TRENDING NOW

Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan



MEDAN-hariancentral.com: Untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus surat izin mengemudi (SIM), Pol­restabes Medan sudah menyiapkan sistem pengurusan via online.
Untuk di Sumut, Polrestabes Medan menjadi polres pertama yang menerapkan sistem ini.

"Iya sudah mulai berlaku. Khusus peng­urusan SIM secara online untuk wilayah hu­kum Poldasu, Polrestabes Medan yang menjadi pilot project (pelopor)," jelas Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Indra Warman (foto), ketikan dikonfirmasi wartawan, baru-baru ini.

Lebih jauh, pembuata SIM via online ini, selain sebagai wujud peningkatan pe­layanan pada masyarakat juga diharapkan dapat menghindari kemungkinan terjadinya pungutan liar (pungli). Sebab, sistem online akan sedikit mengurangi kontak fisik lang­sung antara pemohon SIM dengan petugas.

"Program SIM online ini dilakukan seb­agai upaya untuk menghindarkan masyara­kat dari 'sentuhan' para calo. Selain itu, ini juga sebagai bentuk peningkatan pelayanan pada masyarakat," ucapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengurus SIM secara online, sambung Indra Warman, dapat mengakses laman http://sim.kor­lantas.polri.go.id. Dari laman ini masya­rakat dapat mendaftarkan diri mengurus SIM semua kelompok (golongan).

"Masyarakat tinggal mengikuti tata cara yang telah disediakan sistem sesuai dengan wilayah pembuatannya. Setelah mendaftar, masyarakat tinggal datang ke kantor sat­lantas untuk meng­ikuti ujian maupun test mengemudi," tukasnya. *RED
Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan


 TEKS FOTO:  RSUD dr Pirngadi Medan. *hariancentral.com-ist

MEDAN-hariancentral.com: Pasien RSUD dr Pirngadi Medan yang dirawat di lantai 2 ruangan 14 Kamar-II kesal akibat sirkulasi udara di ruangan tersebut pengab dan kurang nyaman.

Pasalnya, dari 4 unit kipas angin yang ada di ruangan yang menampung 12 pasien rawat inap tersebut, hanya 1 yang berfungsi. Akibatnya para pasien yang dirawat di ruangan 14 kamar II tersebut setiap hari merasa gerah dan kepanasan serta tidak nyaman.

Seperti yang dialami oleh salah satu pasien bernama M Br Ginting (43). Dikatakan pasien yang memakai BPJS kesehatan tersebut, dirinya sudah 5 hari dirawat inap di ruangan tersebut. Sejak masuk sampai saat ini dia tidak bisa tidur nyaman akibat merasa kepanasan dan kegerahan selama berada diruangan non AC tersebut.

“Sudah 5 hari ini, saya dirawat inap di kamar ini, sejak awal masuk sampai sekarang kondisi ruangannya penuh sesak, akibat sirkulasi udara tidak berfungsi dengan baik, karena kipas angin yang ada di ruangan hanya satu saja yang berfungsi, sementara tiga lagi dalam kondisi rusak. 

Saat saya tanyakan kepada petugas rumah sakit, mereka seakan tidak mempedulikannya, apakah kami disini dianggap bukan manusia, atau karena fasilitas BPJS sehingga pelayanan terhadap kami kurang diperhatikan?,” sebutnya kesal.

M Br Ginting menyesalkan pelayanan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut, seharusnya para pasien mendapat pelayanan maksimal termasuk fasilitas kamar. “Kami juga bayar koq disini, meskipun memakai BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Akui Kipas Rusak

Sementara itu, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Edwin Effendi melalui Kassubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi, Edison Perangin-angin kepada hariancentral.com melalui selulernya, Kamis (15/2) mengatakan, telah melakukan pengecekan fasilitas kipas angin yang ada di ruangan lantai 2 ruangan 14 Kamar-II. 

“Benar bang, sudah kita cek tadi, memang benar kipas angin di ruangan tersebut rusak. Namun setelah kita periksa kebagian instalasi, mereka mengakui dan sudah pernah membuat surat pemberitahuan untuk perbaikan kipas angin yang rusak tersebut. Tinggal menunggu persetujuan dari kepala bagian untuk perbaikan saja,” terangnya.

Edison juga meminta maaf atas ketidaknyamanan para pasien yang dirawat di ruangan lantai 2 ruangan 14 Kamar-II rumah sakit dr.Pirngadi Medan tersebut. *RED



Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan


TEKS FOTO: Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution pada acara launching Aplikasi Istana Maimoon sekaligus penyerahan bantuan donasi Coorporate Social Responsibility (CSR) di Balairung Istana Maimun Medan, Kamis (16/2). *hariancentral.com-Irwan Manalu

MEDAN-hariancentral.com: Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi menghadiri acara launching Aplikasi Istana Maimoon sekaligus penyerahan bantuan donasi Coorporate Social Responsibility (CSR) di Balairung Istana Maimun Medan, Kamis (16/2).  

Akhyar sangat mengapresiasinya, sebab lauching sekaligus pemberian bantuan CSR itu merupakan salah satu upaya melestarikan salah satu tempat bersejarah di Kota Medan tersebut.

Launching Aplikasi Istana Maimoon dan penyerahan bantuan CSR ini dilakukan PT Indosat kepada Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid (Yasmar).

Selain untuk pengembangan fasilitas, juga dalam rangka memperkenalkan Istana Maimun kepada seluruh masyarakat, tidak hanya nusantara tetapi juga dunia.  

Dengan demikian istana yang dibangun 26 Agustus 1888 dan selesai 18 Mei 1891 ini akan lebih banyak lagi dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dikatakan Akhyar, Istana Maimun merupakan salah satu istana yang paling indah di Indonesia. Arsitektur yang unik dan desain interior istana ini memberikan karakter yang khas, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan serta pemanfaatan sumber daya budaya untuk kepentingan komersial yang dapat membawa dampak pada peningkatan ekonomi rakyat.

Oleh karenanya Wakil Walikota sangat mengapresiasi dan menyambut baik upaya PT Indosat dalam mewujudkan kepedulian melalui program CSR dan launching Aplikasi Istana Maimoon sebagai wujud mendukung pengelolaan dan pelestarian objek wisata Kota Medan.

“Kekayaan serta keindahan situs sejarah budaya di Medan akan menarik lebih banyak pengunjung jika secara optimal dikembangkan. Istana Maimun adalah contoh yang baik dari situs sejarah berkembang dengan baik di Kota Medan,” kata Akhyar.    

Dengan penyerahan donasi CSR dan launching Aplikasi Istana Maimoon kepada Yasmar, Akhyar berharap dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan istana Maimun, sehingga semakin baik sebagai ikon pariwisata di ibukota Provinsi Sumatera Utara yang memiliki daya tarik wisatawan dan selalu terpelihara.

Penyerahan bantuan donasi CSR sekaligus launching Aplikasi Istana Maimoon ini dilakukan Pimpinan PT Indosat, MGS Muhammad Ali Safitri kepada Ketua Umum Yasmar, T Ismaini SE disaksikan Wakil Walikota, Pembina Yasmar sekaligus cucu dari Sultan Ma’Moen Al Rasyid, T Muhammad Efran serta tetuah adat Melayu Kesultanan Deli.

Sementara itu Pimpinan PT Indosat, MGS Muhammad Ali Safitri dalam sambutan singkatnya menjelaskan, tujuan launching Aplikasi Istana Maimoon ini untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui lebih jelas tentang Istana Maimun dengan men-download menmggunakan handphone android.

“Tidak hanya masyarakat nusantara, masyarakat dunia juga dapat melihat keindahan dan kemegahan Istana Maimoon melalui Aplikasi Istana Maimoon. Dengan melihat aplikasi ini, kita harapkan masyarakat tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia semakin tertarik sehingga datang mengunjungi Kota Medan untuk melihat lebih dekat Istana Maimon,” harap Ali.

Selain itu Ali pun berharap agar bantuan donasi CSR yang diberikan itu dapat dipergunakan untuk mengembangkan fasilitas Istana Maimon. Dengan begitu jumlah wisatawan yang datang mengunjungi istana dengan luas lebih kurang 2.772 m2 dan memiliki 30 ruangan itu lebih banyak lagi ke depannya.

Launching Aplikasi Istana Maimoon ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Wakil Walikota. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan bantuan donasi CSR, serta diteruskan dengan pemberian cindera mata. *RED


Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan

TEKS FOTO: Usai melakukan peninjauan di Kantor Camat Rambutan, Dirlantas Kombes Pol Raden Heru Prakoso bersama Tim didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati SH MH foto bersama dengan Camat dan Kapolsek Rambutan. *hariancentral.com-ist

TEBINGTINGGI-hariancentral.com: Usai pelaksanaan Pilkada kemarin, Tim Pemantau Poldasu meninjau pelaksanaan rekapitulasi suara yang dilaksanakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap Kecamatan Se-Kota Tebingtinggi, Kamis (16/2).

Tim Pemantau Poldasu, terdiri dari Dirlantas Kombes Pol Raden Heru Prakoso, Kalabfor Kombes Pol Wahyu dan AKBP AR Aritonang bersama dua orang staf Kemenko Polhukam didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati SH MH, Pabung Kodim 0204/DS Mayor Inf Makmur Siahaan.

Kemudian, Wakaden B Sat Brimobdasu Kompol Sarponi, Kasi Pidum Kejari Oki Permana SH, Kabag Ops Kompol Janner Panjaitan SH MH, Karumkit Bhayangkara Tebingtinggi Kompol dr Rommy Sebastian dan Danramil 13/TT Kapten Inf Salehan. 

Dalam kunjungan itu, pertama Tim mendatangi Kantor Camat Kecamatan Padang Hilir tempat dilaksanakannya rekapitulasi penghitungan suara oleh PPK selanjutnya ke Kantor Camat Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kantor Camat Kecamatan Padang Hulu, Kantor Camat Kecamatan Bajenis dan terakhir Kantor Camat Kecamatan Rambutan.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso, yang pernah menjabat Kapolres Tebingtinggi melakukan dialog dengan Camat dan Kapolsek setempat mengenai situasi kamtibmas di wilayah masing-masing. 

Heru menyarankan, setelah rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan selesai dilaksanakan, agar secepatnya dikirimkan ke Kantor KPU Tebingtinggi serta mengingatkan personil yang melakukan pengamanan di setiap Kantor Camat agar senantiasa tanggap dengan situasi yang ada. *RED


Harian Central Menyuarakan Kebenaran untuk Keadilan


TEKS FOTO: Rombongan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bagian Pusat Pelatihan Masyarakat melakukan kunjungan ke Kube Lalang Mandiri Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi. *hariancentral.com-ist


TEBINGTINGGI-hariancentral.com: Rombongan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), bagian Pusat Pelatihan Masyarakat RI, melakukan studi banding pada pengolahan pupuk kompos dan pertanian sayur milik warga Kube Lalang Mandiri di Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Kamis (16/2).

Kepala rombongan, Ibu Nadia Maulina mengatakan, kunjungan  dilakukan untuk mempelajari hasil pengolahan pupuk kompos yang bersumber dari sampah limbah masyarakat yang organik yang dipermentasikan hasil olahan sampah tadi menjadi pupuk Kompos dan dipergunakan Untuk pupuk tanaman sayuran di kelompok tani.

"Kami dari Pusat Pelatihan Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akan membawa peserta pelatihan untuk wilayah Sumut ke pengolahan bank sampah ini untuk belajar cara pembuatan Kompos limbah sampah rumah tangga," terang Nadia.

Bukan hanya belajar membuat pupuk kompos saja, tetapi kelompok pertanian dalam lokasi sempit bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menjadi lahan produktif, seperti pengembangan pertanian urban farming. 

Pupuk kompos bisa dijual kepada masyarakat dengan harga murah dan masyarakat bisa menghasilkan pertanian sayur mayur yang sifatnya tanaman organik.

"Bila nantinya masyarakat perkotaan bisa memanfaatkan lahan perkarangan yang sempit menjadi lahan pertanian yang produktif, itu sudah bisa mengangkat derajat warga miskin untuk tidak miskin lagi. Pelatihan secara lapangan ini, bisa membuka wawasan masyarakat untuk lebih baik membantu peningkatan ekonomi keluarga," ungkapnya.

Camat Rambutan Zubir Husni Harahap menyatakan, siap menerima kunjungan peserta dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk belajar langsung mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos serta pemamfaatan bagi tanaman itu sendiri. 

"Intinya kami siap menerima dan mengajarkan bagaimana mengolah pupuk Kompos serta pemamfaatan bagi tanaman itu sendiri," jelas Zubir. *RED