TRENDING NOW

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
MEDAN-hariancentral.com: Satuan Unit Reskrim Polsek Medan Barat yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rusdi Marzuki berhasil menangkap salah seorang pelaku pencurian spesialis rumah toko (ruko) yang hampir setahun melarikan diri (buron).

Kepada wartawan, Kanit Reskrim Iptu Rusdi Marzuki, Rabu (7/12) mengatakan, tersangka bernama Romi Efendi (29) ditangkap di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat berdasarkan laporan yang diterima Polsek Medan Barat pada bulan Februari lalu, tersangka berhasil membongkar sebuah ruko di Jalan Karya Setuju, Kecamatan Medan Barat.

“Dari tangan tersangka petugas mendapatkan barang bukti satu unit televisi yang diduga hasil dari aksi pencurian,” sebut Rusdi.

Dijelaskannya, saat ini petugas Kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah masih ada pelaku lainnya.

“Tersangka dikenakan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman lima tahun kurungan penjara,”pungkasnya. *MRH


Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan


MEDAN-hariancentral.com: Seandainya personil Patroli Polsek Sunggal tak melintas dilokasi, mungkin nyawa Imanuel Pardede (19) dan Dani Saputra Sitinjak (18) warga Jalan Binjai Km 10,8, Desa Purwodadi, Kec Sunggal, Kab Deliserdang, sudah melayang.

Betapa tidak, dua jambret apes yang kehabisan bensin motornya saat melancarkan aksi jambretnya di Jalan Binjai Km 10 Desa Paya Geli, Kec Sunggal, ini dihajar massa usai tertangkap, Senin (5/12). 

Selanjutnya, dengan kondisi babak belur kedua tersangka diboyong petugas ke mako bersama barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha Mio GT BK 3855 ADM guna proses lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun, kedua tersangka yang memang sudah berniat menjambret berkeliling-keliling mencari mangsa. Sesampainya dilokasi, kedua tersangka kesengsem dengan sebuah hp yang dipegang korbannya, Juli Adha Tanjung (27) warga Jalan Kebun Lada Cengkeh Turi, Kec Binjai Utara, dan merampasnya.

“Begitu merampas hp, korban melakukan perlawanan sembari berteriak dan terlibat tarik-menarik. karna warga sudah mengetahui aksinya, tersangka langsung kabur,” ucap Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri.

Dijelaskan mantan Kapolsek Delitua ini, meski mencoba kabur, suami korban, Agus langsung menurunkan korban beserta anaknya dan langsung mengejar kedua tersangka.

“Saat dikejar suami korban, tiba-tiba motor pelaku kehabisan bensin. Selanjutnya warga menangkap dan menghajar tersangka. Disaat bersamaan personil kita melintas dan mengamankan keduanya,” terang Daniel.

Lanjut dikatakannya, jika kini pihaknya masih memeriksa tersangka guna melakukan pengembangan terhadap lokasi yang pernah tersangka beraksi.

“Pengakuannya baru kali ini, namun masih kita kembangkan. Tersangka kita jerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancama hukuman 5 tahun penjara,” tutup Panit dua itu IPDA Philip Purba dihadapan wartawan. *MRH

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
KARO-hariancentral.com: Tim Lembaga Pemberdayaan dan Pelayanan pada Masyarakat (LPPM) USU menyerahkan bantuan ke pengungsi Sinabung, secara simbolis dilakukan di Gedung  Jambur  Pemkab Karo Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo di Kabanjahe Selasa (6/12).


Penyerahan bantuan kepada warga pengungsi Sinabung, yang diwakili warga asal desa Mardinding  Kecamatan  Tiganderket yang diterima langsung masing-masing  Koordinator maupun Panitia  Posko Gudang Konco Terong Peren.  Adapun bantuan yang diserahkan berupa, susu dan biskuit, perlengkapan personal hygiene berupa odol dan pasta gigi sebanyak 300 paket. Pemberian unit pengolah air minum sebanyak 250 unit.

Menurut ketua LPPM Prof. Dr. Tulus Vor, Dipl, Math, MSi, Phd, Rencananya, bantuan juga akan disalurkan ke warga desa terdampak lainnya yakni desa Naman Kecamatan Naman Teran, desa Payung Kecamatan Payung, desa Mardinding (posko konco) Kecamatan Tiga Nderket, desa Kuta Tengah (posko ndokum siroga) Kecamatan Simpang Empat.

Untuk masing-masing desa akan diserahkan Mesin pengolah biji Kopi sebanyak 5 unit. Selanjutnya, Beras 14.655 ton dan bibit.13 ribu batang kopi ateng akan disuplay untuk warga pengungsi tersebut.

Dalam paparannya Prof. Dr. Tulus Vor Dipl Math MSi Phd, dirinya bersama tim Personal higine dan kebersihan, status gizi untuk anak. Merencanakan penyuluhan dan sebelumnya telah dilaksankan semenjak  22 Nopember dan demikian juga terkait sarana air limbah yang kurang baik.

Lanjutnya, keberadaan LPPM USU di Karo adalah bentuk kepeduliannya terkait penanganan situasi Gunung Api Sinabung yang berjalan semenjak hampir 6 tahun lamanya. Dalam kegiatannya dari LPPM USU sendiri memiliki 7 program dan pada saat ini sedang berlangsung. Dua dari ketujuh program tersebut adalah penanganan pengungsi Sinabung, dan kegiatannya terbagi 2 Tim. Untuk ‘Tim Gunung Api’ didalamnya meliputi bimbingan belajar kemudian kesehatan masyarakat dan pengembangan Hidroponik.

Tim ‘lively good’ meliputi kegiatan yang direncakan adalah memberikan pelatihan-pelatihan, penyuluhan-penyuluhan dan bantuan. Untuk kegiatan kali ini inisiatif tim sendiri dari bagian tim kesehatan masyarakat (kesmas) dan Bimbingan belajar (bimbel) juga turut memberikan bantuan ke siswa pengungsi.

Bupati Karo dalam sambutannya yang diwakili asisten III Andareasta Tarigan mengapresiasi kegiatan LPPM USU. “dengan seluruh rangkaian kegiatan menambah dukungan dalam penanganan pengungsi Sinabung dan tentunya memberi spirit bagi masyarakat bahwa kita tidak sendiri. Meski ada kejenuhan tetap kita berikan apresiasi. Pemerintah Kabupaten Karo sangat berharap, dengan memprioritaskan kebutuhan pokok termasuk dalam hal ini kesehatan, dan sengat sangat bangga dalam situasi prihatin pun kita dapat bersatu," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan, Prof. Dr. Tulus Vor Dipl Math MSi Phd, Dr Dra Irnawati Marsaulina MS, Dr dr Taufik Ashar MKM, Dr Surya Dharma MPH,  Drs Tukiman MKes, Drs Alam Bakti Keloko MKes, Nursiah Siahaan SH, Drs Eddy Syahrial MS, Dhani Syahputra Bukit SKM, Nuzuliati SE MSi, Petti Siti Fatimah SKM MKes, Putri Ramadhani SKM MKes, Nur Muhammad SKM, Yuni Marsela Tarigan SKM, Naisya Vitianoza SKM, dan Ina Muliani Harahap SKM, assisten III Bupati Karo, 

Kadis Kesehatan Karo Dr. Johanis Sitepu, Kepala Puskesmas Tiganderket dr Dedy Antoni Pinem, Kepala Puskesmas Payung dr Freddy Sitepu, Kepala Puskesmas Singa dr Lenni br Sinulingga. *PRO 



Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
KARO-hariancentral.com: Dana Desa yang dikucurkan Pemerintah  Pusat ke desa-desa sangat bermanfaat bagi masyarakat, apabila digunakan sesuai dengan juknis maupun peraturan yang telah ditentukan oleh Pemerintah. Penggunaan Dana Desa ini harus dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran untuk membangun desa kearah yang  lebih baik kedepannya.

 Khususnya, di desa Bintang Meriah Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo, dengan adanya Dana Desa yang dikucurkan Pemerintah hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat secara merata. Dimana Dana Desa  Silpa 2015 digunakan untuk  kagiatan  fisik antara lain, pembangunan rabat beton jalan kuburan Kristen dengan volume 60 m x 2 m dengan dana Rp 24.720.000 dan pembangunan jaan lingkar Mesjid volume 100 m x 2,5 m dengan biaya Rp 99.449.000.  

Menurut Pj. Kepala Desa Bintang Meriah Haruddin Perangin-angin pada Sabtu (03/12) kepada hariancentral.com menjelaskan, Dana Desa 2016 dipergunakan untuk membangun rabat beton jalan kuburan umum volume 285 m x 2,30 m biaya Rp 188.454.000, Perkerasan Jalan Bulan  Gugung volume 600 m x 3 m biaya Rp 196.774.000, Perkerasan Jalan Simokul-okul 500 m x 3 m biaya Rp 159.915.000, Rabat Beton jalan Mesjid Atas 100 m x 2,5 m dengan dana Rp 96.155.000, Rabat Beton jalan Uruk Ndaholi 50 m x 3 m dana Rp 40.841.000, Rabat Beton Uruk Mbelin  volume 60 m x 3 m dana Rp 47.860.000.

Pengerjaan pembangunan ini dikoordinir oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Jalaluddin Perangin-angin, Aneswan Ginting, bekerjasama dengan Bendahara Lusianna br Tarigan serta Ketua BPD  Sahta Sinulingga.

Beru Sinulingga (56)  warga desa Bintang Meriah kepada hariancentral.com mengatakan, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, karena dengan adanya Dana Desa, pembangunan  desa kami sudah lebih baik dari sebelumnya. Diantaranya, jalan pertanian sudah tercipta, jalan seputaran desa juga sudah baik untuk dilalui.

Menurutnya, setelah tercipta jalan pertanian hasil pertanian tidak  susah lagi dari  ladang dibawa ke desa untuk dipasarkan. Kami masyarakat sudah dapat menikmati langsung manfaat Dana Desa yang diberikan Pemerintah ke desa Bintang Meriah, ungkapnya. *PRO



Attachments area

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan
KARO-hariancentral.com: Kesehatan para pengungsi Sinabung sangat penting dilakukan pengecekan dan dilakukan pengobatan bagi yang mengalami  berbagai jenis penyakit. Mereka ini sangat rentan terkena penyakit akibat telah berlarut-larut hidup bersama di posko penampungan dampak erupsi Sinabung yang masih berkepanjangan.

Oleh sebab itu, Lembaga Pemberdayaan Pada Masyarakat (LPPM) USU Medan melaksanakan pengobatan massal secara gratis bagi seribu pengungsi Sinabung pada Minggu(04/12) pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di posko Gudang Konco Terong Peren Kecamatan Tiganderket.

Mereka  turut melibatkan para Dokter  Puskesmas dan Asisten Apoteker yang ada di Karo, untuk pengobatan massal itu. Kegiatan ini dibuka langsung secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Karo dr Johannis Sitepu didampingi Tim dokter lainnya, seperti Kepala Puskesmas Tiganderket dr Dedy Antoni Pinem, Kepala Puskesmas Payung dr Freddy Sitepu, Kepala Puskesmas Singa dr Lenni br Sinulingga.

 Dari LPPM USU diketuai  Prof Tulus Vor Dipl Math MSi Phd serta Prof Dr Dra Irnawati Marsaulina MS, Dr dr Taufik Ashar MKM, Dr Surya Dharma MPH,  Drs Tukiman MKes, Drs Alam Bakti Keloko MKes, Nursiah Siahaan SH, Drs Eddy Syahrial MS, Dhani Syahputra Bukit SKM, Nuzuliati SE MSi, Petti Siti Fatimah SKM MKes, Putri Ramadhani SKM MKes, Nur Muhammad SKM, Yuni Marsela Tarigan SKM, Naisya Vitianoza SKM, dan Ina Muliani Harahap SKM.

Kadis Kesehatan Karo dr Johannis Sitepu mengatakan, didalam kehidupan yang perlu kita jaga adalah kesehatan. Jangan kita lupa untuk memakan  makanan 4 sehat 5 sempurna, makan serta minum secara teratur, rajin berolah raga, dan  menjaga makanan maupun lingkungan agar tetap bersih.

Dr dr Taufik Ashar kepada hariancentral.com menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa penyakit yang paling banyak dialami pengungsi adalah penyakit Dispepsia sebanyak 35 persen. Dispepsia adalah gangguan pada  saluran urea akibat mengkonsumsi makanan terlalu pedas serta stress, psikis akibat  tertekan di pengungsian selama lebih kurang 1,5 tahun. Penyakit Osteastritis sebanyak 25 persen, yakni   gangguan  nyeri sendi akibat usia yang  sudah lanjut. Penyakit Hipertensi sebanyak 20 persen, Saluran pernafasan (ISPA) sebanyak 10 persen, Diabetes  Malitus (DM) 5 persen dan Hiperkolesterol 5 persen. *PRO

Attachments area