-yel seperti itu,” katanya sembari menyebutkan jargon beberapa wilayah di Indonesia.

Sehingga menurut Gubsu Erry Nuradi, tidak perlu dipersoalkan dari kalimat “Sumut Paten” dan untuk mempopulerkan tagline tersebut tidak perlu pula sampai menggunakan Peraturan Daerah (Perda) sebagaimana dilontarkan beberapa kalangan.

Gubernur didampingi Wagub Hj Nurhajizah Marpaung, baru-baru ini menjelaskan, Sumut Paten yang menjadi yel-yel di era pemerintahan yang dipimpinnya, tidak hanya sekedar tagline, namun telah menunjukkan sejumlah keberhasilan. Kalimat itu menurutnya dibutuhkan untuk memotivasi kalangan SKPD jajaran Pemprovsu untuk terus bergiat.

Sedikitnya, kata Erry ada 15 indikasi prestasi yang sudah diraih Pemprovsu saat ini, antara lain, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut terus melaju selama dua tahun terakhir. Di tahun 2016 APBD Sumut bertambah menjadi Rp10 Triliun, sedangkan di 2017 terus meningkat menjadi Rp13 Triliun. “Ini merupakan suatu keberhasilan, karena sejak Indonesia merdeka tidak pernah APBD Sumut tembus di angka Rp10 Triliun,” kata Erry.

Dari perolehan keuangan Provinsi Sumut juga mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua tahun berturut-turut. Juga keuangan daerah yang sehat karena tidak ada lagi hutang Dana Bagi Hasil (DBH) yang sebelumnya membelenggu pemerintah.

Pemprovsu terus berbenah pada sektor pembangunan dan berjuang memenuhi kebutuhan daya listrik bagi masyarakatnya. “Mudah-mudahan saat ini tidak ada lagi keluhan warga Sumut dengan seringnya terjadi pemadaman listrik, karena daya listrik kita sudah tercukupi. Kecuali kalau memang ada, sesekali karena ada kerusakan,” paparnya.

Seperti diketahui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyetujui pengiriman kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) berkapasitas 240 Megawatt buat memenuhi kebutuhan listrik di Sumut dan telah bersandar di dermaga PLTGU, Belawan sejak, Minggu (21/5) lalu.

Selain itu pemerintah juga telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Sarulla berkapasitas 3 x 110 MW, yang terletak di Tapanuli Utara. “Ini semua diperkirakan mampu mengatasi persoalan mati lampu yang sudah dialami sejak 34 tahun lalu,” ujar Erry.

Realisasi pembangunan jalan tol juga merupakan indikasi keberhasilan, meskipun merupakan proyek yang dikucurkan pemerintah pusat. Namun menurut Erry peran pemerintah daerah juga cukup dominan dalam proses awal pembangunan tersebut, seperti penyelesaian pembebasan lahan serta penetapan lokasi jalan tol.

Menurut Erry, realisasi pembangunan jalan tol merupakan suatu prestasi yang luar biasa, apalagi infrastruktur yang terbangun seiring dengan munculnya geliat wisata Danau Toba Parapat itu merupakan jalan terpanjang di Indonesia.

Sumut Paten juga terus bergerak cepat bahkan provinsi ini menjadi provinsi pertama yang menerima source code aplikasi e-government yang mencakup beberapa aplikasi, di antaranya e-musrenbang, e-budgeting, e-project planning, e-delivery, e-payment, e-controlling, e-performance dan e-SDM.

Penerapan e-government kata Gubernur akan menjadi bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Apalagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan terus memantau tata pemerintahan dan keuangan Sumut.

Untuk bidang pendidikan Pemprov Sumut juga memberlakukan sistem elektronik dalam hal penerimaan siswa baru khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga tidak ada lagi persoalan yang bertentangan dengan hukum berupa pungutan liar (pungli).

Selanjutnya kebijakan paling kontroversial ‘Sumut Paten’ adalah keberhasilan menghilangkan tradisi ‘uang ketok’ di lembaga Legislatif khususnya pada saat pengesahan APBD dan Laporan Pertanggungjawaban APBD.

Gubernur mengajak semua pihak termasuk DPRD untuk terus bekerjasama dalam mengisi pembangunan, sebab kata dia kemampuan Pemprovsu dalam melakukan pengawasan hasil pembangunan ini sangat terbatas.

Ia menambahkan, Sumut sebagai Provinsi yang luas dan diisi dengan beragam suku dan budaya, agama tentu memiliki dinamika yang sangat tinggi.

“Tentulah mengurus Sumut ini sangat rumit dibandingkan mengurusi daerah yang Homogen. Oleh karena itu kita harus menghadapi dengan kepala dan hati yang dingin setiap persoalan-persoalan yang ada,” ujar Erry.

Untuk menjawab beragam persoalan tersebut, lanjutnya, mutlak diperlukan sinergitas dan kemitraan yang baik dari berbagai pihak agar keutuhan NKRI senantiasa terbalut dengan Kebhinekaan yang utuh. “Jadi kalau provinsi ini dianggap buruk di berbagai bidang kita semua akan malu dan mendapat ejekan. Bukan hanya Gubernur yang malu, karena Sumut bukan milik saya sendiri,” ucapnya. *RED 

TEKS FOTO: Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel Menyematkan Lencana Tanda Terima Jabatan Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dr Jonius Taripar Parsaoran  SSi MSi. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab) empat Kapolres di aula Tribrata Mapolda Sumut, Medan, baru-baru ini.

Empat Kapolres tersebut adalah adalah Kapolres Pematang Siantar dari AKBP Dodi Darjanto kepada AKBP Doddy Hermawan, Kapolres Tapanuli Utara dari AKBP Dudus Harley Davidson kepada AKBP Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi, Kapolres Mandailing Natal dari AKBP Rudy Rifani kepada AKBP Martri Sonny dan Kapolres Nias dari AKBP Bazawato Zebua kepada AKBP Erwin Horja Hasudungan Sinaga.

“Mutasi adalah hal yang biasa terjadi dalam organisasi dan semua organisasi melakukan hal yang sama tanpa terkecuali di Kepolisian,” kata Kapolda Sumut.

Kepada pejabat baru, ia meminta segera menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan jalin komunikasi dengan semua pihak hingga kamtibmas di wilayahnya kondusif.

Jika ada permasalahan berpotensi konflik, lanjutnya, agar segera dilokalisir dengan berdayakan tiga pilar plus serta kedepankan adat dan budaya (kearifan lokal).

“Tidak ada pekerjaan atau penanganan kasus yang berjalan ditempat atau tidak jelas progresnya karena pergantian pejabat,” ujarnya.

Irjen Rycko menambahkan, pelaksanaan tugas yang baik dan terobosan kreatif oleh Kapolres lama dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan oleh Kapolres baru.

Kapolda Sumut juga berharap agar program revolusi mental terhadap anggota terus digalakkan dan mewujudkan Polri yang Promoter serta menjaga soliditas, sinergitas, bekerja yang keras, cerdas dan ikhlas.

“Serta yang terpenting perketat penjagaan tahanan. Jangan terulang lagi tahanan yang lari dari sel,” ucap Kapoldasu.

Seusai serah terima jabatan empat Kapolres itu kemudian dilanjutkan sertijab Ketua Bhayangkari yang dipimpin Ketua PD Bhayangkari Polda Sumut.

Karier dan pendidikan yang sangat mengharukan, sebelum menyematkan lencana tanda terima jabatan menjadi Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat  SSi MSi, Senin (22/5/2017) mendapatkan wisuda Program Doktor dari Universitas Sumatera Utara dengan Gelar Doktor. *MRH


JEMBER-hariancentral.com: Disepanjang Jalan Menuju Lokasi Wisata Rembangan tepatnya masuk diwilayah Desa Kemuningsarilor Kecamatan Arjasa memang berdiri puluhan warung lesehan yang menyajikan berbagai makanan, dan warung-warung tersebut berdiri di pinggir badan jalan dan dikemas sedemikian rupa sehingga terkesan menjadi sarang muda-mudi melakukan hal-hal negatif baik minum-minuman keras, mesum dan lain-lain.

Menyikapi keadaan tersebut, kondisi warung dengan lampu remang-remang, dengan penyekatan sedemikian rupa bahkan teras depan dipanjangkan menjulur hampir menutup pandangan dari depan menjadikan masyarakat banyak yang angkat bicara untuk diadakannya penertiban, dan beberapa kali memang diadakan pendekatan dan mediasi terhadap para pemilik dalam rangka mengantisipasi hal-hal negative tersebut.
Pada Rabu 24/05/2017 Pukul 09,00 WIB bertempat di balai desa Kemuningsarilor CamatArjasa Boby Arisandi bersama Danramil 0824/02 Arjasa Kapten Arm Fathulloh dan Kapolsek Arjasa AKP Trijoko Setyonarso menggela rpertemuan dengan para pemilik warung lesehan tersebut.

Hadir pada kesempatan tersebut 30 orang pemilikwarung lesehan, Kepala Desa Kemuningsarilor Budi Hariyanto, 5 orang anggota Polsek Arjasa dan Babinsa Sertu Matngali, dengan materi pertemuan menghimbau agar pemilik warung lesehan mematuhi apa yang telah ditentukan oleh aparat keamanan diantarnya memperterang lampu penerangan, membuka sekatan-sekatan warung serta mamangkas teras warung sehingga tembus pandang ke berbagai arah.

Hal tersebut tentunya untuk melindungi pemilik agar tempatnya tidak dicap sebagai tempat berbuat tidak baik atau berbuat mesum, bahkan diharapkan pemilik memberikan himbauan pula kepada pembelinya untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan hal-hal negative seperti minum-minuman keras apalagi berbuat mesum di tempat tersebut.

Baik Boby Arisandi, Kapten Arm Fathulloh maupun AKP Trijoko Setyonarso senada agar pemilik warung mentaati apa yang telah disepakati bersama terkait tata tertib yang telah ada, demikian halnya Budi Hariyanto, dirinya selaku Kepala Desa sangat risih dengan aduan dari berbagai pihak terkait keberadaan warung tersebut, mari kita tunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang baik dan mau menjaga kertiban demi kenyamanan bersama.

Terkait kegiatan tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto menyampaikan terimakasih kepada jajarannya yang telah melakukan langkah koordinatif dan terpadu tersebut, termasuk kepada para pemilik warungl esehan yang mau bersepakat demi kebaikan bersama.

Semua pihak tentunya mulai melakukan langkah-langkah antisipatif dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H, sekaligus kepada jajaran saya juga menghimbau untuk bersama-sama, berkoordinasi dengan sesama aparat diwilayahnya untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan keamanan terutama pencurian, kenaikan harga sembako serta mengamankan tempat-tempat ibadah di wilayahnya, sehingga masyarakat yang menjalankan Ibadah puasa dapat melaksanakannya dengan khidmad. *SIS24   


JEMBER-hariancentral.com: Rapat koordinasi Muspika dan 3 pilar se Kecamatan Jombang, Rabu (24/5). 

Hadir pada kesempatan tersebut Camat, Kapolsek serta Danramil 0824/27 Jombang beserta seluruh Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Jajaran Kecamatan Jombang, KaSatpol PP Kecamatan, Ka UPT Dinas yang ada di Kecamatan Jombang.

Pada Rapat tersebut Camat Jombang Ir Sujono yang membuka arahannya berpesan agar semua pihak menjaga kondusifitas di Kec Jombang sehingga pembangunan dan program-program pemerintah dapat  berjalan dengan lancar.

KapolsekJombang AKP Makrup pada kesempatan tersebut menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga ketertiban selama bulan suc iRamadhan dan menjelang hari raya Idhul Fitri sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan khidmad, kepada Bhabinkamtibmas hendaknya selalu aktif di wilayahnya karena biasanya saat-saat tersebut rawan akan pencurian, gangguan keamanan meningkat dan lain-lain, koordinasi dengan aparat terkait dalam menjaga kondusifitas wilayah.

Selanjutnya Danramil 0824/27 Jombang Kapten Inf Didik Purwo Budianto menyampaikan terkait program pendampingan ketahanan pangan, Kecamatan Jombang sebagai bagian lumbung padi di Kabupaten Jember untuk itu Babinsa hendaknya aktif turun ke petani bersama PPL sehingga petani tidak mengalami kendala dan produktifitasnya diharapkan meningkat demi kesejahteraan petani itu sendiri.

Selanjutnya dalam rangka memantapkan pertahanan wilayah Kecamatan Jombang pada kesempatan tersebut Kapten Inf Didik PB juga menyampaikan serta memohon kerjasamanya UPT DinasPendidikan untuk memberikan waktu kepada para Babinsa dalam memberikan Wawasan Kebangsaan di sekolah-sekolah sehingga generasi kita memiliki kemantapan bela negara, memahami akan pentingnya Dasar Negara Pancasilaserta UUD 1945, serta memantapkan bahwa NKRI Hargamati.

Menyikapi kegiatan tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto menyampaikan terimakasih kepada jajarannya serta pihakt erkait di lapangan yang telah berinisiatif melakukan persiapan-persiapan dalam mengantisipasi kondisi Ramadhan dan IdulFitri.

Jangan lupa kita juga harus memantau perkembangan harga sembako sebagai kebutuhan pokok masyarakat dupayakan untuk menjaga stabilitas harga di pasar, adakan pemantauan gudang-gudang yang memungkinkan untuk penimbunan sembako guna kepentingan pihak-piha ktertentu, koordinasikan secara terpadu bersama Muspika untuk tingkat Kecamatan dan sesama 3 Pilar untuk ditingkat desa, waspadai peningkatan gangguan keamanan terutama pencurian yang biasanya meningkat di desa-desa pada menjelang Ramadhan dan IdulFitri.

Amankan tempat-tempat peribidatan sehingga masyarakat kita dapat melaksanakan kegiatan peribadatannya dengan khusu dan khidmat, laporkan setiap perkembangan yang terjadi di wilayahnya pada kesempatan pertama. *SIS24