TRENDING NOW

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

TEKS FOTO: Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pematangsiantar, Ir Reinward Simanjuntak MM saat acara Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Asrama Putri, Sekolah Tinggi Theologia (STT) Gereja Pentakosta di Indonesia (DPdI). *hariancentral.com-Ist 

PEMATANGSIANTAR-hariancentral.com: Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pematangsiantar, Ir Reinward Simanjuntak MM mengajak warga Gereja untuk turut membangun pelestarian lingkungan maupun penghijauan dalam rangka menjaga paru-paru kota. Paling tidak, di lingkungan Gereja dan rumah masing- masing seluruh warga mau menyediakan lahan untuk ditanami pohon. Jika Gereja tak punya bibit, Pemko Pematangsiantar bersedia memberikan bibit pohon yang akan ditanam.

Ajakan ini disampaikan Plt Sekda saat acara Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Asrama Putri, Sekolah Tinggi Theologia (STT) Gereja Pentakosta di Indonesia (DPdI), Kamis pagi (20/4) di Kompleks Kantor Pusat GPdI, Jalan Sang Naualuh, Pematangsiantar. 

“Jika masing-masing kita mau menanam pohon di lahan pekarangan kita, termasuk pekarangan Gereja, tentu sangat bagus dan mendukung pelestarian lingkungan dan penghijauan. Marilah kita bersama-sama membantu melakukan penghijauan, Gereja tak boleh gersang,” katanya.

Dihadapan Ephorus GPdI, Pdt DR SM Tampubolon dan Wakilnya Pdt H Gultom serta ratusan warga jemaat, Sekda juga mengajak agar pemimpin Gereja juga semakin berperan dalam membantu pemerintah melakukan pembangunan di bidang kemasyarakatan. 

“Gereja harus semakin menunjukkan perannya dalam kehidupan masyarakat. Kita harus menggumuli bersama, sejauh mana peran kita sebagai warga Gereja. Karena selama ini kita terlalu focus hanya membangun fisik Gereja, tapi melupakan pembangunan kerohanian kita,” katanya.

Reinward juga mengajak warga Gereja harus berperan dalam kehidupan bernegara, termasuk soal mencerdaskan kehidupan berbangsa. “Apapaun regulasi yang dilakukan pemerintah, tidak akan terealisasi jika masyarakat sering melakukan perlawanan. Karena itu, Gereja harus menunjukkan partisipasinya dalam kehidupan bernegara. Karena Gereja, pemerintah dan masyarakat, tak bisa dipisahkan,“ katanya. *TIM
Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
TEKS FOTO: Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Asisten dan Kepala OPD photo bersama dengan Pemangku Adat Kesultanan Serdang dan para penggiat budaya. *hariancentral.com-Pane

PERBAUNGAN-hariancentral.com: Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman membuka Pentas Kesenian Tanah Serampang XII di Gelanggang Olah Raga (GOR) Istana Jalan Sultan Serdang Kecamatan Perbaungan, baru-baru ini.
            
Acara bertajuk Serampang Duabelas Project yang merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) dengan Komunitas Kreatif Perbaunganisme, Koperatif Sergai, Sinar Budaya Group, Orkes Melayu Zulbahqi, Sanggar Seni Budaya Sinar Serdang, Bale Marojahan, Rumah Kreasi Pemuda, dan Sanggar Seni Sergai Etnik ini digelar bertujuan untuk melestarikan budaya Melayu sekaligus memperingati Hari Tari Serampang Duabelas ke-79 tahun yang jatuh setiap tanggal 9 April.
            
Turut hadir pada acara tersebut Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Asisten Ekbangsos Ir H Kaharuddin, Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM, Kadis Pora Parbud Drs Santun Banjarnahor, ahli waris Alm Sauti Akhiruddin Sauti, Pemangku Adat Kesultanan Serdang Tengku Achmad Tala'a dan Tengku Mira Sinar, Ketua BM3 Sergai Yunasril SH MKn, Ketua Himasdat Sahril Matondang, para penggiat budaya dan adat serta masyarakat sekitar.
            
Bupati Sergai sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena selama ini kesenian-kesenian Melayu asli jarang ditampilkan, sehingga membuat kaum muda jarang menonton dan menyaksikan budaya-budaya Melayu tersebut. Maka dengan diadakannya kegiatan ini tentu menambah khazanah pengetahuan tentang kekayaan budaya yang  miliki. 
            
Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa, Pemerintah Daerah senantiasa mengikuti dan mendukung semangat kaum muda untuk melestarikan budaya seperti ini, sehingga ketika semangat kaum muda pelestari budaya semakin besar dan menggelora.
            
Sementara itu Pemangku Adat Kesultanan Serdang Tengku Achmad Tala'a mengatakan rasa bangga atas digelarnya pentas seni itu. "Kegiatan ini adalah salah satu upaya kita melestarikan tari Serampang Duabelas. Hal seperti ini tidak boleh hilang dan dilupakan karena arus perkembangan zaman," katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Martin Juanda dalam laporannya berkeinginan agar tari Serampang Duabelas dilestarikan di Sergai khususnya di kota Perbaungan sebagai tempat lahirnya tari tersebut. Serampang Duabelas yang telah mendunia agar diangkat menjadi ikon persatuan ragam suku sebagaimana bunyi pepatah Melayu "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung". 

Pentas Kesenian di Tanah Serampang XII ini dimeriahkan dengan pertunjukan tarian melayu seperti Tari Lenggak Mak Inang dan Tari Melayu Raya, Tari Zapin Medanku Sayang, Tari Silat Podang, dan Tari Serampang Duabelas serta Tari Multi Etnis Inovatif, Tari Wayang Orang, puisi Kolaborasi Act Painting, Orasi Budaya serta Pemutaran Film Guru Sauti untuk mengenang pencipta Tari Serampang Duabelas. Pada penutupan acara, jebolan Dangdut D'Academy Deswa hadir untuk menghibur masyarakat yang hadir. *PANE
 

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
                   
TEKS FOTO: Seminar Ekklesiologi HKBP Wilayah II di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro Pematangsiantar, Kamis (20/4). *hariancentral.com-Ist

PEMATANGSIANTAR-hariancentral.com: Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Darwin Lumbantobing membuka secara resmi Seminar Ekklesiologi HKBP Wilayah II di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro Pematangsiantar, Kamis (20/4).

Peserta seminar ini merupakan para pendeta dan utusan jemaat yang ada di Distrik V Sumatera Timur, Distrik VII Samosir, Distrik XIII Asahan Labuhan Batu, Distrik XIV Tebingtinggi Deli dan Distrik XXIV Tanah Jawa.

Turut hadir pada acara ini, Bupati Simalungun, Dr JR Saragih SH MM dan Wakil Walikota Pematangsiantar yang diwakili Plt Sekda, Ir Reinward Simanjuntak MM, Praeses Distrik V Sumatera Timur, Pdt Same Siahaan STh selaku Ketua Panitia, para Praeses masing-masing Distrik di Wilayah II, para Dosen Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP. Narasumber seminar ini adalah Ephorus Emiritus, Pdt Dr Bonar Napitupulu dan Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing, dengan Moderator, Pdt Tendens Simanjuntak STh.

Dalam arahannya, Ephorus mengatakan bahwa Seminar ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari warga jemaat, pelayan HKBP serta pemerhati HKBP dalam memberikan gambaran kehidupan dan pengalaman HKBP dalam hidup bergereja dalam pergumulan teologisnya.

Pemahaman ekklesia suatu Gereja merupakan pamahaman mendasar tentang keberadaan dan kehadiran Gereja secara institusional. “Pemahaman Ekklesiologi-lah yang menentukan struktur hierarti jabatan dan mekanisme pengambilan keputusan Gereja.

Pemahaman ekklesiologis itu pula yang menentukan tipe atau model bergereja secara institusional dari suatu Gereja. “Oleh karena itu, seminar ini dirasakan penting dalam rangka mencari masukan guna merumuskan kembali pemahaman ekklesiologis HKBP dalam rangka amandemen Aturan Peraturan HKBP,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Simalungun, JR Saragih dan Plt Sekda Reinward Simanjuntak turut memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat atas penyelenggaraan seminar tersebut. Keduanya mengharapkan agar seminar ini melahirkan ide-ide maupun pemikiran cemerlang yang memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan warga jemaat.

“Karena Gereja, pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan serta membangun hubungan yang linier, meski dalam lingkup tugas masing-masing. Melalui seminar ini, kita berharap peran Gereja semakin terlihat di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, yang sekaligus pula bisa membantu pemerintah dalam pelayanan publik,” ujar Reinward. *RED
Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan



TEKS FOTO: Penanaman pohon di halaman Gereja HKI oleh Bupati Simalungun, Ketua Moderator UEM dan Pimpinan Gereja Anggota UEM. *hariancentral.com-Ist

SIMALUNGUN-hariancentral.com: Dalam suasana Perayaan Paskah, Bupati Simalungun, Dr JR Saragih SH MM, baru-baru ini menghadiri  pelaksanaan perayaan Paskah bersama dan Walk A Mile, Gereja-gereja Anggota UEM (United Evangelical Mission) yang dipusatkan di Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

United Evangelical Mission (UEM) merupakan persekutuan satu Lembaga Diakonia Bethel dan 35 Gereja di tiga benua yakni Eropa, Afrika dan Asia.

Perayaan Paskah ini mengangkat Thema “Bumi untuk anak dan berbagi kabar baik dalam aksi bagi anak yang berkekurangan” dan Sub Thema “melalui perayaan Paskah bersama dan walk a mile, Gereja-Gereja anggota UEM terpanggil mewariskan bumi untuk masa depan anak serta mendukung Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata.”

Acara Perayaan Paskah tersebut diawali dengan Ibadah singkat di Gereja HKI (Huria Kristen Indonesia) Parapat, selanjutnya penanaman pohon di halaman Gereja HKI oleh Bupati Simalungun, Ketua Moderator UEM dan Pimpinan Gereja Anggota UEM. Dilanjutkan dengan Gerak jalan santai “walk a mile” ke Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara untuk mengikuti Ibadah Perayaan Paskah Bersama.

Bupati Simalungun setibanya di Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun, disambut dengan tari-tarian tor-tor Cawan yang dipersembahkan oleh PNB HKI Parapat. Selanjutnya juga ditampilkan Visualisasi Yesus dan anak-anak yang terpinggirkan, Kidung Pujian dari Yapentra GKPI, Koor dari HKI Resort Parapat dan Tari- tarian dari Sendra Tari HKI Parapat dan Ajibata.

Pimpinan Huria Kristen Indonesia (HKI) Pdt M Pahala Hutabarat  mengatakan seluruh Gereja yang bersatu di dalam United Evangelical Mission (UEM) mendukung kinerja Bupati Simalungun JR Saragih untuk membangun destinasi Danau Toba lebih indah lagi.

Dirinya juga mengapresiasi kepedulian Bupati terhadap anak-anak terlantar dan para penyandang disabilitas. "Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam membangun Danau Toba melalui 8 Kabupaten yang mengelilingi Danau Toba yang ada di Sumatera Utara, salah satunya Kabupaten Simalungun. Oleh karenanya, dengan keakraban kami ini bisa menjadi bentuk dukungan kami terhadap Bupati Simalungun JR Saragih dalam memperindah Danau Toba," ujarnya.

Diakuinya lagi, seluruh Gereja yang tergabung di United Evangelical Mission (UEM) terus berdoa dalam kinerja semangat baru Sumatera Utara yang menjadi kekuatan Bupati JR Saragih dalam membangun Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Bupati Simalungun Dr JR Saragih yang didampingi para kepala SKPD Kab  Simalungun menyampaikan bahwa Pantai Bebas yang ada di Parapat, Kabupaten Simalungun baru saja dibenahi sekira dua tahun lalu. Bahkan, sekarang sudah menjadi ikon Danau Toba di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

 Bupati juga menyatakan bahwa dirinya ingin menjadi garam dan terang dan menjadi pelayan lewat jabatan yang di amanahkan untuk membantu sesama. 

"Ada dua event besar di sini, pertama saat Presiden Jokowi hadir untuk membawa Danau Toba dikenal dunia, bahkan beliau menginap di sini. Kedua, hari ini bergema seluruh Pimpinan Gereja untuk memuliakan nama Tuhan dipercaya Kabupaten Simalungun sebagai tempat pelaksanaan seluruh Gereja yang tergabung di United Evangelical Mission (UEM)," paparnya tersenyum.

Pada acara tersebut Bupati Simalungun meyumbangkan dana sebesar Rp40 juta untuk membantu panitia dan sumbangan untuk orang-orang yang kurang mampu.

"Kita bisa melihat ciptaan Tuhan melalui Danau Toba karena Danau Toba milik kita bersama, kita menyadari ada penggalangan dana untuk orang-orang tidak mampu melalui Gereja. Oleh karenanya, kami sebagai Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara turut menyumbang dana," tukasnya.

Khotbah yang disampaikan oleh Ketua Moderator UEM Pdt Willem Simarmata STh MA, menyampaikan bahwa salib bukanlah sebagai simbol kematian, salib adalah tanda kemenangan, pengharapan dan tanda bagi kita untuk berkarya bagi kemanusiaan.

Dirinya juga menambahkan bahwa Gereja harus menunjukkan konsistensinya dalam melawan segala upaya pengrusakan Bumi. “kebangkitan Yesus mengajak kita untuk berbuat lebih baik bagi kelangsungan lingkungan hidup untuk kita wariskan kepada anak cucu kita,”pungkasnya. *RED

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
MEDAN-hariancentral.com: Naas yang dialami oleh Mulyono yang sedang berjalan kaki tiba-tiba ditabrak sebuah mobil Innova bernopol BK 1170 ZJ, akhirnya Mulyono  meregang nyawa dan pelaku penabrak tersebut melarikan diri.Kamis (20/4)

Menurut keterangan Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri menuturkan Mulyono (50) warga Jalan Merpati Gang Mesjid Nomor 56 A Medan Sunggal. Korban (Mulyono) sedang berjalan kaki di Jalan Gajah Mada persisnya di depan SPBU Gajah Mada, Mulyono ditabrak sebuah mobil.

“Mulyono seorang pejalan kaki tiba-tiba dari belakang ada sebuah mobil Innova  arah dari Jalan Gajah Mada, dari arah barat kearah timur, Mulyono masuk kekolong mobil dan terseret hingga ke dekat kuburan Jalan Gajah Mada persisnya di Jalan KH Wahid Hasyim,” ujarnya.

Ironisnya pelaku penabrak Mulyono tersebut melarikan diri, melihat kejadian memilukan tersebut warga menmberi pertolongan dan menghubungi Polsek setempat, mengetahui informasi dari masyarakat personil Polsek Sunggal mendatangi TKP dan  melakukan cek TKP.

“Kita sudah cek TKP dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, sementara pelaku masih dalam pengejaran,” pungkas Kompol Daniel Marunduri. *HADI